"Kakak bisa kah kamu tidak pilih kasih"-ucap seseorang
Seseorang itu bernama Sabiru.
"Kakak gak pilih kasih SABIRU"-ucap kakak Sabiru dengan tegas
Kakak Sabiru bernama Mahendra, yang biasanya di panggil Mahen
"T-tapi Abang itu terlalu pilih kasih"-sabiru
"Udalah Abang capek sama kamu"-mahen
Mahen pun keluar dari kamar Sabiru, dan ia menuju ke ruang tengah untuk menyuruh adek²-nya yang lain untuk tidur.
Sedangkan Sabiru ia hanya bisa menangis sambil mendengarkan lagu favorit-nya.
Esok hari nya🌥️
"Dek ke laut yuk"-sean
Sean adalah Abang kelima nya Sabiru, oh iya Sabiru itu tujuh bersaudara.
"Ayokk, tapi Abang udah ijin sama bang Mahen"-sabiru
"Udah, kamu santai aja"-sean
Mereka pun berangkat
Ning-ning
Suara telepon terdengar dari hp Sean, Sean pun langsung menjawab panggilan tersebut
Kamu pergi ke mana Sean?-Mahen
Ke laut bang, Abang mau nitip sesuatu gak?-Sean
Gak deh, kamu bawa sabiru?-Mahen
Iya bang, emng kenapa?-Sean
Gapapa, soal nya di kamar nya gak ada-jawab Mahen
Udah dulu ya bang- Sean
Sean pun mematikan telepon itu, dan langsung menghampiri Sabiru yang sedang main.
"Dek mau makan gak" -tanya Sean ke Sabiru
"Ayo, tapi makan apa?"-sabiru
"Itu ada restoran, di situ aja, mau gk?"-Sean
"Ayokkk"-Sabiru
Mereka pun langsung pergi ke restoran terdekat.
YOU ARE READING
Nosce te ipsum (END)
General FictionJungwon:Sabiru Heeseung:Mahendra Sunoo:Sean Jake:luke Sunghoon:savero Jay:Marcel Ni-ki: Noa "Benar kata semua orang, bahwa keluarga adalah rumah buat diri kita sendiri🤍"-Sabiru
