Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Prolog

221 22 0
                                        


Mereka terlahir dengan takdir mengiringi, dikelilingi keberuntungan, dikelilingi kasih sayang, mereka adalah ke-4 kim yang merasa dunia adalah tempat mereka bersenang senang dan menabur kasih, memiliki harta dan orang tua yang berlimpah kasih sayang tentunya adalah keberuntungan tak terbatas, mereka bahagia hidup di keluarga ini. Ayah kim adalah sosok yang lembut dan bertanggung jawab, satu alasan yang bisa membuat Kim Jeonghan marah adalah melihat ke-4 putri nya tersakiti, terluka, dan menangis. Marah nya tak terkendali seolah olah akan membongkar dunia dengan kemarahan dan kekuasaan yang dimilikinya, satu hal yang dapat membuat ayah kim tenang adalah Eomma kim, dengan kelembutan dan kasih sayang yang dimiliki Kim Yoona mampu meredakan kemarahan keluarga ini, karna sayang nya semua anak kim memiliki keras kepala yang sama seperti sang ayah.

Kim Jisoo dan Kim Jennie sedang menikmati drama kesukaan mereka di ruang keluarga terhenti karena melihat kedua adik nya menuruni tangga.

"Kalian mau pergi kemana?" Suara lembut penuh kasih sayang disertai nada tanya menguar dari sulung kim

"Kalian mau jalan jalan tanpa mengajak kami?" Suara sedikit ketus ikut menyahut dari seseorang yang sedang berbaling di sofa sembari menyimpan kepala nya di pangkuan si sulung, Kim Jennie tak sembarang bertanya demikian karena melihat penampilan kedua adik nya berpakaian rapi.

"Unnie untuk kali ini aku akan menghabiskan waktu dengan uri Lisa tanpa gangguan kalian berdua" Jawaban tak langsung menguar dari anak ke-3 kim dengan nada canda, Kim Chaeyoung.

"Yaa unnie benar sekali biarkan aku menghabiskan waktu dengan kembaran manis ku ini" Sahut si bungsu kesayangan kim, Kim Lisa.

"Jadi maksud mu aku tidak manis?" Nada cemburu mengudara dari Jennie.

"Unnie mengaku saja aku yang paling manis diantara kalian" Chaeyoung menyela sebelum Lisa sempat menjawab

"YAKK!" Jennie bersiap melemparkan bantal ke arah Chaeyoung

"Kajja Lisa kita harus menghindari amukan macan ini" Ujar chaeyoung sambil menarik tangan adik kembarnya dan lari menuju pintu utama

"Aishh dasar Kim Chaeyoung menyebalkan" Umpat Jennie

"Hahahaha sudahlah dia adik mu juga, aku bingung kenapa kalian suka bertengkar" Komentar Jisoo

"Unnie tidak melihat? dia selalu menggoda ku!" Ujar Jennie mencari pembelaan

"Yak kau lupa? jika kau takut petir ketika malam kau selalu menyusup diam diam ke kemar Chaeng?" Mendengar itu Jennie hanya mengerucutkan bibirnya sambil sedikit menunduk

"Yakk jangan seperti itu unnie, itu karena hanya dia yang rela menyanyikan ku lagu hingga tertidur" Teringat kembali di benak jennie ketika malam itu. Hujan badai dan dia tak bisa tidur, adik pertamanya rela menunggu dia terlelap dengan menyanyikan lagu dengan gitar kesayangannya, tak dipungkiri suara indah nya mampu membuat jennie tenang, jangan lupakan pelukan nya itu adalah favorit Jennie meskipun ketiga saudara nya mempunyai pelukan yang nyaman, tapi tetap saja pelukan yang nyaman adalah ketika dia merasa ketakutan dan ada yang memeluknya. Meskipun sering bertengkar Jennie tidak akan mengelak jika dia tak bisa jika tak ada Chaeng dihidup nya, ah tidak jika tak ada ketiga saudara nya, jennie tak bisa.

"Aiguu tentu saja itu karena dia pandai bermain gitar dan mempunyai suara bagus, kau mau aku yang nyanyikan kalo begitu?" Tanya Jisoo canda, Jennie membeku, terakhir dia ingat Jisoo memainkan gitar dengan asal dan suara berisik nya.

"M-mungkin lain kali?" Respon Jennie membuat Jisoo tertawa lepas.

°°°

Mengintip kegiatan yang dilakukan si kembar kim, mereka sedang menikmati ice cream di taman sembari melihat pemandangan anak anak bermain dengan tertawa lepas

ELECTRONICStories to obsess over. Discover now