Chapter 1 : Pesta dan Pertemuan

2K 49 0
                                        

Pada sebuah pesta di malam hari yang meriah dan penuh dengan keramaian, tersorot seorang gadis cantik berkulit putih, bermata cokelat, serta rambut panjang hitam natural menyempurnakan kata cantiknya kala itu.

Ia terlihat seperti seorang ratu yang sedang menggunakan gaun indah nuansa putih keemasan yang terlihat begitu cocok dipakai olehnya. Tepatnya, ia sedang merayakan pesta hari ulang tahunnya yang ke-17 tahun. Ya, sweet seventeen. Acara tersebut diadakan di halaman belakang rumah megah sang empu yang ber-ulang tahun.

Puluhan bahkan hingga ratusan ucapan 'selamat ulang tahun' sudah ia terima dari teman-temannya dan para penggemarnya di sekolah dengan begitu hangat. Ia merasa bahwa hari ini merupakan salah satu hari yang dalam setiap momennya akan ia abadikan hingga sepanjang hidupnya.

"Happy sweet seventeen cantiknya bunda, Caluna Valyara Venus. Bunda sayang Luna sekali" ujar seorang wanita paruh baya seraya tersenyum hangat dan memeluk sang anak tunggalnya dengan erat menyalurkan rasa sayang yang tak dapat diukur lagi.

"Makasih banyak bunda ku sayang. Luna juga sayang bunda, lebih lebih lebih dari sekedar rasa sayang" balas sang anak yang bernama Caluna dan akrab dipanggil dengan Luna itu.

Ibunda Luna yang bernama Hana sendiri merupakan seorang single parent sejak 12 tahun lalu. Penyebab kematian sang suami tercintanya yaitu karena terkena serangan jantung. Di samping kejadian naas tersebut, ternyata sang suami tak memiliki satu pun riwayat sakit jantung. Malang sekali nasib Hana saat menyaksikan kejadian itu bersama Luna yang masih ber-umur lima tahun.

"Ayah pasti sedang tersenyum di atas sana setiap kali melihat kamu senang" Hana masih terus memeluk sang anak dengan begitu erat. Tak sadar bahwa ia telah meneteskan air mata dengan senyumannya.

"Haha, iya. Ayah pasti seneng. Yah, liat aku sekarang, aku sudah dewasa..." Luna menatap langit penuh makna di atas sana. Beranjak dewasa yang masih terus membawa rindu terhadap sang ayah, kini dirasakan penuh oleh Luna.

"Aduh so sweet..." celetuk kompak tiga orang gadis yang menyaksikan kemanisan sepasang ibu dan anak itu. Ya, mereka adalah teman-teman dekat Luna.

"Iri aja lo pada" pekik Luna semakin mengeratkan pelukannya. Hingga Hana lah yang melepaskan pelukan itu.

"Kamu ngobrol sama teman-teman kamu dulu ya, sayang. Sepertinya, teman bunda sudah datang sama anaknya"

Luna tampak sedikit bingung. Ia mengangkat satu alisnya, "Anaknya? Teman bunda siapa yang bawa anaknya? Anak laki-laki atau perempuan, bunda?" tanya Luna terdengar sungguh penasaran.

"Anaknya perempuan, sayang. Bunda tunggu kamu bertemu langsung saja nanti sama orangnya di dalam rumah ya? Mereka baik sekali kok" itu saja yang sempat Hana ucapkan, dan tentu diangguki oleh Luna sebelum ia beranjak menjauh.

"Yah... Kirain cowok. Kalo cowok kan kita bisa deketin Luna sama anak temen bundanya ya, guys" celetuk salah satu dari mereka yang bernama Deltara Abigail Loureno. Gadis blak-blakan itu kerap dipanggil oleh Tara.

"Mulut lo, Ra" sambar gadis lainnya yang bernama Grace. Lengkapnya adalah Gracely Senna Damara. Grace sendiri merupakan gadis yang paling dekat dengan Luna, namun ia cukup emosian.

"Tapi bener juga si Tara, ege. Si Luna udah sejuta tahun gak pacaran soalnya... Sayang banget kalo gak punya pacar" timpal gadis terakhir yang memiliki sifat 11/12 dengan Tara. Gadis itu bernama Kanayya Renata Zheyani atau kerap dipanggil dengan sebutan Karen.

"Gak lo Tara, gak lo Karen, gak ada bedanya" Luna sungguh terdengar malas mendengar pembahasan tak bermutu itu. Ia menghela napas panjang.

Tara dan Karen pun terkekeh geli melihat wajah kesal Luna. Tak lupa juga mereka meminta maaf atas kejahilannya supaya tak terjadi pertengkaran. Walaupun maaf mereka masih terdengar menyebalkan, Luna tetap memaafkan mereka.

Wound and Medicine [GXG]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang