hai
.
.
.
gw seorang anak perempuan yang tidak memiliki apapun di dalam hidupku, kecuali harapan agar gw bisa melewati skenario tuhan yang sudah ditulis buat gw.
.
.
.
"udah disiap semua din" kata budhe
"sudah budhe, tinggal berangkat" jawab dina
karena covid-19 sudah mereda semua aktivitas berjalan kembali seperti semula, dan gw harus segera menetap ke malang untuk melanjutkan study gw yang sudah offline sepenuhnya.
"budhe dina berangkat dulu ya" kata gw
"iya nak ati-ati ya, kabarin budhe kalau sudah sampai"
"iya budhe"
"okei, lets start my journey" batin ku
kemudian dina segera berangkat karena hari yang sudah siang, dan perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam
1,5 jam berlalu
"anjir capek banget, jauh juga ya malang kalo naik motor" batin dina
ia segera menata segala barang nya di malang kamar kos yang sudah ia pilih untuk menjadi tempat tinggal nya di kota tersebut.
"duit cuman segini, mau ga mau gw harus hemat biar bisa hidup cog" kata dina setelah membuka dompet nya
kemudian dina menghabiskan waktuya untuk beristirahat di hari itu
keesokan harinya
tringgg tringgg tringgg *suara alarm"
pukul 08.00
"anjing telat gw bangsat, kelas setengah 8" kaget dina setelah mematikan alarm dan membuka ponselnya
kemudian perempuan itu segera bergegas untuk mempersiapkan dirinya berangkat ke kampus
sesampainya di kampus
"woy jidah!!" sapa dina ke teman dekat nya
"dantiii, sumpah akhir nya ketemu kita" jawab jidah yang tak kalah senang
"iya loh, offline jg akhirnya pdhl udh semester 5 huhu sedih"
fyi dina tuh punya 2 nama yang dimana nama dina digunakan untuk panggilan keluarga dekat dan nama danti menjadi panggilan untuk selain keluarga dekat.
dan selanjutnya sampai akhir kita pakai nama danti untuk cast utama nya.
" eh km berangkat sendiri? bayu mana?" tanya jidah
"ga tau telat anak itu, biasa mandinya aja 2 jam sendiri jid, tp udh ku hubungin" jawab danti
kemudia kedua nya berjalan beriringan menuju kelas pertama mereka
1 jam berlalu
"seru ya ternyata kelas pertama kita" ucap jidah sambil menatap kedua teman nya.
danti serta bayu mengangguk untuk menyetujui perkata jidah
kemudia ketiga nya merapikan barang bawaan mereka dan segera berjalan keluar ruangan kelas
"guys makan apa nih? bakso ta" celetuk bayu
"boleh boleh bakso mana yu?" jawab danti
"bakso parkiran aja gimana?"
"gas lah aku jg laper blm sarapan tadi" ucap jidah
kemudian ketiganya menghabiskan waktu dengan menyantap bakso dan bercanda bersama
"balik dulu ya guys capek banget pengen tdr mumpung ga ada kelas lagi" kata danti
"iyoi tiati dan" jawab jidah dan bayu
sesampainya di kos
"wah kalo gw itung uang 1,2jt trs harus bayar kos 600k kek nya ga bakal bisa hidup gw di sini" ucap danti pada dirinya sendiri
kemudia dia mulai mencatat segala keperluan nya untuk memaksimalkan budget keuangan
"gw harus cari kerja sih, biar bisa makan enak td aja lainya beli bakso habis 10k gw cuman 5 anjir itu pun gorengan sama pentol 1"
.
.
.
.
tbc
YOU ARE READING
CERITA DI KOTA MALANG
Teen FictionSuatu Kota yang sangat membekas bagiku, Kota yang menemukan ku dengan Cinta, Harapan, Kekecewaan dan Pelajaran untuk Ku
