Prolog

13 3 2
                                        

Hujan.
Kayak biasa, jatuhnya pelan tapi suaranya berisik banget di telinga.
Kayra duduk di pojokan kamar, lampu redup, tangan dingin nempel di lantai. udah berapa jam? dia juga gak tahu.

Yang kayra tahu cuma satu: ada suara.
Bukan dari luar. Dari dalam kepala.
Pelan banget, tapi jelas.

"Kalau aja waktu itu kamu diem di rumah..."

Wajah kayra tersentak pucat, tangan ny mengepal kuat.. kuku jari mulai melukai telapak tangan.
Kayra nyengir kecil, tapi rasanya kayak ketawa di tengah luka yang belum kering.
Sial, kenapa suara itu masih ada? Udah lama kan kejadiannya?
Tapi setiap hujan turun, semuanya balik... pecahan kaca, tatapan penuh makian, suara bentakan , jeritan pendek... semua muter kayak kaset rusak.

Tangannya gemetaran. Kayra genggam diri sendiri, nahan napas.
Cermin di depan meja rias mantulin wajah pucatnya.. mata bengkak, bibir kering, tapi tetap senyum.

Dia bisik pelan, hampir kayak ngomong ke bayangan sendiri. "Mama, apa waktu itu... aku yang salah?"

Angin lewat dari jendela yang kebuka sedikit. Tirai bergoyang, dan suara hujan makin kenceng.
Kayra ngedongak, liatin langit abu-abu yang kayak gak pernah capek.

Dalam hati, dia ngerasa aneh .. kayak dunia lagi nyoba ngingetin sesuatu yang udah dia lupain.
Sesuatu yang gak mau bangun.
Atau jangan-jangan... sesuatu yang dia sengaja kubur?

FOTO KELUARGA

FOTO KELUARGA

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

'PAPA'

NAMA: Zerga Alrescha Pramista

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

NAMA: Zerga Alrescha Pramista





Saya aisyah nabila pembuat karya ini. Ingat karya ini hanya fiksi.
Saya minta mff jika ada kalimat yang typo atau monoton sayaa pemula dan ini novel pertama yang berani saya terbitkan dan saya menerima kritik dan saran bukan roasting.

JANGAN PLAGIAT😤😤
'hargain penulis'

KAYRAWhere stories live. Discover now