#9

24.7K 1.2K 4
                                    

Melody's POV

Aku, Kaira, dan Angel sekarang berada di kelas tiba tiba aku di tarik oleh Chellin dari belakang.

"Apa sih Chell?!" ucapku kesal

"Kita perlu bicara!" katanya serius dengan matanya yang hijau menatapku taja. Tatapan yang belum pernah terlihat

"Gua gak mau!" aku menghempaskan tangannya

"Gue tunggu di gerbang setelah pulang sekolah. Gua udah izinin lo sama kaira" dia langsung pergi meninggalkanku.

Lami's POV.

"Udah? Lo udah ngomong sama dia kan Lin?" ucap Lexa pada Chellin yang baru datang dengan muka yang tak pernah di bayangkan. Dia seberti dongkol.

"Udah, kita cegat dia di gerbang" ucapnya lalu menutup muka di tempat duduknya. Tak tau dia nangis atau geram

"Lin? Lo kenapa? Cerita aja!" ucapku memegang tangan Chellin

"Melody beneran udah berubah tau gak? Nyesel gua pernah kenal dia. Muka dua, munafik, bullshit dan masih banyak lagi kata kata yang gua keluarin buat dia" matanya yang hijau tiba tiba jadi berkaca kaca.

"Udah udah. Kita omongin ini di cafe aja oke? Karna ini masih termasuk pemilihan ekskul, kita jalan jalan yuk. Sapa tau ada ekskul yang nyantol" ucapku

"Hmm.. Boleh! Ayo deh, gua masih bingung mau ekskul apa" ucap Lexa di ikuti anggukan ku dan Chellin

Kami berjalan jalan. Tak jarang kakak kelas memberikan brosur ekskul. Kami juga jadi bingung pilih ekskul apa.

"Hei, kalian Chellin dan Lami kan?" kami di datangin perempuan yang sepertinya kakak kelas yang menawarkan ekskulnya. Aku dan Chellin menjawab dengan anggukan

"Gua terkesan sama suara kalian dan bakat kalian. Kalian mau ikut ekskul paduan suara? Gak seharusnya di buang sia sia loh" ucapnya sambil tersenyum manis

"Emm.. Boleh kami pikir pikir dulu gak kak? Nanti kalau kami berminat, kami datengin kakak ya" ucap Chellin pada kakak kelas ini

"Oh iya, nama gua Michelle dari kelas 11 IPS-4" Michelle menjabat tangan Chellin dan aku.

Kamipun kembali berjalan jalan untuk melihat ekskul. Alexa memutuskan masuk ke ekskul penyiaran sekolah cocok dengannya yang pintar me-remixkan lagu. Chellin masuk ke osis. Sedangkan aku masuk osis sama seperti Chellin

Kami bertiga sudah memberikan pendaftaran ekskul ke masing masing pembina. Ketika kami kembali ke kelas, bangku kosong di sebelah Chellin terisi. Sebuah tas hitam model laki laki. Tapi hanya tasnyanya saja

"Chell, itu tas siapa" ucapku

"Au dah, gua ngantuk mau bontik!" dia langsung menelungkupkan mukanya di lipatan tangan

Aku dan Lexa hanya bercanda canda biasa lalu datangnya cowok jangkung, putih, rambutnya yang berjambul dan juga tampan. Tapi tetap aja lebih tampan Mark. Eh? Kenapa kadi mikirin itu? Dia duduk di samping Chellin yang tidur. Jangan jangan dia murid baru?

"Ya, assalamualaikum anak anak" ucap wali kelas kami Pak Subondo

Aku menggoyangkan tangan Chellin untuk membangunkan nya. Tapi dia susah di bangunkan sampai akhirnya Pak Subondo datang ke mejanya.

"Chellin?" ucapnya

"Hmm.." dia mengigau gak jelas. Aduh gawat nih! Pak Subondo kan killer

"Chellin Audrey Estevez, bangun kamu!" teriaknya

Dia langsung berdiri lalu berkata "sumpah pak bukan saya!" loh ini anak mimpi apasih?

Chellin's POV

Friendship or Friendshit (PROSES REVISI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang