Tak pernah ada dalam benak Diajeng Kencana Putri (Ajeng) untuk mendekati bos-nya Panji Narapati Perdana.
Tapi bagaimana jika semesta menghendaki jalan cerita berbeda? Berada di posisi harus menyelamatkan Panji, justru Ajeng harus menelan pil pahit...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BAB 1: MASIH PERAWAN
"Kenapa kamu di ranjang ini? Kamu- arrgh, kamu menjebakku tidur denganmu, Ajeng?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sa-saya eng-"
"BERANI KAMU MENJEBAK SAYA?"
Ajeng tak bisa melanjutkan ucapannya setelah sentakan Panji. Bibirnya menjadi kelu saat tamparan itu mendarat di pipinya yang seketika jadi baal dan panas. Air matanya yang dari semalam terus mengalir juga sudah kering dan tak lagi bisa menunjukkan kepedihan dalam hatinya. Meski perbuatan dan ucapan Panji menyakitinya.
"Sssh, Ajeng, kamu tuh!" Panji menahan kesal, "Padahal kamu tahu seminggu lagi pernikahan saya dengan Eve kekasih saya. Dia yang sudah saya pacari selama tujuh tahun. Kamu mau menghancurkan hidup saya?"
"Bukan begi-"
"SUDAH DIAM! Dasar anak pembantu sial! Sudah diberikan hati sama keluargaku, kini minta jantung! Kamu ingin menguasai saya dan harta keluarga Pradana dengan jebakan ini, hm?"
Sungguh tak ada niat itu dalam hati Ajeng yang seperti itu. Sumpah demi Tuhan pun dia berani. Ajeng juga tak menginginkan tidur dengan bosnya. Dia cukup bersyukur keluarga Pradana berbaik hati mau menyekolahkannya yang cuma anak pembantu sampai ke jenjang kuliah dan jadi seperti sekarang.
Bagai seekor angsa buruk rupa, Ajeng berubah menjadi angsa berbulu putih yang manis yang serba bisa dan berprestasi gemilang.
Dia bersyukur dan tak pernah lupa asalnya. Ajeng bekerja keras untuk membalas jasa keluarga majikan orang tuanya. Dia berusaha jadi sekretaris terbaik bagi Panji Narapati Pradana, anak sulung keluarga Pradana yang diberikan kesempatan untuk meneruskan karir ayahnya.
Ajeng tak pernah berniat mengacaukan Panji. Dia tahu batasan apalagi Ajeng juga kenal siapa pacar Panji. Evelyn Aneira, seorang model papan atas dengan karir gemilang, paras cantik nan rupawan dan tentu saja, sebagai model tak bisa dianggap biasa body-nya. Evelyn tentu bukan saingan Ajeng. Apalagi darah blasteran-nya membuatnya terlihat makin sempurna tak seperti Ajeng yang cuma anak kampung.