prolog

12 2 2
                                        

Matahari perlahan-lahan mulai bangkit dari tidur panjangnya, burung-burung mulai berterbangan kesana-kemari, begitu juga dengan manusia. Hari baru, cerita baru yang akan dimulai, begitu pula untuk cerita seorang pemuda di depan pintu masuk sekolah.

Dia melangkah masuk ke sekolah barunya, tanpa rasa gugup yang biasa dirasakan orang lain saat pertama kali pindah. Matahari pagi menyinari nama sekolah yang terukir di depan pintu masuk: "SMA Kharisma Bangsa", membuat dia merasa penasaran.

Wah, betul kata ayah, sekolahnya lebih besar dari sekolah yang lama. Sebuah gumaman keluar dari bibirnya, lalu dia langsung bergegas melihat keliling sekolah yang baru. Dia berjalan dengan sangat bersemangat di koridor yang luas tersebut, menuju ke ruang kepala sekolah untuk menanyakan kelas barunya di mana.

Setelah tiba di depan pintu masuk, dia mengetuk pelan pintu yang bertuliskan "Ruang Kepala Sekolah". Setelah mendengar suara yang menyuruhnya masuk, dia pun masuk ke dalam ruangan itu.

Ruangan itu memiliki suasana yang khas kepala sekolah, dengan bangku Ergonomis, meja yang rapi, dan tumpukan berkas yang menggunung di atasnya. Dia melihat seorang pria paruh baya mengenakan kacamata yang sedang diam membaca berkas. Dan di sampingnya ada sebuah papan nama bertuliskan "Drs. Aditya Nugraha, M.Pd.".

Dia berdehem pelan, lalu mulai berbicara dengan memperkenalkan namanya: "Halo, Pak. Perkenalkan, nama saya Bard Aksara Vardan, dari SMA Cahaya Ilmu." Aditya mengangkat kepala, tersenyum, dan meletakkan berkas di atas meja. "Oh, Bard ya? Murid baru yang baru pindah?" "Benar, Pak. Saya baru pindah ke sini," jawab Bard dengan santai.

"Oh, perkenalkan, nama saya Aditya Nugraha, kepala sekolah kamu di sekolah SMA Kharisma Bangsa ini. Bentar ya, saya cari berkas kamu..." Aditya mencari berkas di tumpukan berkas di atas meja, lalu menemukan berkas kepindahan Bard. Dia membacanya di depan Bard, "Nama kamu Bard Aksara Vardan, ya? Pindahan dari SMA cahaya ilmu ya. Alasan pindah sekolah karena pekerjaan orang tua, ya? Kamu di tempatkan di kelas 11B, ya."

Aditya mengambil telepon dan menelepon seseorang, "Halo, Bu? Ini saya mau minta ibu mengantarkan siswa pindahan ke kelas ibu, ok? Terima kasih, Bu." Aditya menutup telepon dan tersenyum kepada Bard, "Ok, Bard. Sebentar lagi ada wali kelas kamu yang jemput. Belajar yang rajin dan patuhi aturan sekolah."

Tak berselang lama, wali kelas yang datang menjemput Bard pun datang. Bard pamit ke kepala sekolah, dan keluar dari ruang kepala sekolah. Dia berjalan di koridor sekolah dengan semangat yang membara untuk menjalani hari barunya.














Dan cerita baru pun dimulai.










Saksikan terus cerita goresan dan kata dari awal hingga akhir. Bye, see you next time, guys! Penasaran dengan lanjutan nya? Ayo, vote dong, biar author semangat nulisnya!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 26 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

cinta dalam goresan dan kataStories to obsess over. Discover now