00 : Prolog

3.6K 124 15
                                        




.

.

Di sebuah rumah megah di tengah kota, keheningan kini terasa mencekam. Rumah yang tak pernah ada kehangatan itu, kini hanya menyisakan bayangan masa lalu, tempat di mana sebuah keluarga yang tidak pernah tampak harmonis perlahan hancur berkeping-keping.

Jema Anggini, sang istri, sudah pergi meninggalkan rumah itu. Satu minggu yang lalu, Fandi pulang dari luar negeri lebih cepat dari seharusnya, dan mendapati kenyataan pahit: istrinya berselingkuh. Rasa kecewa bercampur marah membuatnya melayangkan gugatan cerai, dan pengadilan memutuskan seluruh hak asuh anak jatuh ke tangannya.

Kini, Jema benar-benar pergi. Ia meninggalkan tiga anak laki-lakinya, Shevan Naeris, Zhee Elvanior, dan Aello Airone, kepada seorang ayah yang selama ini jarang hadir di sisi mereka.

Fandi sadar, sejak anak-anaknya kecil ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bolak-balik ke luar negeri, menjalankan amanah orang tuanya untuk mengurus perusahaan, membuat waktunya bersama anak-anak terbuang sia-sia. Hampir tidak ada momen kebersamaan, bahkan kenangan kecil sekalipun.

Dan kini, setelah sekian tahun berlalu, ia harus berdiri di titik nol. Bukan sebagai seorang suami, tapi sebagai ayah tunggal. Ia harus belajar kembali mengenal anak-anaknya, memahami hati mereka, dan mengurus mereka seorang diri.

Bagi Fandi, perjalanan baru ini terasa asing dan menakutkan. Karena yang ia hadapi bukan lagi bocah kecil, melainkan tiga remaja dengan luka, amarah, dan jarak yang begitu lebar darinya.

Fandi sendiri, adalah sosok ayah yang tak pernah benar-benar mengerti bagaimana menjadi orang tua. Sejak anak-anaknya lahir, dirinya tak pernah hadir, terperangkap dalam dunia yang jauh di luar negeri, sebuah kehidupan yang membuatnya tetap merasa seperti lajang, bebas dari tanggung jawab yang sesungguhnya menuntutnya. Hingga Waktu berlalu, anak-anaknya tumbuh tanpa kehangatan dari seorang ayah, dan komunikasi mereka pun minim, hanya sisa-sisa pesan pendek yang tak pernah cukup untuk memahami hati satu sama lain.

Shevan Naeris Elvaric, anak sulungnya, kini berusia 18 tahun dan sedang menapaki semester pertama kuliahnya. Fandi tak pernah benar-benar mengenal karakter Shevan. Segalanya terasa kabur, seperti ada dinding tebal yang memisahkan mereka selama bertahun-tahun.

Zhee Elvanior Elvaric, anak keduanya, 17 tahun, sedang berada di ambang kelulusan SMA. Fandi hanya tahu satu hal tentang Zhee, mulutnya pedas dan sulit diatur. Itu saja. Ia tak pernah melihat sisi lembut atau rapuh dari anaknya, sisi yang mungkin hanya bisa ditangkap oleh kehadiran dan perhatian seorang ayah yang konsisten.

Dan Aello Airone Elvaric, si bungsu, berusia 15 tahun dan kini duduk di kelas 1 SMA, bersekolah di tempat yang sama dengan Zhee. Meski bungsu, Aello sama sekali tidak mencerminkan anak manja atau di sayangi oleh kakak-kakaknya. Justru sebaliknya, ia adalah yang paling pemberontak, keras kepala, dan berani menentang batasan, seolah menantang Fandi untuk hadir dan benar-benar memahami siapa dirinya.

Sekarang, Fandi berada di persimpangan hidupnya. Ia bukan hanya seorang ayah yang baru kembali hadir, tapi juga seorang ayah tunggal. Dan di dalam dirinya, masih ada sisi bocah yang belum pernah matang. Pertanyaan kini mulai bergelayut di udara: apakah Fandi bisa mengambil kembali peran ayah yang selama ini ia lewatkan? Apakah ia bisa menembus tembok jarak dan rasa canggung untuk menyentuh hati ketiga anaknya, menanamkan kepercayaan dan kasih sayang yang selama ini hilang?

Fandi sadar, ia tak bisa mengubah masa lalu. Tapi mungkin, jika ia bersedia menaruh seluruh kesadarannya, menurunkan ego dan belajar dari kesalahan, ada secercah harapan, bahwa cinta seorang ayah, meski terlambat, masih bisa tumbuh dan menyembuhkan retakan yang selama ini terbentuk. 




















































......

Cast :

Fandrian Elvaric

Shevan Naeris Elvaric

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Shevan Naeris Elvaric

Zhee Elvanior Elvaric

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Zhee Elvanior Elvaric

Zhee Elvanior Elvaric

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Aello Airone Elvaric

Aello Airone Elvaric

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

....

Siap Ikutin Cerita Mereka??
Dijamin Ketawa sambil Nangis☺️

Saat Papa Pulang [TERBIT]Stories to obsess over. Discover now