bab 1

15 3 0
                                        

KELUARKAN KAMI MANUSIA BIADAB!, KAU AKAN KAMI BAWA KE NERAKA BERSAMA KELUARGA MU!

KUTUKAN YG KAU BAWA AKAN MEMBUNUH DIRIMU SENDIRI!

TERKUTUK LAH KAU MANUSIA SIALAN!!!

BRUKK!! "aduh!"

erangan kesakitan bergema memenuhi ruangan, seorang pemuda berusaha bangkit dari lantai akibat jatuh dari ranjang

"sakit banget" ucapnya sembari mengelus bokongnya yg mencium lantai kamar

"huhh, mimpi itu terus" ucapnya sembari melirik ke arah alarm hpnya

"agrhh!! mana telat lagi sial" kemudian bergegas bersiap-siap sekolah

*
*
*

tuk

tuk

tuk

suara langkah kaki menggema di lorong sekolah, sebuah siswa dengan name tag Ian pranata berjalan sembari memandang sekolah barunya, matanya menelisik seluruh penjuru sekolah melihat betapa elitnya sekolah tersebut sesekali bergumam

"rame, tapi sepi" monolognya kemudian berjalan kembali

langkah demi langkah dilaluinya hingga tiba disebuah ruangan bertuliskan ruang guru, kemudian di masuk sembari mengucapkan salam

"permisi" ucap Ian

"iyaa ehh kamu murid baru itu ya? kenapa telat padahal baru pertama masuk" ucap guru tersebut

"maaf buk, barang di asrama banyak banget jadi harus diberesin" ucapnya sembari meminta maaf

"yaudah ayo ikut ibu, kelas kamu ada di lorong dekat taman belakang, takutnya kamu kesasar" guru tersebut kemudian berjalan keluar diikuti oleh Ian

*
*
*

"sekolahnya besar ya buk, cuman sayang kelihatan suram, mungkin juga karena bangunan lama" ucap Ian memecah kesunyian

"karena kamu datangnya telat makanya sepi, sekolah pukul 8 kamu datang jam 9, ya udah dikelas semua dong"

"hehe ya maaf buk, saya mana tau kalau bakal telat bangun"

"ya harus dibiasakan, untung kamu murid baru, kalau enggak udah dihukum lari lapangan" guru tersebut bersedekap dada

"iya buk"

"nahh dari sini kamu tinggal lurus aja, kelas kamu ada di lorong paling ujung, ibu tinggal ya soalnya masih harus ngajar" ucap ibu tersebut

"iya buk terimakasih sudah menunjukkan jalan" balasnya sembari menyalami tangan dan kemudian berjalan ke kelasnya

*
*
*

tok tok tok

krektt! "ehh kamu murid baru yg semalam baru daftar kan?" ucap guru tersebut sebut saja Dinda, wali kelas di kelas Ian berada

"iya ibu, maaf saya telat" ucapnya menyalami

"owalah ayo masuk" ucapnya membawa Ian kedalam ruangan

"baik anak-anak mohon diam sebentar! perkenalkan ini teman baru kalian, dia baru pindah dari Bandung kesini, nah Ian perkenalkan diri kamu" ucapnya

seketika kelas hening, Ian menyadari kesunyian tersebut lantas berucap

"Ian pranata, anak pindahan dari bandung, mohon bantuannya" ucapnya sedikit membungkuk

"okee terimakasih, kamu duduk di bangku kosong di belakang ya, ibu mau pergi melapor sebentar, jangan ribut ya" ucapnya melenggang pergi

Ian masih berdiri mematung, pandangan yg diberikan kepadanya terlalu intensif hingga membuat dia gugup, kemudian mulai memberanikan diri berjalan kearah mejanya, pandangan sekitar masih fokus menatapnya hingga tiba di mejanya dan duduk di bangku kosong tersebut

indigo Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang