Prolog

4 0 0
                                        

Di hari yang cerah.
Seseorang dari Keluarga Reviolen.
Seorang anak sedang membaca buku.
"Ah...sihir, bikin aku sakit kepala! Ayah! Tolong adik suruh kemari"

"Hm? Adik, tumben kamu suruh adik mu ke kamar, biasanya kau mengabaikan"

"Yaya, aku tahu. Tapi hari ini aja!"

Edward memanggil sang adik.
"um...kenapa kakak memanggil ku?"

"nanti kamu tahu alasannya"

"um...kak Ren, ada apa?"

"Sini biar ku ajari beberapa sihir. Walau agak ketinggalan jaman, itu kesukaan kakak. Mempelajari sihir tua juga baru"

"Hah?! Kalau itu aku semangat!"
Celine berlari, tapi di tahan oleh kakaknya." Gak perlu ambil buku dari perpustakaan, dari kamar kakak aja"

"Ah...mana? Mana?" Ren mengambil buku dari meja belajarnya.
"Ini dia!"

"Tada! Gimana? The Magic From The Great Mage, Prince Liam, itu nama bukunya. Nah, mari ku ajari satu persatu, termasuk sihirnya"
Ren membacakan, dan mempraktekkan bagaimana sihir Liam bekerja.

"Nah, milik tuan Liam, sihirnya memakai tingkat paling tinggi. Tanpa merapalkan sihir dan tanpa tongkat sihir. Jadi, apapun yang terjadi. Ada di tanggung jawabnya. Setiap Rune ada warna berbeda. Rune berwarna merah biasanya sihir berupa api, rune putih, sihir angin, rune biru sihir air, rune hijau, mungkin tanaman, rune kuning sihir cahaya, rune hitam sihir gelap, dan rune coklat sihir tanah. Biar kakak tunjukkan"

Ren membuka telapak tangannya, tapi dia tak ada rune sedikitpun.
"Eh maaf, bentar lihat" entitas runenya terlihat. Ya, lingkaran atau pentagram sihir berwarna biru tapi rune nya berwarna putih.

"Lalu rapalkan mantra apapun, tapi disarankan pakai yang tingkat pertama. Wind Blow" hanya hembusan angin kecil.

"Setiap kata yang kamu gunakan, setiap rune nya sulit atau pentagramnya rumit, maka semakin besar tingkatannya. Nah bagaimana?"

"Wah, aku tak sabar lihat yang lain, bagaimana dengan sihir tuan Liam? Apa sihir utamanya"

"Dari buku ini, sihir utamanya kegelapan, padahal sihir utamanya air, karena dia paling banyak membuat sihir air. Jika sihir kegelapan sihir utama, seharusnya buku ini memberi seluruh sihir kegelapan tuan Liam"

"Huh? Bagaimana bisa, kan tuan Liam sihir utamanya kegelapan"

"Ya ada deh"

Mereka belajar sampai tertidur di lantai.
.
.
.
Dahulu kala.
Seorang Remaja yang terkenal karena melarikan diri dari akademi sihir.

Anak bernama Liam Reinhard, adalah anak sangat berbakat di akademi Nairfal.

Lambat laun, Liam yang dikenal lari dari akademi Nairfal, menjadi terkenal sampai semua orang mengenalnya.

Dia bertemu teman seangkatannya.
Garnet, Erika dan Vivian.

"Yo, darimana saja kamu Liam?"

"Eeeee....mengalahkan monster dan membantu warga, ya begitulah. Apa kalian lulus?"

"Tentu saja, dan mendapat gelar sage gak kaya kau, sudah melarikan diri"

"Yaya, tapi aku tak mempermasalahkan, masa lalu adalah masa lalu, dulu mungkin aku terlalu ceroboh. Seandai aku tak begitu, mungkin aku bisa lebih baik"

Yang mereka tidak tahu, Liam mempelajari sihir gelap, hanya saja dia merahasiakan sampai rahasia itu terbongkar.

"Hahaha! Segini saja, sihir biasa tak akan mempan pada ku!"

'A-aku...tahu dia bisa dikalahkan dengan sihir kegelapan. Terpaksa!'

"The Made Of Chaos, Darkness Serpent! "  Garnet, Erika dan Vivian terkejut, Liam bisa sihir gelap?

"Kau tahu apa?! Aku bisa semua sihir! Tanpa Merapalkan sedikitpun!!"

"Tunggu, a-ap-a? SIALAN!"

Liam membunuh The Great Shaman.
"Hahh...hahh..menyebalkan, seharusnya sihir cahaya bisa membunuhnya... 'You have Unlocked Cursed Eye and Cursed Magic (Memorize) Did you want Reincarnation?' ya...makaasih karena kalian, aku kepikiran ini"

"Tidak! Kita malah kaget melihat sihir mu! Kita aja gak pernah tahu, kamu mempelajari sihir kegelapan, dan sihir itu dianggap sihir jahat! Tapi kamu membuat nya terkesan baik"

"Dari instingku saja, bunuh dia pakai sihir kegelapan, atau bunuh dia tapi konsekuensi mati dengan sihir cahaya, ya begitu insting ku bilang"

"Hm begitu y-" Liam memutahkan darah yang cukup banyak.

"Hukk! Ughh!! Tungu? Racun?!"
Liam baru menyadari.
"Tunggu biar ku coba sembuhkan"

Beberapa menit berselang.
"Ah...sepertinya racun ini tak bisa di hilangkan"

"t-tidak masalah, aku akan kembali suatu hari"

"Tidak perlu bereinkarnasi, tenanglah di alam sana, biar kami mengenang mu selamanya, jika kamu berharap kembali. Kami akan kembali juga. Sampai jumpa, biar ku beku kan dan sembunyikan tubuh Liam" Liam tersenyum dan...matanya tertutup rapat.

"Berapa kali aku bilang, ikuti insting asli mu, pakailah sihir cahaya, dan itu jauh lebih efektif jika melawan racun. Atau kamu baru tahu? Sihir cahaya bisa menyembuhkan racun dan mematahkan kutukan"

"Apakah kamu ingin bereinkarnasi Prince Liam?"

"Terpaksa, ya!"

"Syarat, kamu harus memakai mata terkutuk ini selamanya dan kamu bisa menentukan, kau mempercayai sihir itu ada dan kamu menggunakan sihir, dan kamu tidak mempercayai sihir tapi kamu tetap dapat menggunakannya tapi tak masuk dalam kategori sihir, melainkan hal lain. Bangkitlah! Di dunia modern setelah 200 tahun! Jangan katakan reinkarnasi ini, sampai kau yakin! Percaya pada dirimu sendiri. Rahasiakan reinkarnasi sampai kamu yakin, kamu melampaui kekuatan mu sendiri"

~~~ ~~~ ~~~ ~~~
Kali ini aku agak niat buatnya, sama dengan covernya, ya gw ambil sih dari pinterest, maaf ya si pembuat! Aku izin pakai.

Perjalanannya masih sangat panjang nan jauh.
Cahaya masih jauh dan kegelapan semakin mendekat, maka bagaimana caranya dia menghadapinya?

"Semakin besar kekuatan mu, semakin besar tanggung jawab mu
-Paman Ben (Spiderman)"

The Mage Who Ignore MagicStories to obsess over. Discover now