Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Bab 1 - Dragged Flesh

457 22 12
                                        

Cling. Cling. Cling.

Suara benturan logam terdengar berulang dengan irama monoton. Setiap bunyi itu menggema di antara bukit-bukit pasir yang membentang sejauh mata memandang.

Tidak keras, tapi cukup tajam untuk menusuk telinga, menandai ritme sebuah perjalanan yang penuh penderitaan.

Di tengah hamparan gurun yang panas dan luas, rantai-rantai besi saling bergesekan di atas permukaan pasir yang panas membakar.

Gesekan itu meninggalkan jejak panjang, sejajar dengan barisan tapak kaki yang terhuyung-huyung, milik orang-orang yang dipaksa berjalan tanpa tujuan selain memenuhi kehendak majikannya.

Panas dari matahari begitu menyengat, memantul dari butiran pasir, menciptakan gelombang udara yang membuat pemandangan tampak bergetar.

Rantai-rantai yang terikat pada tubuh para budak itu. Mereka tidak hanya mengikat tangan dan kaki, tetapi juga leher yang membuat mereka kesulitan bernafas.

Bagi mereka, rantai-rantai itu bukan benda biasa. Mereka adalah penanda dari nasib buruk yang menimpa, peringatan akan kehidupan yang telah berubah selamanya. Hari-hari mereka hanya berisi kerja paksa, rasa sakit, dan ketidakpastian.

Di antara barisan budak, ada seorang gadis bernama Ania. Usianya masih 17 tahun, namun gurat wajahnya memperlihatkan sesuatu yang lebih tua. Sorot matanya kosong, nyaris tak berkedip, seperti orang yang telah kehilangan semua alasan untuk berharap.

Rambutnya berwarna hitam dengan panjang sebahu, tapi tak pernah dirawat. Debu dan keringat membuatnya menggumpal, menempel pada kulit kepala. Wajahnya kusam, kering, dan terbakar matahari. Bibirnya pecah-pecah, dan kulit di sekujur tubuhnya tampak kering.

Tubuhnya kurus dan rapuh, seakan setiap tulang di dalamnya terlihat jelas di balik kulit tipis yang dipenuhi luka. Ia mengenakan kain abu-abu yang dulunya mungkin adalah gaun, tapi sekarang lebih mirip potongan kain yang menempel asal-asalan. Bagian bawahnya compang-camping, bagian atasnya tak beraturan. Tak ada perlindungan dari panas matahari, dan pada malam hari, ia menggigil tanpa pelindung apapun.

Luka-luka lama dan baru menyebar di tubuhnya. Beberapa luka sudah mengering dan menghitam, sementara yang lainnya masih merah muda, terbuka, dan basah, seakan belum sempat sembuh sebelum kembali disiksa. Punggungnya penuh bekas cambukan. Bahu dan lengannya lecet karena rantai yang terus bergesekan dengan kulit. Setiap langkah terasa berat, seolah-olah seluruh tubuhnya menolak untuk bergerak. Tapi ia tetap melangkah, karena tak ada pilihan lain.

Ania bukan satu-satunya budak dalam barisan. Di sekelilingnya, ada sembilan budak lain, semuanya dalam kondisi tak kalah mengenaskan. Lelaki dan perempuan, tua dan muda, mereka semua dirantai satu sama lain-leher ke leher, pergelangan tangan ke pergelangan kaki. Rantai panjang itu membuat mereka harus berjalan beriringan, dan jika satu tersandung, yang lain ikut terjerat.

Mereka semua dikendalikan oleh satu orang: pria yang mereka juluki Si Iblis, Si Keji, Si Bajingan. Ia adalah pemilik mereka, penguasa atas hidup dan mati mereka. Tubuhnya besar dan gemuk, dengan wajah bulat yang selalu menampilkan senyum kecil yang menjengkelkan, bukan senyum ramah, melainkan senyum orang yang menikmati penderitaan orang lain. Wajahnya berkeringat, pipinya merah, dan matanya sipit mengawasi setiap gerak-gerik para budak seperti predator memperhatikan mangsanya.

Pakaiannya mencolok dan mewah. Ia mengenakan jubah panjang berwarna merah terang, terbuat dari kain mahal yang berkilau setiap kali terkena sinar matahari. Di bagian kerah dan ujung lengannya, terdapat sulaman emas berbentuk pola-pola rumit. Ia menunggangi makhluk besar berkaki empat bernama Lavi-hewan mirip unta dengan gabungan kuda, namun bertanduk dan tingginya mencapai 2 meter. Lavi berjalan perlahan, membawa beban berat di punggungnya, dua kotak besar yang diikat kuat dengan tali. Kotak itu berisi semua barang milik Si Iblis-makanan, air, cambuk, dan barang-barang pribadi lainnya.

Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)Des histoires addictives. Découvrez maintenant