1

7.8K 295 30
                                        

Langit malam itu bergelayut pekat, bagaikan noda tinta yang tumpah di atas kertas. Kota terhampar dengan kilau lampu, namun kegelapan terasa lebih berkuasa daripada cahaya. Di atas salah satu gedung tertinggi, sebuah ruangan bergaya klasik dengan dinding kayu gelap dan jendela besar yang menatap langsung ke kota, berdiri seorang lelaki dengan tubuh tegak dan sorot mata setajam bilah pedang.

Uchiha Sasuke.
Nama itu bergaung seperti mantra yang mematikan di kalangan mafia. Ia bukan sekadar pewaris, ia adalah pemimpin—tulang punggung organisasi Uchiha yang dikenal dengan reputasi berdarah. Bagi banyak orang, ia adalah iblis yang menjelma manusia, dingin tanpa ampun, dan haus akan pengendalian.

Malam itu, jemarinya mengetuk perlahan permukaan meja kayu mahoni, menciptakan ritme halus yang justru membuat keheningan terasa semakin mencekam. Sebatang rokok terbakar di antara jarinya, asapnya menari di udara, berpilin seperti bisikan neraka. Pandangan matanya terlempar jauh ke luar jendela, menatap lampu-lampu yang berkerlap-kerlip di kejauhan. Seolah kota itu adalah papan catur besar, dan ia adalah raja yang menggerakkan bidak-bidaknya.

Pintu besar berlapis baja berderit pelan. Seorang lelaki berambut pirang masuk dengan langkah tegas, mengenakan jas hitam yang pas di tubuhnya. Matanya biru, tajam, namun memantulkan kesetiaan yang tak tergoyahkan. Dialah Naruto Uzumaki—tangan kanan Sasuke, orang kepercayaannya, satu-satunya yang berani berbicara langsung tanpa harus takut kehilangan nyawa.

Naruto berhenti beberapa langkah di hadapan meja, lalu menundukkan kepala sedikit. "Sasuke." Suaranya dalam, serius, jauh berbeda dari orang kebanyakan yang gemetar ketika berhadapan dengan pemimpin Uchiha itu.

Sasuke tidak berbalik. Hanya suara beratnya yang terdengar, dingin dan menyeramkan. "Katakan."

Naruto menarik napas panjang sebelum menyampaikan kabar yang seakan membakar tenggorokannya. "Kizashi Haruno... mengkhianati kita. Ia menjual aset—perhiasan, senjata, bahkan sebagian saham perusahaan cangkang kita—kepada kelompok Oto."

Asap rokok terhenti sejenak di udara. Sasuke tidak bergerak, namun aura ruangan seakan runtuh bersama kalimat itu. Nama Kizashi Haruno bukan nama kecil. Ia adalah salah satu anak buah lama, orang yang dulu bersumpah setia. Kesetiaan yang kini terbukti rapuh, runtuh seperti kaca yang pecah.

Naruto melanjutkan dengan nada getir, "Aliran keuangan kita berantakan. Beberapa rekening sudah dibekukan. Informasi ini kudapat dari dua sumber berbeda. Ia sudah kabur. Tidak ada jejak... kecuali satu."

Baru kali ini Sasuke berbalik, menatap Naruto dengan mata hitam kelam yang menyimpan bara tak terbendung. "Satu?" tanyanya datar.

Naruto mengangguk. "Putrinya. Ia ditinggalkan begitu saja di rumah kumuh mereka. Kizashi pergi tanpa membawa apa-apa, bahkan tidak membawa darah dagingnya sendiri."

Keheningan kembali menyelimuti. Hanya terdengar detik jam di dinding, berdetak seakan menghitung mundur waktu menuju maut. Sasuke mematikan rokoknya dengan tekanan keras, lalu duduk perlahan di kursi kulit hitam yang menyerupai singgasana. Ia bersandar, jemarinya menyatukan diri, dan bibirnya menekuk sebuah lengkungan tipis yang bukan senyuman, melainkan garis penuh ancaman.

"Haruno..." gumamnya pelan, seakan nama itu adalah kutukan. "Anjing tua itu berani menjualku, menjual keluargaku, menjual kehormatanku... hanya demi sedikit kebebasan."

Naruto menunduk, menunggu perintah.

Sasuke mengangkat dagunya sedikit, sorot matanya menusuk. "Cari dia. Cari sampai ke dasar neraka sekalipun. Tapi sebelum itu..." ia terdiam sejenak, bibirnya bergerak lambat. "...bawa gadis itu kepadaku."

Naruto mengangkat pandangan, sedikit ragu. "Kau ingin... putrinya?"

Sasuke menatapnya tajam, seolah pertanyaan itu adalah kebodohan besar. "Ayahnya sudah menjual darahku kepada musuh. Maka aku akan menuntut darahnya sebagai gantinya. Jika si tua itu berani lari, maka biar anaknya yang menebusnya. Tidak ada pengkhianat yang dibiarkan bernapas, bahkan keluarga mereka pun harus membayar."

Captured by the Devil 🔞 ✅Stories to obsess over. Discover now