>>>Bahasa Indonesia<<<

15 4 1
                                        

Penyesalan selalu datang di akhir namun kita tak bisa menghindari takdir.

Faralin Shanaya Fitri, Siswi berprestasi dan jadi kebanggaan SMA pelita Nusantara, Ia memiliki sebuah impian yang selama ini ia pendam karena ke dua orang tuanya, Suatu hari saat Fara pulang dari Sekolah.

Mama."Apa-apaan ini Fara!, Kenapa nilai kamu turun jadi 85?"

Fara."Memangnya kenapa ma?, bukankah nilaiku udah bagus"

Mama."Bagus dari mananya, lihat kakakmu Vera, ia dapat nilai 100 sempurna di seluruh mata pelajaran"

Fara."Mah, sampai kapan mama mau bandingin aku terus sama kak Vera?, Kami tu beda mah!"

Mama."Kalian tu sama, sama-sama calon dokter, sama-sama anak mama, kenapa kamu gak bisa sih jadi kayak kakakmu"

Kemudian Fara berjalan menuju tangga"Udahlah mah, aku capek"Ujar Fara dengan raut wajah kecewa

Mama."Fara!, Mama belum selesai bicara"

Di kamar, Fara menangis.

Fara."(Suara gemetar)Aku... aku gak mau jadi dokter... aku punya impianku sendiri"

Tok Tok Tok.
Suara ketukan dari balik pintu kamar.

Vera."Ra, kamu di dalam?, kakak boleh masuk?, gak ada siapapun kok, cuma kakak"

Fara membuka pintu.

Vera."Kamu kenapa Ra?"

Fara."Oh... gak kok kak, aku gak papa"

Vera."Apa karena ucapan mama tadi?"

Fara terdiam sejenak lalu ia menunduk.

Fara."Kak... kenapa sih mama selalu maksa aku jadi dokter, padahal kan aku gak mau... aku punya impianku sendiri..."

Vera."Kakak ngerti kok Ra, kakak juga gak mau jadi dokter"

Fara."(mengangkat kepala) Lalu kenapa kakak mau jadi dokter gigi?"

Vera."Ya... itu karena mama, Sebenarnya kakak ingin jadi pilot, tapi papa dan mama gak ngizinin dan akhirnya kakak nurut aja buat jadi dokter, kakak akan selalu dukung kamu kok Ra"

Fara."Makasih kak"

Di sekolah Pelita Nusantara.

Bu Hana."Yang mendapat nilai tertinggi pada praktik kali ini adalah... Fara!"

Tepuk tangan memenuhi ruang kelas

Sara."Wah... selamat ya Fara"

Viona."Cerpen buatan kamu tuh bagus banget Ra, kamu bisa jadi seorang animator loh"

Sara."Iya, apa lagi kamu jago ngedit"

Fara."Makasih teman-teman, Animator ya..., dulu aku pernah mau jadi Animator, tapi sekarang..."

Sara."Pasti karena orang tuamu ingin kamu jadi dokter kan"

Fara."(Murung) Yah..., Semua keluargaku dokter, jadi wajar aja kalo orang tuaku mau aku jadi dokter juga"

Bu Hana."Anak-anak, kemasi barang-barang kalian karena sebentar lagi jam pulang"

Seluruh siswa bersorak.
"Yeeeeeeeaaaaaayayayayyayayaiiiiii!!"

Sore harinya Di rumah, Segelas kopi di minum oleh Ayah Fara dan Vera, Lembaran buku di balik oleh Ibu mereka, Suara Pena yang menari di atas kertas memenuhi ruangan.

Mama."Fara kamu udah nentuin mau jadi dokter apa?"

Vera."Mah, sehari saja bisa gak sih jangan bahas profesi dokter"

Papa."Memangnya kenapa Vera?, Kamu udah nentuin mau jadi dokter gigi, dan Fara... dia belum ngasih tahu mau jadi dokter apa"

Fara."(Suara pelan)Aku gak mau jadi dokter mah, pah"

Mama."Mau jadi apa kamu kalo gak mau jadi dokter?"

Fara."Seorang animator dan Fotografer, aku mau membuka studio Foto dan"

Mama."(Menyela) Fotografer?, apa bagusnya, mending jadi dokter, gajinya tinggi, perbulan, kalo Fotografer mah harus nunggu pelanggan, belum tentu datang gaji perbulan kalo buka Studio"

Fara."Tapi kan ma,(Menaikan nada bicara)itu impianku, aku gak mau jadi dokter"

Papa."(Menampar Fara)Fara...! Cukup ya, kamu tu Uda di kasih hidup enak fasilitas lengkap, tinggal di suruh nurut aja gak bisa,semua Keluarga kita itu dokter, lihat sepupu kamu Elena, sekarang dia jadi dokter kulit dan buka klinik sendiri, Evan anaknya saudara papa sekarang jadi dokter bedah, kamu apa hah! mau jadi beban keluarga kamu!"

Fara menangis dan berlari ke luar.

Vera"(Mengejar Fara) Fara.."

Fara berjalan menyebrangi jalan raja, tanpa sadar ada mobil truk yang melintas.

Fara."KYAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!"

Vera."FARA!!!!!"

Fara tidak bisa selamat dari kejadian tersebut, dan sejak itu, orang tua Fara diselimuti penyesalan yang sangat dalam

Beberapa hari setelah kejadian tersebut di malam hari yang tenang.

Vera."Mah, Pah, yang di katakan Fara ada benarnya"

Mama."Maksud kamu apa Vera?"

Vera."Kami berhak menentukan jalan kami sendiri, dan... aku sebenarnya gak mau jadi dokter, aku mau jadi pilot"

Papa."Benar, kita sebagai orang tua harusnya mendukung anak bukan memaksa mereka, kita hanya bisa menegur saat mereka salah jalan"

Mama."Iya pah, Mama gak akan ngulangin kesalahan yang sama lagi, yaitu memaksa anak untuk jadi apa yang tak mereka inginkan, kamu bebas jadi apa yang kamu mau Vera"

Vera."Makasih mah"

Satu tahun kemudian, SMA pelita Nusantara mengadakan acara kelulusan dengan sangat meriah.

Papa."(Bangga)Selamat ya Vera, sekarang kamu udah lulus SMA, dan semakin dekat dengan impianmu"

Mama."Selamat ya sayang, anday Fara juga bisa merasakan, rasanya lulus SMA"

Vera."Makasih Mah, Pah, ouh ya, ini buku latihan Fara saat masih kelas 11, Fara selalu dapat nilai tertinggi untuk menulis cerpen, Puisi, pantun, dan masih banyak lagi, coba deh Mama Papa liat isi bukunya, aku suka banget loh sama Cerpennya Fara(Vera memberikan Buku latihan Fara ke orang tuanya)"

Mama menerima buku tersebut, mereka membuka buku itu dan...

Mama."Fara..., Maaf mama telat dukung impian kamu nak(Setetes air mata mengalir)"

Vera."Udah Ma, udah, Vera yakin Fara pasti udah maafin Mama, Mama jangan nangis lagi, nanti Fara juga ikut sedih"

~TAMAT~

 BURIED DREAMS  (IMPIAN YANG TERPENDAM)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang