Pria itu menumpukkan sebelah lututnya di lantai, ia menatap tajam pria-pria berpakaian serba hitam di depannya.
Ia segera beranjak saat salah satu dari pria itu hendak memukulnya menggunakan tongkat, ia segera bangkit lalu menendang perut pria itu dan menyikutnya dengan kuat membuat pria itu tersungkur ke depan.
Mata tajam nya melirik seorang pria lagi yang mendekatinya, saat pria itu hendak memukulnya dengan tongkat yang ia pegang dengan sigap pria itu menahannya lalu menarik tongkat itu hingga terlepas dan beralih menjadi di tangannya.
Ia memukul pria itu dengan tongkat yang ia ambil dengan kuat hingga pria itu terjatuh tidak berdaya. Ia melempar tongkat itu ke sembarang arah lalu memegang pundaknya yang terasa nyeri karna tadi sempat terkena pukulan.
Ia hendak berbalik namun seorang pria yang sepertinya ketua dari pria-pria yang tadi mengeroyoknya menghadang dirinya, ia menatap pria itu tajam.
"Na Jaemin." ucap pria itu dengan tawa yang menggelegar.
"Apa mau mu?" tanya pria yang di sebut Na Jaemin itu.
Pria itu menyeringai menatap Jaemin remeh, ia terkekeh pelan dan itu membuat Jaemin muak dan ingin menghajar pria itu namun ia tahan.
"Seseorang telah membayarku untuk membunuh dan mengurusmu sebaik mungkin." ujar pria itu dengan seringaian di wajahnya.
Jaemin mendengus, ia menatap pria itu tajam.
"Berapa orang itu membayarmu?"
"Hhm, delapan ratus juta? Sembilan ratus juta?"
Jaemin membelalakkan matanya mendengar nominal yang begitu tinggi hanya untuk membunuhnya.
"Sembilan ratus juta? Dasar orang gila."
Tanpa fikir panjang ia segera berlari menghindari orang-orang itu. Pria tadi membulatkan matanya, ia langsung menyuruh orang-orangnya untuk mengejar Jaemin.
"Jangan biarkan dia lolos!"
.
Pria mungil itu berjalan di koridor hotel dengan langkah perlahan, namun saat ia melewati salah satu kamar yang pintunya tidak tertutup rapat ia menghentikan langkahnya saat suara seseorang yang begitu ia kenali terdengar di telinganya.
Ia menghentikkan langkahnya lalu sedikit mengintip lewat celah pintu yang terbuka. Ia membulatkan matanya saat melihat sang kekasih dengan adik tirinya sedang berpelukan mesra di sana.
"Kau tenang saja, setelah aku mendapatkan semua hartanya aku akan segera menikahimu dan pergi dari sini sejauh mungkin."
Ia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat saat mendengar perkataan sang kekasih, hatinya teremat sakit, ia mengusap air matanya dengan kasar lalu tanpa fikir panjang ia langsung menendang pintu itu dengan kuat membuat kedua orang yang ada di dalam sana terkejut dan melepaskan pelukan mereka.
"Jung Sungchan, apa yang kau inginkan tidak akan pernah terjadi!"
Pria yang di sebut Jung Sungchan itu menatap pria manis itu datar.
"Huang Renjun, apa yang kau lakukan disini?"
"G-gege?"
Pria yang di sebut Renjun itu menatap adik tirinya dengan tajam.
"Apa hubunganmu dengan kekasihku?"
Gadis itu menatap diam Renjun, ia agak takut melihat Renjun yang menatapnya tajam.
"K-kami... kami adalah sepasang kekasih-ups."
Sungchan menatap gadis itu tajam, sedangkan yang di tatap langsung merapatkan bibirnya dan menatap Sungchan cemas.
Renjun mengeraskan rahangnya mendengar penuturan dari gadis itu, tanpa fikir panjang ia mencabut sebuah pisau buah di atas meja yang ada di sana.
