Prolog : Jejak yang tertinggal

4 1 0
                                        

Langit senja menggantung muram di atas atap SMA Merpati, sekolah yang cukup terkenal dijogja. langit dihari itu seolah menyimpan ribuan cerita yang tak sempat terucap.

Di antara hiruk-pikuk para siswa yang bersiap pulang, dua nama pernah menjadi legenda: Gabriel Astungkara dan Sabrina Hanna Humaira.

Mereka bukan hanya sepasang kekasih yang dielu-elukan, tapi juga simbol dari cinta remaja yang nyaris sempurna.

Gabriel, dengan tatapan tajam dan senyum misteriusnya, pemain basket andalan SMA Merpati, seorang putra dari pengusaha ternama yang selalu menarik perhatian.

Sementara Sabrina, dengan pesonanya yang tenang dan anggun, adalah anak seorang pejabat tinggi yang tak kalah terpandang.
Bersama, mereka seperti kisah dari novel romantis yang nyaris tanpa cela. Namun, sebagaimana dongeng tak selalu berakhir bahagia, cinta mereka pun berujung pada perpisahan yang getir.

Tak ada yang tahu pasti alasan hubungan mereka kandas. Hanya luka yang tertinggal—dalam, diam, dan tak pernah benar-benar pulih. Mereka berjalan di koridor yang sama, namun seolah berada di dunia yang berbeda. Tatapan yang dulu penuh cinta kini hanya bayang-bayang masa lalu.

Namun waktu punya cara sendiri untuk menguak rahasia. Ketika satu per satu kepingan masa lalu mulai terangkat ke permukaan, Gabriel dan Sabrina dihadapkan pada kebenaran yang lebih rumit dari yang pernah mereka bayangkan.

Cinta yang mereka kira telah mati, ternyata menyimpan bara yang belum padam—bersama dengan plot twist yang mengubah segalanya.

Dari luka yang pernah memisahkan, kisah mereka perlahan dirajut kembali. Bukan untuk mengulang masa lalu, tapi untuk mencari jawaban di antara serpihan kenangan yang belum selesai.
Dan dari situlah, segalanya dimulai kembali.

Jejak Luka, Bara CintaStories to obsess over. Discover now