Di tengah hiruk pikuk Seoul yang modern, tersembunyi sebuah kafe yang hanya muncul bagi mereka yang kehilangan arah hidup.
"MIRAGE CAFÉ," tempat waktu seolah berhenti.
Taehyung - barista perempuan dengan senyum menenangkan - menyeduh kopi yang bisa...
"Di antara hujan dan waktu, ada Cafe yang hanya muncul bagi jiwa yang tersesat."
GENRE
Slice of Life · Romance · Mysteri · Surreal · Urban Folklore
PROLOG
Seoul, tengah malam. Lampu kota berpendar di bawah hujan tipis, seperti serpihan kaca yang menari di udara. Di gang sempit yang tak pernah terlihat di peta, berdiri sebuah kafe kecil bertuliskan papan kayu kusam: "MIRAGE CAFÉ." Pintu kayunya berderit lembut setiap kali ada tamu baru datang - biasanya mereka yang tak tahu bagaimana cara kembali pulang.
Di balik meja bar, seorang perempuan menyeduh kopi tanpa suara. Matanya teduh, tapi di balik irisnya ada pantulan masa lalu yang tak pernah lenyap. "Selamat datang di Mirage Café," ucapnya. "Satu cangkir untuk melupakan, atau mengingat?"
Dan di sudut ruangan, seorang pria duduk sendirian - memandangi jam dinding yang tak pernah bergerak. Namanya Jungkook. Orang bilang, dia sudah duduk di sana selama beberapa tahun.
BLURB
Di tengah kota yang tak pernah tidur, ada tempat yang tak bisa ditemukan siapa pun — kecuali oleh hati yang tersesat.
MIRAGE CAFÉ, kafe yang hanya muncul saat jiwa manusia berada di antara harapan dan kehilangan.
Taehyung, sang barista misterius, menyajikan kopi dengan aroma kenangan. Jungkook, pengunjung abadi yang tak pernah menua, menyimpan rahasia yang bahkan waktu tak sanggup menjawab.
Saat batas antara dunia nyata dan dunia roh perlahan memudar, keduanya terjebak dalam kisah yang menguji makna cinta, waktu, dan keberadaan itu sendiri.
Sebab di Mirage Café, setiap cangkir kopi menyimpan cerita — dan tak semua yang datang bisa pergi lagi.
Mirage Café muncul di tempat berbeda tiap kali hujan turun di Seoul.
Hanya mereka yang sedang kehilangan arah hidup — atau punya hubungan dengan dunia roh — yang bisa menemukannya.
Di dalamnya, waktu berhenti. Di luar, dunia terus berjalan.
Setiap cangkir kopi adalah jembatan antara kenangan dan keabadian.
CAST
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.