Halo semuanya, selamat datang di cerita aku. Buat kalian yang suka wp tentang Persahabat, Drama, atau Romance, kalian pasti cocok sama cerita ini✨✨
Tapi kalo misalnya ada kesalahan di kata atau tanda baca, mohon di maafkan soalnya mimin juga baru belajar bikin cerita wp😭🙏🏻
Semoga cocok ya, dan terhibur semuanya✨✨
HAPPY READING⭐
•
•
•
Azaela Kinata Bimantara seorang gadis cantik, cerewet, ceplas-ceplos, dramatis dan suka sekali dengan permen rasa jeruk.
Dia lahir dikeluarga yang bercukupan, keluarga mereka terdiri dari saudara laki-lakinya Febrian Algi Bimantara yang kini sedang berkuliah diluar negri. bundanya bernama Reihana Bimantara seorang ibu rumah tangga yang suka memangang kue, dan ayahnya bernama Baskara Bimantara seorang Maneger di suatu perusahaan ternama dikota itu.
Ada aroma yang khas dari arah dapur yang membuat semua orang ingin kesana, terdapat seseorang yang sedang memanggang roti disana. siapa lagi kalau bukan bunda.
"Hm baunya enak banget." Ujar seorang gadis yang berjalan mendekat kearah bunda
"Eh aca, kamu udah bangun ya tapi serius? sepagi ini bangunnya tumben.."
"Bangun pagi salah, bangun siang salah. Serba salah banget jadinya." Ocehan Aca yang sudah mulai dramatis
"Bercanda doang kok, lebay kamu ihh. Nih lebih baik kamu bantuin bunda." Aca mendekat dan mulai membantu bundanya memotong roti yang sudah dingin dan meletakkan di sebuah piring.
Matahari sudah mulai terbit. Setelah mandi Aca bersiap siap untuk pergi ke sekolah, ia menuruni tangga agar bisa sarapan bersama dimeja makan.
"Pagi ayah, pagi bunda." Sapaan hangat dari Aca kepada ayah yang sedang duduk di kursi sambil menonton berita di televisi dan bunda yang sedang mundar mandir untuk menyiapkan sarapan.
"Pagi sayang ayo sini makan." Jawab bunda sambil tersenyum.
"pagi juga sayang." Jawab ayah yang mulai berdiri berjalan ke meja makan.
Aca turun kebawah dan duduk di kursinya. Bunda mulai mengambil potongan roti dan selai stroberi yang bunda buat kepada Aca.
"Ini ya sayang makan ya." Ucap bunda dengan lembut kepada aca.
"Makasih bun, tapi bun lain kali buatin selai yang rasa jeruk ya."
"Iya iya sayang, nanti tunggu selai stroberi ini habis dulu ya."
Aca mengangguk pelan karena setuju. Setelah itu, ayah dan Aca berangkat bersama menggunakan mobil pribadi milik ayah. Ia mengantar gadis itu ke sekolahnya.
"Ingat ya aca, jangan nakal nakal ya."
"Iya yah tenang aja." Aca salam tangan ayahnya dan ayah pergi berangkat ke kantornya.
"ACAA!!" Teriakan seseorang, Aca mengarahkan pandangannya ke suara teriakan itu, terdapat ada tiga orang cewek disana, yang sedang melambaikan tangan seakan akan sedang memanggil aca, mereka adalah teman temannya. Aca berlari kearah mereka. Tiba-tiba ada cowok yang menarik perhatian Aca lewat didekat mereka.
"ACAA." Teriak mereka dengan antusias dan dramatis yang sedang mengulurkan tangan mereka seakan ingin memeluk Aca.
Aca berlari melewati mereka, mereka mematung dan dia berhenti didepan cowok itu.
"Hai Alaska, pagii!" Sapaan aca kepada cowok yang berwajah datar itu Aditya Alaska Adidharma namanya.
"Minggir." Jawab Alaska dengan dingin tanpa menjawab sapaan Aca, dan berjalan meninggalkannya yang sedang berdiri, gadis itu membalikkan badannya ke arah cowok itu.
"Alaska!! kenapa kamu gamau nerima aku sih, aku suka sama kamu!!" Teriak gadis itu dengan keras seketika pandangan orang orang sekitar mengarah kepadanya.
"Karena gua gak suka sama lo." Jawab cowok itu tanpa membalik badannya ke belakang dan berjalan meninggalkan gadis itu sendrian.
"Aca, kampret lo kita tadi udah excited tauu!! mau peluk lo malah lo lewatin kita." Ucap salah satu gadis bernama Yuna
"Tau tuh si aca, malah milih si kulkas daripada kita." Seru Neysa
"Aca lo gapapa kan?" Tanya Bianca kepada Aca yang sedang berdiri tanpa suara.
"Woi aca lo kenapa?" Tanya Yuna yang sedang menggoyangkan badan Aca. Terlihat wajah Aca sedang tersenyum.
"Wahaha seram banget anjirt" Ujar Nesya yang sedang memotret wajah aca yang sedang tersenyum menyeramkan.
"Udah woi cukup, gue gapapa. Kalian kenapa sih? ganggu banget!!" Ucap Aca dengan nada kesal.
"Lah kocak, ganggu katanya udah gila ya lo, harusnya abis digituin nangis anjir, ini malah senyum-senyum gak jelas, aneh lo." Ucap Yuna.
"Gue senyum karena tadi, bubub Alaska pas marah tuh ganteng banget, iii gemes." Jawab aca dengan nada centilnya. Make nih orang.
"Wahaha lo lihat nih wajah lo pas senyum tadi seram banget." Timpal Neysa yang sedang menertawakan foto aca sambil menunjukkan foto aca yang tadi tersenyum menyeramkan = salting.
"Guys kayaknya kita harus pergi dari sini deh, semua orang lihatin kita." Ucap bian.
Mereka pergi meninggalkan tempat itu karena banyak mata yang tampak sinis memandang kearah mereka. Mereka berempat berjalan sepanjang koridor.
"Tapi gue heran ya sama lo ca, udah ditolak berkali-kali tapi masih aja ngeyel." Ucap Yuna dengan frustasi. ya jelas lah kan cegil.
"Gue bakalan tetap kejar dia, pokoknya dia harus jadi milik gue."
"Buset dah, gila lo." Seru bian yang keheranan melihat tingkah laku Aca.
"Lah kan emang gila bi." Ujar Nesya sambil berjalan melihat ponselnya.
"Hal-
TBC..
Halo halo semuanya panggil aku may aja, terimakasih banyak yang sudah mampir di cerita aku🫰🏻🫰🏻
Gimana seru gak? kiw kiw😻😻
Prolog nya sampai disitu ya guys..
Nanti lanjut ke bagian satu, oke??
jangan lupa komen+vote ya kalau baca⭐
sampai jumpa di bagian selanjutnya ✨✨
i love all💞💞
BABAII👋🏻👋🏻...
YOU ARE READING
CINTA TUMBUH DIWAKTU SENJA
FanfictionAzaela Kinata Bimantara dipanggil Aca gadis ceria dan dramatis. Ia memiliki perasaan kepada ketua osis. Aditya Alaska Adidharma namanya cowok paling berprestasi dan ganteng yang membuat semua cewek kagum dengannya, tapi Aca adalah cewek yang blak bl...
