Sikayana.

78 8 0
                                        

_______________

“Udah tau Sikayana?”

– Sikayana Stenlion Mahesvara

Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.

– Sikayana Stenlion Mahesvara.

Sikayana. Sebuah nama yang dipilih bukan asal. ‘Sikah’, artinya jejak atau tapak yang tertinggal meski langkah telah lama pergi. ‘Ayana’, dari bahasa Sanskerta, artinya perjalanan. Maka ia tumbuh sebagai jejak yang berjalan, seorang anak yang memikul langkah-langkah masa lalu di punggung kecilnya. Ia mencintai kata. Rak bukunya tak pernah tidur, penuh oleh puisi, cerita sejarah, dan lembar-lembar usang yang baunya seperti ingatan ibu. Ibunya yang mengajarinya mengeja luka dunia lewat buku, dan Sikayana tak pernah menolak. Ia membaca bukan karena disuruh, tapi karena dunia terlalu bising, dan hanya dalam buku ia bisa mendengar dirinya sendiri.

Pada tahun 2016, Sikayana, mama, dan papanya pergi meninggalkan kota untuk sementara, menumpang mobil tua menuju desa tempat nenek menua bersama bau kayu basah dan kopi pahit. Hari itu mestinya menjadi liburan. Hari yang tenang. Terlalu tenang. Langit di desa begitu biru, seolah sedang menyembunyikan sesuatu.

Malam itu datang seperti bisikan. Tidak ada yang aneh. Tidak ada firasat. Mereka makan malam bersama, duduk di bawah lampu redup yang menggantung lelah di ruang tengah. Sikayana tertawa kecil mendengar cerita papa yang itu-itu lagi. Tapi kemudian suara itu muncul. teriakan. Disusul bau asap. Dan merah api muncul dari dapur. Menjalar ke langit-langit. Membakar cepat seperti dendam yang sudah lama disimpan.

Orang-orang datang. Tapi mereka hanya datang untuk melihat. Dan di tengah kobaran itu, hanya satu anak yang berdiri. terbatuk, berdebu, dan penuh abu. Sikayana. Ia tidak bicara. Tidak menangis. Tidak menjelaskan. Dan karena itu, orang-orang mulai bicara untuknya.

“dia yang membakar nya?”

Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mau tahu, bahwa malam itu Sikayana mencoba menyelamatkan seseorang. Seseorang yang memeluk bensin seperti memeluk pelarian. Seseorang yang seharusnya mencintainya. Seseorang yang ia panggil mama.

..-------------..

“Terima kasih ma. Hidup ku kini akan hancur
  Karna mu.”

“Maaf kan mama, na... Maaf...”

“Aku selalu memaafkan mama. Tapi tolong...
Tolong keluarkan aku dari sini...”

“Maaf, na... Mama tidak bisa...”

··____________··

Aku bawain cerita baru dengan nama baruu 🥳

Iya, nama ku yang "Isellzyca" aku ganti jadi "Dipadusellia"

Btw dari tags dan 'Sikayana' ini udah tau kan genrenya apa? 🤡

Dipadusellia 2025.

Lambat Laun Sikayana Bercerita.Des histoires addictives. Découvrez maintenant