Lucian adalah balita istimewa yang memiliki kemampuan unik, melihat dan berbicara dengan hantu.
Membantu hantu dengan cara yang lucu sepertinya menyenangkan!
Meski menyenangkan, tugas-tugas itu sering kali terlalu rumit untuk balita gendut sepertiny...
Tekan bintang yang banyakkk! yahhh biar semangat up haha. TYPO TANDAI! . . . .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di Negeri Ginseng, Korea, tepatnya di Kota Seoul, terdapat sebuah rumah sakit besar bernama Asan Medical Center.
Di salah satu ruangan bayi di rumah sakit itu, terlihat seorang pria berusia sekitar tiga puluh sembilan tahun yang sedang menggendong bayi mungil yang baru saja dilahirkan. Pria itu tidak terlihat seperti orang Korea, namun lebih terlihat seperti warga negara asing.
Victor St. Clair adalah nama pria itu. Sebenarnya, Victor pergi ke Korea untuk urusan bisnis, namun saat berusaha menikmati dunia hiburan Korea, ia secara tidak sengaja tidur dengan seorang wanita di bar. Victor yang dasarnya pria berprinsip lantas mengatakan akan bertanggung jawab pada perempuan yang ia tiduri jika si perempuan itu memang hamil.
Namun, si wanita yang bernama Yoo Ji Han itu malah mengajukan persyaratan padanya. Persyaratannya adalah ketika dirinya hamil, Victor tidak berhak menikahinya. Hanya saja, sebagai bentuk tanggung jawab, Victor diharuskan membayar beberapa juta dolar sebagai biaya kompensasi atas kecelakaan satu malam yang tidak disengaja itu.
Dari kejauhan seorang pria menghampiri Victor. Pria itu juga tampak seperti warga negara asing.
Pria dengan setelan rapi itu menunduk hormat ketika sampai di depan Victor. "Sir, pesawat jetnya sudah siap, kita bisa pergi sekarang."
Victor mengangguk ke arah asistennya. Pria itu mencium kening sang putra yang baru saja lahir sebelum melangkah tegap ke arah mobil yang sudah terparkir di depan rumah sakit dengan banyaknya pengawal.
"Little dumpling, ayo kita sapa kakak-kakakmu..."
***
Pesawat jet Airbus A380 itu mendarat di Kota London, tepatnya di Bandara Internasional London Heathrow. Victor keluar dari pesawat jet dengan kacamata hitam yang bertengger apik di wajah tegasnya yang rupawan. Para pengawalnya berjejer rapi di setiap sudut, menjaga agar para wartawan terkondisi dengan baik.
Ya, kalian tidak salah dengar, memang banyak wartawan yang berada di bandara menunggu si raja bisnis Benua Eropa itu. Hampir satu tahun berada di Korea membuat berbagai media penasaran sebenarnya apa yang membuat orang super kaya seperti Victor rela meninggalkan gemerlap dunia London hanya untuk menetap di negara Ginseng?
"Liam, jangan sampai flash kamera mengarah pada mata putraku." Victor dengan lembut menutupi sang putra dengan mantel bulunya ke dalam buaian hangat. Bayi itu masih tertidur, seolah tak terganggu akan apa pun.