Sungchan dan gadis itu gelagapan melihat Renjun yang mengacungkan pisau pada mereka.
"Renjun!"
"Gege"
"Dasar murahan, mati kalian sialan!"
.
Renjun berjalan di koridor yang sepi dengan sebuah pisau di tangannya. Wajahnya masih mengeras, tatapannya lurus ke depan dengan tatapan yang menghunus tajam.
"Sialan!" ujarnya geram.
Ia berhenti sejenak lalu mengedarkan pandangannya mencari kedua orang yang berhasil lolos darinya.
"Kemana mereka pergi."
Ia hendak kembali melangkah sebelum sebuah tangan menariknya dengan paksa lalu melemparkannya ke atas ranjang.
Renjun terkejut, ia berusaha melepaskan tangannya yang di tahan oleh pria asing itu.
"Bajingan! Apa yang kau lakukan, lepaskan aku sialan!"
Namun pria itu tidak mendengarkan, tanpa babibu pria itu langsung menyerang leher Renjun membuat sang empunya terkejut.
Renjun terus memberontak namun tenaganya tidak sebanding dengan pria itu, ia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman pria yang ada di atasnya.
"Lepaskan aku sialan! Apa mau mu hah?!"
Pria itu tetap tidak mendengarkan, ia mulai melucuti pakaian yang di kenakan Renjun satu persatu. Renjun panik, ia masih tetap berusaha untuk melepaskan dirinya dari pria itu.
"Bajingan! Aku akan membunuhmu brengsek!"
.
Sepuluh bulan kemudian.
Di salah satu rumah sakit di ruang oprasi itu. Renjun tengah berjuang untuk melahirkan anaknya ke dunia.
Nafasnya terengah, matanya menatap tajam langit-langit ruangan oprasi.
"Brengsek, setelah aku menemukanmu aku benar-benar akan membunuhmu!"
Sedangkan di luar sana banyak berita yang menyiarkan tentang dirinya yang hamil di luar nikah.
Seorang wanita berpakaian suster melihat berita itu dengan senyuman miring di wajahnya, ia memasuki ruang oprasi Renjun tepat setelah anaknya lahir ke dunia.
Para dokter bernafas lega, mereka mulai membersihkan alat-alat yang mereka gunakan. Seorang dokter hendak memeriksa Renjun sebelum uluran tangan dengan amplop tebal di tangannya terulur di depannya.
Ia menatap wanita yang mengulurkan amplop coklat itu, lalu tanpa banyak kata ia mengambil amplop itu dan pergi dari sana.
"A-anak-anakku..."
Wanita itu tersenyum, ia mendekati Renjun yang berada di ambang kesadarannya.
"Ya, anakmu kembar, namun sayang adiknya meninggal."
Renjun terdiam, ia menatap wanita itu dengan pandangan sayu nya, ia menatap wanita itu lekat-lekat sebelum ia benar-benar kehilangan kesadarannya.
Wanita itu tersenyum miring, ia melepaskan masker yang menutupi setengah wajahnya lalu menatap Renjun yang sudah tidak sadarkan diri.
"Ck ck ck, kasihan sekali kau Huang Renjun."
Tbc.
Gimana nih?
Lanjut gak?
Oh, ini aku terinspirasi dari drachin yang aku tonton di fizzo😭
Aku suka hehe makannya aku inisiatif bikin ini cerita, tapi aku usahain gak terlalu sama kok, jadi kalo misalnya ada yang merasa gak asing sama alurnya nanti mungkin kalian pernah liat atau nonton?
YOU ARE READING
Swapped Twins [Jaemren]
FanfictionHuang Renjun pemuda manis asal China itu tidak sengaja memergoki kekasih dan adik tirinya sedang bermesraan di salah satu kamar hotel dan mendengar semua pembicaraan mereka. karna di selimuti amarah dan sakit hati ia dengan gelap mata hendak menusuk...
![Swapped Twins [Jaemren]](https://img.wattpad.com/cover/403641364-64-k139206.jpg)