CSUM 1

20 3 0
                                        

"Abang.....besok aja ya ke ponpes nya? Ayana gak mau hari ini!" Rengek Ayana saat melihat Abang nya mengambil kunci mobil.

"Gak bisa Ayana, kamu harus pergi ke Pesantren hari ini untuk mendaftar sekolah di sana" Jawab Kenan sambil berjalan menghampiri sang adik.

"Tapi.....aku malu bang, masa udah tamat sekolah SMA malah lanjut ke Pesantren. Apa Ayana tidak terlalu tua lanjut sekolah di situ?" Tanya Ayana sambil merengek dan berharap Abang nya luluh supaya tidak jadi pergi ke pondok.

Kenan menghela nafas seraya membujuk Ayana "Ayana...tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu, apalagi ilmu agama. Yuk kita pergi ke ponpes dulu biar kamu bisa melihat-lihat"

"Hmm ya udah deh" Ayana pasrah dan memasang wajah cemberut

"Umi kita pamit dulu ya ke pondok, sekalian mau silaturahmi dengan bunyai" pamit Kenan dan mencium tangan umi nya dan di ikuti oleh Ayana.

"Assalamualaikum" pamit mereka.

"Waalaikumsalam hati-hati di jalan" jawab umi sambil melambaikan tangan nya, dan memperhatikan mobil yang di kendarai Kenan mulai menjauh dari halaman rumahnya.

🌷🌷🌷

Akhirnya mereka sampai di Pondok Pesantren An-Nur. Karena perjalanan yang sangat lama membuat Ayana tertidur di dalam mobil.

"Ayana... Bangun, kita sudah sampai" Kenan menepuk pelan pipi chubby Ayana.

Ayana terbangun dan menggosok pelan matanya yang masih ngantuk "Hah? Sudah sampai? Kok cepat banget sih sampainya"

"Cepat matamu, udah 3 jam kita di perjalanan. Ayo cepat keluar atau abang yang gendong kamu!" Kenan menatap tajam sang adik.

Melihat tatapan tajam dari abangnya, akhirnya Ayana keluar dari mobil seraya memakai masker.

••••••••

Ayana dan Kenan berjalan beriringan menuju kantor ponpes An-Nur. Banyak sepasang mata melihat ke arah mereka dengan berbagai tatapan.

"Siapa tuh kok ganteng banget? Tapi yang di sebelahnya itu siapa ya?" Tanya salah seorang santriwati yang menunjuk ke arah Kenan Dan Ayana.

Salah satu santriwati yang udah lama mondok di sana menjawab "Kayaknya itu alumni pondok ini deh, beberapa tahun yang lalu.

•••••••••

Sampai lah mereka di depan kantor dan langsung disambut ramah oleh seorang ustadz muda sekaligus teman Kenan saat mondok di sini.

"Wahh sudah lama kita tidak bertemu" Kenan berjabat tangan dengan ustadz Maufy.

"Ayo silahkan masuk dulu Kenan dan adiknya" ustadz muda itu mempersilahkan mereka masuk.

Setelah masuk ke dalam ruangan, mereka mengobrol mengenai peraturan-peraturan dan perlengkapan pondok. Sedangkan Ayana hanya menyimak obrolan mereka.

"Totalin aja semua perlengkapan nya, nanti saya transfer" ucap Kenan kepada ustadz Maufy.

Ustadz Maufy mengangguk seraya tersenyum "Baiklah nanti saya chat"

Kenan dan ustadz itu masih mengobrol membuat Ayana bosan mendengar nya.

Ayana pun melepaskan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Terlihatlah wajah cantik Ayana yang putih dan bersih.

"Bang..." Panggil Ayana, dan dua orang laki-laki yang sedang mengobrol itu menoleh ke arah Ayana secara bersamaan.

"Ada apa Ayana?" Tanya Kenan dan Ayana menggeleng.

Secara tidak sengaja mata Ayana dan ustadz Maufy saling bertatapan. Ustadz itu memandang dalam bola mata Ayana yang membuat Ayana mengalihkan pandangannya ke samping.

Cinta Seorang Ustadz MaufyWo Geschichten leben. Entdecke jetzt