Sebelum baca kisahnya, aku mau kasih salam dulu buat kalian para pembaca tercintahhh 💋
Hallo bertemu lagi dengan saya, Nadia Pratama. Kalian bisa panggil aku dengan nama, Nad, Nanad, ataupun Onad, kalo mau manggil pake, sayang, juga boleh 😌
Fyp, ini cerita ke 2 di tahun 2025 yang aku tulis, setelah beberapa tahun belakangan aku sempat hiatus, akhirnya aku kembali 💙
Sebenarnya aku nulis cerita Bittersweet dari tahun 2024, baru bisa dipublikasi sekarang xixixi
Cerita ini murni hasil pemikiran aku sendiri
Semoga kalian suka dengan cerita baru aku ini ya.
🌹 SELAMA MEMBACA🌹

Suara sorak-sorai penonton di tribun membuat semua atlet voli yang tengah bertanding lebih bersemangat, khususnya untuk para atlet voli nasional Indonesia (merah putih) yang kini tengah bertanding melawan Filipina dalam turnamen Sea Games.
Pertandingan babak terakhir dengan poin tipis 22 (Filipina) 21 (Indonesia) pertandingan di kandang sendiri yang membuat detak jantung pemain terasa dipermainkan oleh waktu yang tersisa.
Keringat bercucuran, mata selalu jelih menatap arah bola yang melambung tinggi, semua pemain fokus untuk terus menambah poin agar mampu bertahan menjadi juara utama demi mengharumkan nama Bangsa.
Komentator mulai menyorot pemain Indonesia khususnya Kalil yang akan melakukan service kali ini, lawan mulai waspada karena mereka juga mengenal Kalil dengan kekuatan service ace yang mematikan.
Service ace adalah teknik servis dalam bola voli yang menghasilkan poin langsung atau disebut juga servis maut atau servis kemenangan. Service ace dilakukan dengan memukul bola sekuat mungkin sehingga bola melaju cepat dan tidak terprediksi.
Teknik yang biasa digunakan untuk menghasilkan service ace adalah jump service, yaitu servis atas dengan lompatan ketika menyentuh bola.
Jumping service adalah teknik servis dalam bola voli yang dilakukan dengan cara melompat setelah bola dilambungkan. Teknik ini merupakan kombinasi antara teknik servis atas dan gerakan melompat.
Kalil berdiri di belakang garis belakang menghadap net dengan napas yang memburu, dia memegang bola dengan kedua tangannya, si tangan emas yang selalu membawa timnya meraih kemenangan.
Matanya menyorot tajam pada posisi lapangan lawan, dia melambungkan bola ke atas sekitar tiga meter di depan badan, kedua lututnya tertekuk untuk mengambil awalan lompatan, Kalil melompat tinggi sambil memukul bola menggunakan telapak tangan dengan keras dan wosh... Bola meluncur menukik tajam dan begitu keras ke arah lapangan lawan, membuat tim lawan kesulitan meladeni service ace dari Kalil.
“Kalil!” teriak teman satu timnya saat bola dipukul menuju arah lapangan lawan.
“Yes!” ucap Kalil dengan penuh emosional. Begitu juga dengan semua rekan-rekannya yang turut berteriak bangga.
ESTÁS LEYENDO
Bittersweet
Novela Juvenil❗AWAS BAPER ❗ Bagi seorang Abhipraya Kalil Nawasena (Kalil) mencintai takdir yang telah digariskan oleh Tuhan, adalah suatu keharusan. Termasuk saat dia bertemu dengan Annora Shakierra (Annora) yang menjadi takdir paling istimewa dalam hidupnya. Be...
