Selamat datang di cerita pertama saya!
Hai, para pembaca! Terima kasih sudah mampir ke cerita saya yang berjudul Possessive Alejandro. Cerita ini mengangkat tema bad romance dengan karakter yang obsesif, posesif, dan penuh intrik. Semoga kalian suka dengan alur ceritanya!
Jangan lupa untuk vote, komen, dan share jika kalian menikmati cerita ini. Dukungan kalian sangat berarti bagi saya!
HAPPY READING!
.
.
.
____________________
Bad romance 🎧
* * *
Cinta dan obsesi—dua kata yang tampak serupa, tetapi memiliki makna yang sangat berbeda. Cinta memberi kebebasan, sementara obsesi hanya menghadirkan belenggu.
Miciella Castiel menatap layar ponselnya, membaca ulang kalimat itu untuk kesekian kali sebelum menghela napas dan mematikan perangkatnya.
Tulisan itu terasa terlalu berat untuk dipikirkan lebih lama, seakan menariknya kembali ke dalam ingatan yang telah berusaha ia kubur dalam-dalam.
Ia memejamkan mata, berusaha mengusir bayangan yang terus menghantuinya. Namun, semakin ia mencoba melupakan, semakin jelas satu nama muncul dalam benaknya.
Alejandro.
Pikiran tentang pria itu membuat dadanya terasa sesak. Ia menggigit bibirnya, berusaha meredam ketidaknyamanan yang tiba-tiba menyerang.
"Sial, kenapa aku masih memikirkannya?"
Miciella menyandarkan tubuhnya pada bangku kayu yang sedikit usang di belakang sekolah—tempat pelariannya setiap kali ia ingin sendirian. Matahari siang yang menyengat membuat dahinya berkeringat, tetapi ia tidak peduli. Setidaknya, panas itu sedikit mengalihkan pikirannya.
Namun, kesendiriannya tidak berlangsung lama.
"Hei, Miciella! Kau ingin menghitamkan kulitmu seperti gadis Afrika, huh?"
Suara ceria yang sedikit nyaring membuat Miciella tersentak. Ia menoleh dan mendapati Rose Kimberly Morgan berdiri tak jauh darinya, dengan tangan bertolak pinggang dan ekspresi jenaka.
"Kenapa kau di sini sendirian?" Rose berjalan mendekat dan langsung duduk di sampingnya. "L
"Dan yang lebih penting, kenapa kau bolos tanpa memberitahuku? Aku tersinggung, tahu!"
Miciella tersenyum kecil.
"Kupikir kau tidak akan mau."
Rose mendengus, menepuk bahu Miciella dengan sedikit drama. "Sejak kapan aku menolak ajakan bolos? Kau benar-benar keterlaluan!"
Miciella hanya mengangkat bahu, tetapi sebelum percakapan mereka berlanjut, ponsel Rose berdering.
Rose mengerutkan kening saat melihat nama yang tertera di layar. "Halo? Romeo? Apa?" Sejenak ia diam mendengarkan, lalu mendesah.
YOU ARE READING
possessive Alejandro
Teen FictionJadilah pembaca yang bijak, yang memahami dan menghargai setiap tetes keringat dan usaha di balik sebuah karya! ____________________________________________ 𝐖𝐚𝐫𝐧𝐢𝐧𝐠 ⚠️ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵐᵃˢᵃ ʳᵉᵛⁱˢⁱ! ____________________________________________ Seperti se...
