bab:1

123 6 0
                                        

Brumm.....

Brumm.....

Suara deru motor memasuki mansion yang sangat besar .

Dia adalah Altarezza derren Bagaskara
Cowok dengan sejuta pesona yang bikin para kaum hawa memekik ingin mendekatinya Derren adalah cowok yang tak punya hati dengan sorot mata yang tajam , irit bicara , badan yang kekar dengan muka seperti malaikat

Derren turun dari motor nya menuju mansion

Huff...
Helaan nafas terdengar dari mulutnya , apa lagi yang akan terjadi saat ini . Pikirnya

Tak
Tak
Tak
Langkah kaki nya memasuki mansion dengan muka tanpa ekspresi nya
Baru beberapa langkah ......

PLAK !!

Kepala Darren menoleh ke kiri oh sungguh dia udah muak dengan drama ini keluarganya yang slalu mencapnya dengan anak HARAM !! . Derren di buat pusing sebenarnya dia anak kandungnya gk sih .

" Dari mana aja kamu ha !!! Anak sialan !! Sudah 3 hari tidak ada sekolah dan pulang !! Mau jadi preman kamu !!!? Dasar anak haram !! Buat malu !! " Bentak seorang lelaki paru baya

Derren berdecih , apa pedulinya mereka
" Kenapa ? Gua ke mana, itu bukan urusan mu pak tua . Urus saja anak jalang mu itu siapa namanya ? Oh ya Nadira ya cih .. jalang murahan ." Ucap nya santai dengan memandang Roy ayahnya datar

Bugh...

Satu pukulan mendarat di perut derren dengan kuat ." Dia adik mu derren !!! Jaga bicara mu !!"

" SUDAH BERAPA KALI SAYA TIDAK PUNYA ADIK SAYA ANAK KEDUA DAN TERAKHIR . Dan keluargaku cuman KK Devan dan anda hanya sampah di mata saya CAMKAN ITU PAK TUA. Anda bilang jaga bicaramu? Oh maaf siapa anda yang seenak jidat mengatur saya . Bukanya saya bukan anak anda bahkan anda sendiri yang bilang "

" KAU__

"Kakak!!jangan kasar sama ayah di ayah kakak " teriak seorang perempuan yang ber lari dari dapur langsung memeluk Roy dari samping

Derren yang mendengar itu hanya menaikkan sebelah alisnya " kau siapa saya , jangan coba mengatur dasar jalang "

Plak..

" Dasar nakal kau tidak puas ha!!! Dengan hukuman ayah kasih ke kamu selama ini !!" . Marah Roy
.
Derren mengepal kan tangan nya saat melihat Nadira tersenyum remeh ke padanya " Sebenarnya aku atau dia anak ayah ? Kalau aku kenapa selalu dia yang ayah puji dan sayangi sedangkan aku mana kata itu TIDAK ada kan ? Cih ..kau pilih kasih tuan . Anak mu selalu menunggu kata itu sejak lama bahkan semua hukuman tembak , cambuk siaksaan menyedihkan aku masih berharap tapi apa yang ku dapat hanya kata cemooh saja yang ku dapat . Saat itu aku hanya kak Devan yang sayang sama derren obati luka derren tapi kenapa ayah rebut kebahagiaan itu MENGIRIM KAK DEVAN keluar negri dengan alasan mengambil alih kekuasaan mafia ayah disana . Aku tidak punya siapa hiks.. siapa lagi hiks ayah SAKIT." Lirih ku dengan menunduk

Sedangkan Ayahnya DIAM , tidak bisa berkata kata lagi baru kali ini ia melihat anaknya ini serapuh ini kadang biasanya ia hanya datar keras kepala.

". Sudah cukup aku diam selama ini " lirih ku dengan mengeluarkan sesuatu dari kantung Hoodie ku yang berwarna putih

Mata Roy membulat saat melihat derren mengeluarkan pistol dari dalam sakunya Hoodie nya . " Mau apa kamu ha buang DERREN!!! " Marah nya

Cih..
" Ini yang kau mau bukan " ucap derren dengan mengarahkan pistol tersebut ke kepala nya dann...

DORR...

" DERREN !! " Teriak Roy saat melihat derren tergeletak tak bernyawa dengan darah terus mengalir dari kepalanya

Roy yg terkejut langsung menghampiri tubuh Roy dengan kepala yg ia taruh di pahanya " Hiks.. maaf kan ayah nak.. BANGUN !!! DERREN APA KAU TULI !!
Maaf kan ayah " histeris nya

Sedangkan Nadira yg melihat itu hanya diam dengan tersenyum puas AKHIRNYA.

" BANGUN !! KAU DENGAR !! KAU ANAK AYAH !! MAAF KAN AYAH DERREN ! "
Teriaknya
























Next.






.

Transmigrasi boy Stories to obsess over. Discover now