prolog

4.6K 27 0
                                        

Assalamu'alaikum guys.. ini cerita pertama ku..terimakasih sudah mau mampir membaca. Sekira-nya kalau kalian berkenan setelah membaca aku persilahkan kalian komen di bawah. Tolong kasih pendapat kalian tentang bab pertama ini

           Thanks you. Happy reading


"Happy birthday papa!"

Seorang pria berusia matang yang kini sedang pokus berbincang dengan rekan kerja-nya pun menghentikan ucapan nya. Begitu mendengar seruan dari seorang yang begitu ia sayangi

Mila membekap mulut nya. Ia kira hanya ada sang papa di dalam ruangan tersebut. Nyatanya tak hanya ada sang papa. Ternyata ada dua pria lain nya di sana...Mila pun melangkah maju tak lupa menggandeng tangan sang sahabat dengan wajah kikuk. Ia membungkuk sopan pada rekan kerja sang papa sembari mengucapkan kata maaf

"Wah kebetulan sekali ya. Kami tidak tau kalau hari ini..pak wang berulang tahun...kalau begitu kami ijin undur diri. Kita bisa bahas lain waktu."ucap salah satu pria itu

"Baiklah. Maaf telah membuat kalian tidak nyaman."ucap nya

"Oh tidak pak wang. Kami sangat mengerti. Selamat bertambah usia dan semoga kita bisa menjadi partner yang baik."ucap seseorang tersebut

"Terimakasih."ucap nya singkat

Dua orang tersebut pun pergi. Tinggal lah Mila yang kini menatap papa nya dengan sedikit meringis tak enak hati

"Tidak apa sayang. Sini papa akan tiup lilin nya."ucap pria itu pada sang putri semata wayang nya

Seketika senyum Mila kembali mengembang ia pun segera menyodorkan cake di tangan nya ke hadapan sang papa

"Ets... Sebentar pa. Berdo'a dulu dong." Mila tertawa melihat keterkejutan papa nya

Pria berusia matang itu pun mulai berdo'a di dalam hati. Beberapa detik kemudian ia pun meniup lilin...dalam hati ia bersyukur bahwa tak ada angka di atas cake tersebut

"Yeeey! HBD papa!"seru Mila begitu bahagia

"Terimakasih sayang."ia pun memberikan kecupan di atas kepala sang putri

Namun. Matanya tak sengaja menangkap sosok lain yang berdiri tak jauh dari mila. Ia pun mengambil jarak lalu menatap ke arah sahabat putri nya

"Kamu."ucap nya

Sontak gadis itu langsung menatap bingung ke arah pria matang itu. Lalu menatap sang sahabat. Sembari menunjuk diri nya sendiri

"Om bicara sama Gaby?" Tanya gadis itu dengan telunjuk yang mengarah ke wajah nya

Pria itu mengangguk.."iya kamu."

Alis gadis itu mengerut.."Geby kenapa om?" Menatap penuh tanya

"Kamu tidak mengucap 'kan hal yang sama seperti Mila kepada saya?" Tanya pria itu dengan wajah datar

Seketika Geby pun mencerna ucapan papa dari sahabatnya itu.. ia sampai kebingungan tadi dan ternyata si om mau mendapatkan ucapan dari dirinya

"Selamat ulang tahun om."ucap Geby pelan antara sungkan dan malu

Melihat wajah sahabatnya memerah muda. Sontak Mila tertawa kecil. Ia pun menyenggol lengan Geby sembari berbisik

"Tolong kondisikan muka Lo besti..udah mirip sama tomat busuk."bisik Mila

Seketika senyum Geby luntur. Tergantikan dengan ringisan kikuk

youStories to obsess over. Discover now