1. The Mistaken Night 💋🔞

17.6K 471 7
                                        


────୨ৎ────


Tirai kesunyian malam telah lama menyelimuti kota metropolitan yang tak pernah benar-benar tidur. Di balik dinginnya udara yang menyengat dan gemerlap lampu kota yang berkedip-kedip bagai bintang palsu, sebuah hotel mewah bintang lima menjadi tuan rumah bagi perhelatan akbar-penghargaan bagi para insan perfilman. Limusin hitam berjejer rapi di depan lobi megah, mengeluarkan selebriti-selebriti yang berbalut pakaian termahal dari desainer ternama. Di sanalah segala kilau dan glamor berkumpul, namun juga menyimpan awal dari sebuah kisah yang keliru, sebuah pertemuan yang akan mengubah takdir dua insan secara dramatis.

Sylus Damien Onychinus berdiri di balik jendela suite-nya yang luas di lantai paling atas, menatap kota di bawahnya bagai seorang raja yang mengamati kerajaannya. Dari ketinggian ini, manusia hanyalah titik-titik kecil yang tak berarti, mobil-mobil bagaikan semut yang merayap di jalur mereka. Jas Armani hitam yang melekat sempurna di tubuhnya yang atletis menambah aura kuasa dan intimidasi yang selalu ia pancarkan. Matanya, sebening kristal namun sedingin es, menyapu pemandangan kota tanpa ada cahaya kehangatan yang tersisa. Acara penghargaan tadi membosankan. Penuh dengan senyum palsu dan pujian yang dibuat-buat dari orang-orang yang ingin mendapat bagian dari kekayaannya. Dia lebih memilih kesepian yang produktif di kamarnya, merencanakan langkah bisnis berikutnya-atau mungkin, membersihkan noda yang dibuat oleh rival-rivalnya yang terlalu bernafsu menantang kekuasaannya.

Dengan sedikit menghela napas, ia melepas jasnya dengan gerakan anggun dan melemparnya ke sofa kulit berwarna putih impor Italia. Ia baru saja akan menuangkan segelas wiski tua berusia 30 tahun ketika suara berisik di luar pintu suite-nya memecah kesunyian yang ia nikmati.

Tok.. Tok.. Tok!

Suara ketukan pintu yang berulang-ulang, tidak sabar dan berirama kacau, seolah si pelaku sedang dalam kondisi panik atau tidak waras.

Sylus mengerutkan keningnya yang tegas. Tidak ada yang berani mengganggunya di jam seperti ini, apalagi dengan cara yang begitu tidak sopan. Bahkan staf hotel paling senior pun tahu betul untuk tidak mengganggu "The King" Onychinus-julukannya di dunia bisnis yang kejam. Siapa pun itu, mereka sangat lancang. Dengan langkah geram, ia berjalan mendekati pintu berukir itu dan tanpa melihat ke peephole, dia membuka pintunya dengan kasar.

Sosok itu nyaris terjatuh ke dalam pelukannya.

Seorang wanita.

Wanita dengan gaun malam panjang berwarna merah yang berkilauan tertempel tak karuan di tubuhnya yang ramping, rambutnya yang hitam dan panjang terurai tak karuan menutupi sebagian wajahnya yang merona. Dia terhuyung-huyung, dan bau alkohol yang kuat langsung memenuhi udara di antara mereka-campuran anggur mahal dan sesuatu yang lebih manis.

"Hei... ini kamarku," gumamnya, suaranya pelo dan berat. Matanya yang berwarna hazel nan cantik sayup-sayup terbuka, mencoba fokus pada Sylus yang berdiri kaku di hadapannya seperti patung marmer yang hidup.

"Kau salah kamar," ucap Sylus dengan suara rendah dan datar, penuh peringatan yang bisa membuat siapa pun yang waras langsung mundur ketakutan.

Tapi wanita itu sudah tidak bisa mendengar logika. Dia menyenderkan tubuhnya pada bingkai pintu, matanya menerawang. "Panas sekali di sini," keluhnya, tangannya yang mungil dengan kuku yang dicat sempurna mencoba meraih garis leher Sylus yang tegas.

Sylus menangkap pergelangan tangannya dengan kasar. "Kau seharusnya pergi." Sentuhannya keras, tapi tidak menyakiti-sebuah peringatan terakhir.

Namun, perlawanannya justru seperti bensin yang menyulut api bagi wanita mabuk itu. Hellenna-tanpa Sylus tahu siapa dia-melihatnya sebagai sebuah tantangan. Dalam keadaan tak waras, naluri menggoda yang biasanya ia pendam sebagai seorang publik figur justru keluar tanpa kendali.

[END] THE KING  |  SYLUSStories to obsess over. Discover now