Intuisi yang Tak Didengar

23 1 0
                                        

Kadang kita jatuh cinta bukan karena alasan, tapi karena waktu.

Dan waktu yang salah... bisa membuat cinta itu terasa seperti kesalahan.

...............................................................

Belakangan ini, ada yang berubah.
Bastian mulai jarang membalas pesanku. Nana juga. Dan entah sejak kapan, mereka mulai sering muncul berdua—latihan basket, rapat OSIS, atau katanya cuma "kebetulan ketemu".

Aku mencoba percaya. Tapi firasat itu datang seperti gigitan nyamuk di malam sunyi—kecil, tapi membuatku gelisah sepanjang malam.

Aku tahu, aku terdengar berlebihan. Tapi setelah semua yang kulihat, aku tak bisa terus diam.

"Mereka pasti selingkuh!" seruku, menunjuk foto di ponsel.

"Mereka cuma rangkulan, Sera.. Foto doang. Ga perlu si Karin kamu suruh jadi mata-mata buat motretin orang latihan basket," sahut Fandy. Santai. Menyebalkan.

"Kenapa sih kamu gak pernah percaya? Pacarku dan pacarmu itu selalu di tempat yang sama, berduaan pula! Perlu bukti apalagi?"

Aku mulai kesal. Aku yakin dengan intuisiku, tapi dia selalu menyangkalnya.

"Aku akan datangi tempat latihan mereka di Bogor besok. Aku mau lihat sendiri. Dan kamu juga sebaiknya ikut!"

Fandy terdiam. Wajahnya sulit dibaca. Tapi akhirnya, ia mengangguk.

"Oke. Tapi aku yang nyetir."

Dan seperti itu, misi kami dimulai.

Aku tidak tahu bahwa hari itu akan mengubah banyak hal.
Lebih dari yang bisa kami duga.

******************
💬 Perdana bikin cerita bersambung nih...❤️
Bantu vote atau komentar kalau kamu suka, ya. Setiap respon bikin aku semangat lanjut upload!

Day 1Where stories live. Discover now