PROLOGUE

3.4K 91 4
                                        

"Brunette...!"

Siapa sangka, sebuah ejekan sepele menjadi gerbang dari kekacauan yang panjang?

Tanpa ada sapaan. Tanpa ada sikap ramah-tamah. Hanya dua dunia yang saling bertabrakan, sebelum saling mengenal.

Layaknya sebuah benturan yang keras, yang tersisa di antara mereka hanyalah amarah dan sorot mata yang tajam.

"Inés, kau baru saja memanggilku Brunette?"

Sang desainer bersedekap. "Aku tidak tau namamu. Tapi aku ingat wajahmu. Kau asistennya Jade, kan?"

Nada suaranya berkilat tajam, seperti piala yang turun dari panggung penghargaan.

"Awas saja kalau dia memanggilku Brunette lagi, aku juga akan memanggilnya Blondie!"

Edna menahan napasnya, seperti menahan ombak yang ingin meledak dalam dada.

Pertemuan mereka tak lebih dari permainan kata yang dibalut dalam siluet sempurna.

Tapi Edna tahu, perempuan di hadapannya bukan orang sembarangan.


Inés Salvatierra. Ratu mode yang tak hanya menguasai dunia desain busana, tapi juga headline di mata Astrogaia.

Tak ada yang berpikir, Inés hanya sempurna di bagian luar, sementara ia menyimpan ribuan luka yang tak terjamah.

Tak ada celah untuk rasa simpati. Tak sedikitpun merasa rendah diri. Karena dunia tak pernah peduli, bagaimana cara Inés bisa berdiri.

"Aku lihat, mendiang orang tuamu punya utang. Akan aku lunasi semuanya," ucap Inés tanpa menoleh.

Suara yang datar nyaris tenang, tapi justru inilah yang membuat Edna ngeri. Seakan ada monster yang merayap di tengkuknya.

"Anggap saja ini kompensasi, karena aku hampir menyerahkanmu pada hal yang tak bisa kau lupakan seumur hidup."

Ucap Inés suatu malam, sambil memandang Edna dengan dagu terangkat.


Edna tahu, harga dirinya tengah dipertaruhkan. Dan Inés datang seolah menawarkan bantuan.

Tapi benarkah Inés hanya mengulurkan tangan, dan bukan bermaksud melilit leher Edna?

"Aku takut kehilanganmu lagi. Aku takut semua ini cuma mimpi. Bagaimana kalau aku bangun, rupanya aku tak pernah mengenalmu, tak pernah bertemu denganmu?"

Edna pun memeluk erat sosok Inés yang tampak sangat rapuh.

"Kamu tak perlu takut, karena aku sangat mencintaimu, bahkan sebelum kamu menyadari itu."


***


¡Hola!

Balik lagi dengan Author Madam Tuxedo. Ehehehe 💃🏻

Gimana kabar para pembaca? Sehat?

Yang sakit, semoga lekas sembuh ya ❤️


Kali ini, Author coba tulis sisi lain dari cerita ALWAYS YOU 🧀🍰

Jadi, barangkali ada yang belum baca, silakan mampir ke sana ya. Karena sedikit banyak, saling berhubungan. Baik dari latar tempat maupun karakter ceritanya...

Author harap, cerita NO ONE ELSE bisa cocok dengan selera para pembaca🥺


Jangan sungkan untuk menulis kritik, saran, dan uneg-uneg di kolom komentar ya!

Selamat membaca, dan terima kasih atas dukungannya 💋

NO ONE ELSE (gxg)Stories to obsess over. Discover now