Kediaman Wicaksana.
Pernikahan Bagaskara dengan Anindya hanya tinggal menunggu setengah jam namun saat itu putra bungsunya berulah dan bahkan melarikan diri hingga Pak Adhitama pun terkejut dengan perbuatan sang putra bungsu yang memilih untuk kabur.
Keluarga dari pihak perempuan pun di beritahu dan saat ini Pak Adhitama sedang berdiskusi dengan Pak Dimas, untuk mencari solusi. Pak Dimas sendiri menuntut jika pernikahan ini harus tetap dilaksanakan karena ini menyangkut nama baik keluarganya.
"Saya tidak mau tahu Pak Tama, Pernikahan ini harus tetap dilaksanakan. Dan seharusnya jika memang Bagas sudah tidak cinta lagi dengan putri saya, setidaknya dia mengatakannya seminggu sebelum hari H. Bukan setengah jam sebelum pernikahan seperti ini" ucap Pak Dimas.
"Maaf Pak Dimas, saya sendiri juga tidak tahu akan seperti ini" balas Pak Adhitama.
"Saya ingin pernikahan tetap dilaksanakan, bukankah Pak Tama masih memiliki putra yang masih single." balas Pak Dimas.
"Maksudnya? Putra sulung saya? Apakah Anindya tidak keberatan?" Tanya Pak Adhitama.
"Saya yang memutuskannya Pak Tama" balas Pak Dimas.
"Baiklah, saya akan bicara dengan putra sulung saya" balas Pak Adhitama.
Pak Adhitama pun pergi menemui putra sulungnya, ya pria tampan tinggi dengan garis rahang tegas dengan tubuh bak model itu kini sedang berdiri di dekat Jendela. Pria itu bernama Baskara Satya Syailendra yang tahun ini memang sudah berusia 34 tahun. Baskara sendiri yakin telah terjadi sesuatu dan benar saja, saat Papanya mengatakan sesuatu membuatnya geram.
"Papa mohon Bas" ucap Pak Adhitama.
"Papa harus bertindak tegas pada Bagas, ini karena Papa terlalu memanjakannya. Aku tidak bisa" Ucap Baskara yang memang tidak mengenal tunangan adiknya sama sekali, karena selama beberapa tahun ini memang dirinya tinggal di luar negeri. Baru dua bulan lalu dirinya pulang ke Indonesia dan menetap disini namun tinggal di Apartemen miliknya.
"Papa memang salah karena terlalu memanjakannya. Setelah ini Papa akan bertindak tegas padanya dan memberi adikmu pelajaran. Papa mohon padamu Baskara, ini juga demi Mama. Papa mohon menikahlah dengan Anindya. Jadikan dia istrimu, dia gadis yang baik dan juga Mama kamu sangat menyayanginya" ucap Pak Adhitama.
"Baiklah, hanya kali ini. Lain kali aku tidak akan membantu Bagas lagi jika dia tidak mau berubah sedikitpun" balas Baskara.
"Terimakasih Bas" balas Pak Adhitama.
Baskara pun kini dibawa ke kamar tamu dan tengah bersiap-siap untuk berganti baju, yang tadinya dirinya menggunakan jas, kini dirinya berganti dengan pakaian khas jawa, tentu saja seorang penata rias pria yang bertugas merias Bagas kini beralih pada Baskara. Baskara pun melakukan hal ini juga karena nama baik orangtuanya dan terlebih lagi demi Mamanya yang tadi sempat pingsan mendengar jika putra tersayangnya telah kabur dari pernikahan tanpa alasan yang jelas.
Kamar Anindya.
Di kamar tamu Anindya nampak melamun setelah dirinya tahu kalau Bagas telah kabur dari pernikahannya, pria itu kabur entah kemana Anindya pun juga tidak tahu namun saat dirinya menghubungi Bagas, pria itu menolaknya dan kemudian mengirimkan beberapa pesan singkat.
From : Ayank
Sebelumnya aku minta maaf Anindya, aku nggak bisa lanjutin pernikahan kita karena sejujurnya aku sudah tidak menyukaimu lagi. Maaf kalau mendadak, hiduplah dengan baik dan lupakan aku. Aku sungguh minta maaf padamu.
Anindya membacanya dan mencengkeram ponselnya, dirinya tidak menangis karena dia tahu Bundanya pasti akan bersedih. Dirinya beranjak dari tempatnya berdiri dan tiba-tiba Bundanya datang lalu mengabarkan jika pernikahan ini tetap dilanjutkan.
YOU ARE READING
Pesona Dokter Baskara ᴱⁿᵈ
RomanceAnindya Prameswari, gadis 27 tahun yang telah bertunangan dengan Bagaskara Bayu Syailendra 32 tahun harus kecewa lantaran dirinya ditinggal kabur sang tunangan tepat tiga puluh menit sebelum Ijab Kabul dilaksanakan. Keluarganya tidak sanggup menaha...
