1 - Awal yang Salah

260 35 5
                                        

Sakura Haruno menghela napas panjang saat ia berdiri di trotoar yang dipadati oleh lalu lintas sore hari di pusat kota Madrid. Udara di sekitarnya terasa panas, namun angin sepoi-sepoi yang sesekali bertiup sedikit meringankan teriknya sinar matahari. Sakura memejamkan matanya sejenak, mengumpulkan pikiran setelah perjalanan panjang dari Jepang. Ini adalah hari pertamanya di Spanyol, negara yang memberinya kesempatan besar untuk melanjutkan studi S2 dengan beasiswa penuh. Namun, tantangan terbesar bukanlah program studinya, melainkan adaptasi dengan lingkungan yang terasa asing, terlebih lagi bahasa yang masih sulit ia pahami.

Sakura meraih ponselnya, memesan taksi online melalui aplikasi yang ia unduh sesaat sebelum keberangkatan. Layar ponselnya menampilkan serangkaian kata dalam bahasa Spanyol, huruf-huruf itu masih terasa asing, dan meskipun ia berusaha membaca dengan hati-hati, ia masih kesulitan memahami detil petunjuk yang tertulis. Bahasa Spanyol masih terdengar asing baginya, dan meski ia telah belajar dasar-dasarnya, kenyataannya terasa jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.

Aplikasi taksi online yang ia gunakan menunjukkan bahwa mobil yang ia pesan akan tiba dalam beberapa menit. Berdiri sendiri di tengah keramaian kota yang belum sepenuhnya ia kenal membuat Sakura merasa seperti tersesat.

"Harusnya taxinya sudah disini" gumamnya pelan, memandang ke arah jalan yang ramai.

Matanya menatap jalan raya, mencari kendaraan yang akan membawanya. Tak berselang lama, sebuah mobil hitam mengkilap berhenti tepat di hadapannya. Sakura melirik ke ponselnya lagi, memastikan bahwa itu adalah taksi yang ia pesan. Mobil itu tampak lebih mewah dari yang ia bayangkan, tapi pikirannya yang lelah menepis keanehan tersebut.

'Mungkin memang di sini taksi-taksinya lebih bagus,' batinnya, mencoba meyakinkan diri.

Tanpa pikir panjang, ia membuka pintu belakang dan melangkah masuk ke dalam mobil. Begitu ia duduk, udara di dalam mobil terasa jauh lebih dingin, membuatnya sedikit lega setelah berjalan di bawah terik matahari. Namun, tak lama setelah pintu tertutup, perasaan aneh menyelimutinya.

Sakura mengangkat pandangannya ke depan, dan seketika tubuhnya menegang. Di kursi pengemudi, seorang pria duduk dengan tenang, tatapannya lurus ke depan, namun ada aura tajam yang terpancar dari sosoknya. Pria itu berambut hitam pekat yang tampak sedikit berantakan, dan wajahnya... tampan, sangat tampan untuk sekedar menjadi sopir taxi online, namun sosok itu juga penuh dengan kesan dingin yang membuat jantung Sakura berdegup lebih cepat. Matanya gelap, dalam, dan dingin bahkan menakutkan.

..

Sasuke Uchiha menatap lurus ke depan dengan tatapan tajam, tangannya menggenggam kemudi dengan kuat. Pandangannya yang dingin dan tak kenal ampun menyapu jalanan. Sebagai pemimpin mafia Jepang yang disegani, ia selalu menghindari hal-hal yang tak perlu, memastikan setiap langkahnya direncanakan dengan rapi. Tapi hari ini. Seorang gadis tiba-tiba saja masuk ke mobilnya tanpa izin, seolah-olah mobil itu miliknya.

Sasuke menoleh sedikit, matanya yang tajam menangkap sosok perempuan dengan rambut merah muda yang menunduk, sibuk dengan ponselnya. Gadis itu tidak menyadari betapa salahnya tindakan yang baru saja ia lakukan. Ia nyaris mengeluarkan perintah dingin agar gadis itu segera menyingkir sebelum ia bertindak lebih jauh, bahkan lebih parah menghilangkan eksistensinya dari dunia. Sasuke tidak pernah main-main dengan orang asing yang berani mengusik hidupnya

Tetapi saat gadis itu mengangkat wajahnya hingga tatapan mata mereka bertemu, Sasuke dapat melihat jelas iris mata hijau emerlad milik gadis itu, hal itu yang membuatnya menahan diri. Gadis ini... terlihat berbeda. Sikap cerobohnya, kepolosannya, membuat Sasuke penasaran, hal yang jarang terjadi.

"Ah, eh... ¿Perdón? " Sakura sedikit panik. Bahasa Spanyol yang belum ia kuasai membuatnya tidak sepenuhnya memahami apa yang ingin ia katakan, "Aku memesan taxi ini lewat aplikasi" lanjut Sakura dalam bahasa Jepang yang disertai isyarat sembari memperlihatkan ponselnya berharap lelaki didepannya paham.

La ÚltimaWhere stories live. Discover now