01. Hello, An in here!✨

2.8K 161 7
                                        

Wanita dengan hijab yang menutupi kepalanya benar-benar rapi, simetris dan terlihat begitu cantik. Ia sedang berdiri tegap dengan tangan yang ia lipat pada dadanya, manik mata menyelidik ia lempar pada para karyawan di divisi marketing.

"Event 12.12 itu event angka kembar terakhir di tahun ini dan kalian masih belum memenuhi target?!" Kemarahannya memang sudah meledak sedari dini hari lebih tepatnya pukul 3 pagi. Penjualan yang ia targetkan bahkan hanya mencapai 50%.

"Rasanya target yang saya berikan tidak saya naikan dari tahun sebelumnya, tapi kenapa omset malah makin turun?"

Semua orang terdiam, mereka menunduk dengan tangan yang menyatu. Kemarahan wanita itu sudah membuat beberapa karyawan wanita menangis dan karayawan pria terdiam. Kalimat yang ia lontarkan tak banyak namun menusuk.

Ancala Kailash Mandala, usianya 27 tahun ia merupakan pendiri salah satu brand perlengkapan olahraga yang cukup lengkap. Ancala memberikan nama brand nya dengan "Kailash.co" nama tersebut diambil dari nama tengahnya yang berarti gunung dari bahasa Sansekerta. Ia sudah mendirikan produknya sejak tahun 3 tahun silam dan memiliki banyak cabang bahkan tersebar di kota-kota besar.

Ancala biasa dipanggil An. Ia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Berasal dari keluarga yang memiliki banyak sekali misteri, An benar-benar berusaha untuk tumbuh kuat dengan kakinya sendiri. Ia bahkan mendirikan usahanya dengan kerja keras yang luar biasa, oleh karena itu ia sekuat tenaga mempertahankannya. An sendiri memiliki alasan mengapa ia mendirikan usaha pada bidang olahraga. Salah satunya karena adiknya merupakan salah satu atlet pencak silat yang pernah mewakili Indonesia dalam sea games. Alasan keduanya karena Ancala sendiri menyukai pendakian di beberapa gunung, hobi ini mungkin turunan dari sang ayah.

Ancala sendiri merupakan anak yang gigih, pemberani dan pandai bersosialisasi. Ancala memiliki banyak rekan di dunia bisnis dan di kalangan teman-teman tongkrongannya.

***

Hari ini memang cukup berat. An harus mengenalkan kembali brand nya pada beberapa orang. An memang baru selesai melakukan promosi pada salah satu perusahaan yang mungkin dapat diajak kolaborasi dengannya agar dapat mendongkrak omset nya kembali. Perusahaan dengan bidang yang sama namun memiliki nama yang sedang naik daun itu menjadi alasan Ancala mengajaknya berkolaborasi, namun sayangnya kolaborasi tersebut harus ditolak karena di rasa perusahaan Ancala tak mempuni. Ancala tentu meninggalkan tempat tersebut dengan amarah yang sedang ia tahan.

Mazda 3 Hatchback berwarna Soul Red Crystal Metallic itu membelah jalanan ibu kota. Padatnya jalan membuat An semakin pusing dan merasa asam lambungnya naik, wajar saja pikirannya kacau dan perutnya baru terisi kopi gula aren yang tadi ia pesan. Beberapa kali ia pijat pelipis nya, beberapa kali pula ia rutuki dirinya dan berkata "argh kenapa si gue lupa bawa obat" lalu setelahnya kemudi nya ia pukul pelan.

Matahari mulai tenggelam, bariton klakson bersahutan, ia terjebak ditengah kerumunan kendaraan yang tujuannya sama dengan dirinya, yaitu pulang. Handphone nya berdering menunjukan nama sang adik "Rakash", An memilih tak menjawab dan membiarkannya saja, ia tau bahwa Rakash sedang menunggu kepulangannya karena ingin meminjam mobil yang ia kemudikan saat ini. Rakash memang sudah berusia 23 tahun dan sudah memiliki seorang pujaan hati.

"Bocil bawel deh!" Kesal An. Ya Rakash merupakan anak terakhir dan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya, Tarakash Arga Kancana.

Sedangkan anak tengah di keluarganya bernama Awindya Sana Ceremai, An senang sekali memanggilnya dengan Awi. An dan Awi berbeda 2 tahun, begitupun Awi dan Rakash. Usia Awi 25 tahun, ia bekerja disalah satu multicompany asal Australia. Awi beberapa kali sering pergi ke luar negeri untuk dinas, seperti sekarang ini, Awi sedang berada di Australia maka dari itu Rakash sangat ingin ngedate dengan pacarnya karena di rumah tak menemukan orang lain.

Semesta!Wo Geschichten leben. Entdecke jetzt