Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 01.

1.4K 62 3
                                        

Happy Reading
_________________

Park Jong Seong, seorang pemuda cantik dengan wajah lembut dan tatapan yang menyimpan luka, memutuskan untuk merantau jauh dari kampung halamannya.

Pertengkaran tiada akhir dengan kedua orang tuanya membuat hatinya lelah, hingga akhirnya ia merasa bahwa tinggal lebih lama hanya akan memperparah luka yang ada.

Dengan tekad yang kuat, Jong Seong mengambil keputusan besar dalam hidupnya ia pindah ke Seoul, mencoba memulai kembali segalanya dari awal.

Meninggalkan masa lalu dan rasa sakit yang membebani, ia berharap bisa menemukan kedamaian dan jati diri di negeri baru yang penuh dengan peluang, tapi juga penuh tantangan.

Setibanya di Seoul, Jong Seong langsung mencari tempat tinggal yang nyaman-ia ingin memulai hidup baru dengan penuh ketenangan.

Setelah beberapa hari berkeliling, matanya tertuju pada sebuah apartemen mewah di pusat kota.

Harganya memang tidak murah, tapi fasilitas dan pemandangan dari balkon lantai atas membuatnya jatuh hati seketika.

Untungnya, Jong Seong tidak perlu terlalu khawatir soal biaya. Di dompet kulit hitamnya, tersimpan kartu black card eksklusif-tanda status keuangan yang mapan dan hasil dari kerja keras bertahun-tahun sebagai pegawai restoran di Amerika.

dia bukan anak orang kaya, tapi hasil keringat dan dedikasinya selama merantau di negeri asing membuatnya mampu menabung dan hidup mandiri.

Satu tarikan nafas yang dalam, ia menandatangani kontrak apartemen itu. Bukan hanya sebuah tempat tinggal, tapi simbol dari kebebasan barunya.

Mulai hari itu, Jong Seong resmi memulai hidup barunya di Seoul-sendirian, tapi dengan harapan baru.

Sebelum resmi membeli apartemen itu, Jong Seong menemui Tuan Kim, pemilik gedung yang telah mengelola apartemen tersebut selama puluhan tahun.

Pria paruh baya itu tampak terkejut saat seorang pemuda asing, berwajah tenang namun tajam, datang dengan niat bukan hanya menyewa tapi juga ingin tahu lebih dalam tentang seluruh gedung.

"Gedung ini sudah berdiri lebih dari tiga dekade," ujar Tuan Kim, sambil menyesap tehnya.

"Dulu tempat ini hanya terdiri dari lima lantai, sekarang sudah menjadi salah satu hunian paling elit di pusat kota."

Jong Seong mengangguk pelan. Rasa ingin tahunya semakin besar, bukan hanya karena desain interior yang mewah, tapi juga karena suasana gedung itu terasa... berbeda.

Ada nuansa misteri yang membuatnya tak bisa berhenti memikirkan tempat itu sejak pertama kali melihatnya.

"Apa ada sejarah kelam atau cerita khusus tentang bangunan ini?" tanyanya hati-hati.

Tuan Kim tersenyum samar, seolah menyembunyikan sesuatu.

"Setiap gedung tua pasti menyimpan cerita. Tapi jika kau berniat memiliki semuanya... maka semua cerita itu akan menjadi milikmu juga."

Malam itu, Jong Seong kembali ke hotel tempat ia menginap. Pikirannya penuh dengan kemungkinan. tapi keesokan harinya, ia kembali ke kantor Tuan Kim. Dengan penuh keyakinan, ia berkata,

"Saya tidak hanya ingin unit apartemen itu, saya ingin membeli seluruh gedung ini."

Tuan Kim terdiam sejenak, lalu tertawa pelan.

"Jarang ada anak muda seberani dan secepat kamu dalam mengambil keputusan."

Beberapa tanda tangan dan proses hukum yang cepat berkat pengacara pribadinya, Jong Seong resmi menjadi pemilik baru gedung apartemen itu.

My soulmate is my enemy? [ revisi ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang