Kim Nana Morze

15 1 0
                                        


September, 2050.

Neopia adalah sebuah negara berbasis kerajaan yang sekarang dipimpin oleh Raja Park Jazael dan Ratu Park Nola. Klan PARK adalah kasta tertinggi. Seluruh pejabat tingkat atas harus dari klan PARK. 

Di Neopia terdiri dari 11 klan, Park, Kim, Lee, Son, Na, Huang, Jung, Jang, Hwang, San, dan Ryu. Ada 3 golongan kasta tertinggi di Neopia; Park, Kim, dan Lee. 

Yang paling dianggap ketat dan haus jabatan sudah pasti klan Park, mereka bahkan sampai membuat peraturan termasuk dalam hubungan sangat-sangat terlarang apabila sampai ada klan Park yang menikah dengan klan di bawahnya, sekalipun Kim atau Lee.

Di salah satu apartemen di Geona, ibukota Neopia kini sedang ada seorang gadis sedang tertidur pulas di kasung layangnya yang baru ia beli 3 hari lalu. 

Drttt drttt

Gadis itu menggerutu kesal karena kasur barunya tidak berhenti bergetar dengan getaran yang menunjukkan sensor tamu. 

Kasur ini memang sudah sangat umum dipakai di Neopia sejak setahun lalu, tapi Nana tidak berniat sama sekali memakainya, namun karena suruhan dari tuan Kim Kenzo Salvado atau yang biasa disapanya Ken itu barulah Nana mau memakainya.

 Kasur layang ini dilengkapi sensor tamu dan sensor bahaya yang terhubung dengan verifikasi keamanan yang ada di depan pintu dan jendela. Sensor tamu dan sensor bahaya akan mengeluarkan getaran yang berbeda, jika yang datang terdata memang orang yang dikenal maka ia akan mengeluarkan getaran yang lebih halus dan juga bisa dimasukkan lagu. Lain halnya dengan sensor bahaya ia akan mengeluarkan getaran yang bisa membuat pemiliknya langsung reflek duduk dari tidur.

''Nana!'' Teriak geram Ken dari depan pintu. Ken sengaja menyuruh Nana mengganti kasurnya agar ia bisa tidak terlalu lama menunggu, tapi ini sudah menunjukkan menit ke 20 ia berdiri di depan pintu.

ceklek..

Nana membukakan pintu dengan wajah yang khas orang bangun tidur, melihat itu Ken hanya geleng-geleng kepala lalu masuk.

Ken langsung membuka bawaannya dan membukakannya untuk Nana. 

''Kemarin katanya kamu bosen makan Ayam, kan? Beef habis, jadi aku beliin Salmon aja.'' 

Nana mengangguk lalu berjalan menuju lemari yang berada di belakang Ken.

''Ini sedikit rangkuman kemarin, kesimpulannya ini ada hubungannya sama misi yang di MIT. Makan duluan aja, aku mau mandi dulu.'' Ujar Nana sambil menyodornya sebuah berkas yang lumayan tipis.

Seperginya Nana, Ken menatap berkas itu dengan tatapan sulit diartikan.

'MISSION GOLD'

''Terpaksa nggak terpaksa kasus ini harus cepat selesai.'' Ujarnya menghela nafas lelah.

''Ken jangan minum obat dulu, bareng!'' Teriak Nana dari kamar mandi.

''Iya!''

***

Kini Nana dan Ken sudah berada di NIAN(National Intelligence Association in Neopia), yaitu sebuah organisasi intelejen nasional Neopia. 

''Iya. Eh, pulang nanti kita ke markas dulu buat diskusi dan cek soflens. Kalo udah selesai nanti aku kabarin,'' ucap Nana, ia membuka pintu dengan tergesa-gesa lalu menyempatkan untuk mendadahi Ken dan dibalas Ken dengan dadahan.

Nana berjalan cepat, kini sudah menunjukkan pukul 09:25 sedangkan rapat akan di mulai 5 menit lagi. Ini adalah kecerobohan Nana yang entah keberapa kali. Namun anehnya, anggota sepertinya ini meminta untuk pengunduran diri tidak diterima.

''Nana!'' Panggil seorang gadis dari arah loby sebelah kiri.

''Kenapa Meg?'' Megan tidak mengubris pertanyaan Nana ia menetralkan nafasnya stelah berlari-lari 100 meter.

''Mr.Mezuan sama Mrs.Sarah udah di depan!''

Lalu mereka berlari bersama.

***

Ruang 4 lantai 3, NIAN.

Di dalam ruangan kini seluruh anggota distrik 1, ada Nana, Megan, Hans, dan tentu saja ada Mr. Mezuan dan Mrs. Sarah.

Mrs. Sarah menyalakan layar yang berkuran 250 inci di depan mereka. Pandangan mereka fokus menatap layar yang sedang menampilkan sebuah bangunan sekolah.

''Gardanie High Scool Neopia ialah sekolah yang hanya diisi oleh anak-anak pejabat dan orang-orang kaya, terutama dari 3 klan tertinggi, Park, Kim, dan Lee. Seminggu yang lalu saya sudah menugaskan Hans untuk menyamar sebegai murid di sana untuk mengumpulkan informasi-informasi dasar agar kasus ini bisa selesai lebih cepat.'' Sarah pun mengganti gambar di layar, sekarang tertampang gambar sebuah koper panjang berwarna coklat muda di sebuah bagasi barang pelabuhan.

''Koper ini sangat mencurigakan, seleksi keamanannya tidak seperti barang lain. Pengirimannya sudah berlangsung selama tiga bulan dan menuju alamat yang sama, yaitu Gardanie High Scool Neopia . Diduga ada penyeludupan barang ilegal yang berdampak pada kerajaan. Sakitnya King Jazael selama hampir dua minggu ini memperkuat dugaan.'' Ucap Sarah, Mr. Mezuan melanjutkan,

''Yang kalian lihat sekarang ialah foto Prince Januar dan Sora anak perdana mentri Manso sedang berada di pelabuhan pada saat yang sama ketika pengambilan barang. Mereka berdua adalah target utama kalian.'' Mezuan menampilkan foto Januar dan Sora berserta biodatanya.

***

Kini Nana sedang berjalan di lorong bersama Megan.

''Kayanya Hans naksir sama kamu deh Na, tapi kalian beneran cocok tau.'' Ucap Megan berbisik.

''Nggak mungkin,'' 

''Nggak mungkin apanya coba Na? Dari sikapnya Hans aja udah bisa diliat.'' ujar Megan gemas.

'Nggak mungkin bersatu'

''Nana?'' 

Langkah keduanya terhenti serentak lalu menoleh ke belakang mendengar ada seseorang yang memanggil Nana.

''Nana, kamu ikut keruangan saya sebentar.''


***

Kalo  kalian ngerasa ada yg aneh, penulisan bahasa yg salah atau yg lainnya komen aja ya.


MORZETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang