Sakura tersentak. Bukan hanya foto yang jatuh. Di samping ranjang, terduduk seorang pria yang tubuhnya sedikit terkulai, seperti baru saja terjatuh. Bayangan samar di sekelilingnya membuatnya tampak seperti hantu. Pria itu mengusap punggungnya yang sepertinya sempat menyentuh dinginnya lantai. "Kenapa kau berteriak malam-malam, Sakura?" Ia terlihat seperti kesakitan.
Sakura beranjak dari tempat tidur, tangannya gemetar saat meraih saklar lampu. Cahaya lampu menerangi ruangan, menyingkap sosok pria itu dengan lebih jelas. Rambutnya hitam kebiruan, berantakan karena terjatuh. Mata kanannya berwarna hitam pekat, sedangkan mata kirinya berwarna ungu, seperti bunga lavender yang lembut. Sorot matanya aneh, seperti menyimpan rahasia yang dalam. Wajahnya... familiar. Sangat familiar. Ia sangat mirip Sasuke.
Napas Sakura tercekat di tenggorokan. Betapa terkejutnya ia. "Apa... lihat-lihat?" tanya pria itu, suaranya sedikit malas. Ia masih terduduk di lantai, memandang Sakura dengan tatapan heran. Tatapannya menusuk, seolah-olah melihat jauh ke dalam jiwa Sakura.
Sakura spontan berucap, "Sasuke-kun..."
Pria itu mengerutkan dahi, keheranan terlihat jelas di wajahnya. "Ada apa?" tanyanya, suaranya terdengar bingung. Ia berdiri, mengelap debu dari bajunya. Gerakannya terkesan canggung, seperti orang yang tidak terbiasa dengan tubuhnya sendiri. "Kenapa kau seperti melihat hantu, Sakura ."
Sakura terpaku di tempat, otaknya masih berusaha mencerna apa yang baru saja dilihatnya. Sosok di hadapannya sangat mirip Sasuke, namun... ada sesuatu yang berbeda. Mata kirinya yang berwarna ungu tua adalah perbedaan yang paling mencolok. Dan, yang terpenting, Sasuke sudah meninggal. Lalu... siapakah pria ini? Dan bagaimana ia bisa ada di kamarnya? Suasana di ruangan terasa dingin, seperti es yang menusuk tulang.
Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya, membuatnya semakin bingung dan tak percaya. Kenangan tentang kepergian Sasuke masih begitu terasa nyata, dan kini, kemunculan pria yang sangat mirip Sasuke ini semakin membuatnya merasa tidak yakin dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Apakah ini mimpi? Ataukah... ada sesuatu yang lebih misterius yang terjadi? Sebuah firasat buruk mulai menjalari tubuhnya.
Sakura melangkah mundur, mata tak lepas dari pria itu. Ia merasa jantungnya berdebar-debar kencang, campuran antara ketakutan, kebingungan, dan... sebuah harapan yang samar. Pria itu... terlalu mirip Sasuke. Terlalu.
Ia mendekati Sakura dengan langkah pelan, tatapannya lembut dan penuh perhatian. Namun, ada sesuatu yang dingin dan tak terbaca dalam tatapannya. "Ada apa, Sakura ?" suaranya menenangkan, seperti bisikan angin malam.
"Siapa kau?" Sakura bertanya, suaranya gemetar. Ia butuh jawaban, ia butuh penjelasan. Kehadiran pria ini terlalu membingungkan, terlalu nyata, namun juga terlalu tidak masuk akal. Keheningan di antara mereka terasa mencekam.
Pria itu tersenyum tipis, senyum yang mirip sekali dengan senyum Sasuke, namun ada sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lebih... misterius. "Aku Sasuke... Yuzuha Sasuke," katanya, suaranya tenang. "Suamimu."
Sakura tercengang. "Tapi... Sasuke-kun sudah..."
"Aku tahu," potong pria itu, suaranya datar. "Aku... berbeda. Aku bukan Sasuke yang kau kenal. Tapi... kita memiliki banyak kesamaan. Nama, penampilan... hampir semuanya sama. Hanya... sifatku yang berbeda." Ia menatap Sakura dalam-dalam, seolah-olah mencari jawaban atas pertanyaan yang belum terucap.
Sakura merasa dunia di sekitarnya berputar. Ini terlalu banyak untuk dicerna. Suami yang mirip Sasuke, namun bukan Sasuke? Sebuah rasa takut dan kebingungan yang luar biasa mencengkeramnya.
Pria itu melanjutkan, "Aku tahu ini sulit untuk dipercaya. Tapi... aku di sini. Dan aku ingin membantumu." Ia mengulurkan tangannya, "Percayalah padaku, Sakura ."
