1

502 23 6
                                        

......................
.................
...........

_Happy reading_

Suatu pagi yang cerah terlihat di salah satu kamar,bungsu pertama keluarga elemental sedang bersiap siap untuk pergi ke sekolah.
"Kenapa aku merasa hari ini ada yang berbeda?"
"Hmmm.....Mungkin hanya perasaan ku saja"
"Baiklah,saat nya berangkat"
Dia pun berjalan keluar dari kamarnya.Saat itu ia melihat saudara nya yang lain sedang berada di ruang tamu,ia pun pergi menghampiri mereka
"Bang ayo kita berangkat sekolah sama sama"
"Jika kau ingin pergi,pergi saja sendiri tidak perlu mengajak kami"ucap salah satu Abang nya
"Kurasa dia hanya ingin menumpang naik mobil kita"ucap Abang nya yang lain
Setelah mendengar perkataan salah satu dari mereka,membuat yang lain tertawa.Lalu datanglah Bungsu terakhir di keluarga itu
"Bang aku udah siap nih,maaf lama"
"Tidak apa Solar, baiklah ayo semua kita berangkat"ucap Sulung keluarga elemental
"Dan kau Duri jangan pernah berpikir untuk pergi bersama kami"
"Sudah lah Bang Hali biarkan saja,kita bisa terlambat jika mengurusi dia dulu"ucap Sulung kedua
"Baiklah,ayo kita berangkat"ucap Hali

Mereka semua pun pergi meninggal kan Duri sendirian di ruangan itu
"Aku yang bodoh,sudah tau mereka tidak pernah menganggap ku tapi masih berusaha untuk mendekati mereka"
"Sudah lama aku mengajak mu pergi dari sini,lagi pula kenapa kau masih bertahan dengan mereka?,"tanya ??? yang tiba-tiba muncul
"Karna aku yakin mereka pasti masih menyayangi ku"
"Haah......baiklah terserah mu saja"ucap ??? pasrah
"Mending kau pergi sekarang sebelum kau terlambat pergi ke sekolah"ucap ??? mengingatkan Duri
"Terima kasih sudah mengingatkan"ucap Duri pada ???

Duri pun segera berangkat pergi ke sekolah nya,sesampainya disekolah bel masuk berbunyi ia pun bergegas pergi kekelas nya.

Disaat pelajaran pertama

"Baik murid murid,hari ini saya akan membagikan nilai Ulangan kalian.Silahkan yang terpanggil maju kedepan"ucap Guru yang mengajar

Guru pun menyebutkan satu persatu nama para murid hingga tiba giliran Duri
"Duri Zamrud Elvano"
"Iya Buk"ucap Duri lalu maju ke Depan mengambil nilai Ulangan nya
Saat melihat nilainya membuat ia kaget"ti-tiga puluh delapan!?"
"Dan seperti biasa nilai tertinggi jatuh pada Light Keyland Solar,selamat ya nak Solar"ucap Guru memberikan apresiasi pada Solar

"Wah congrats Solar"
"Selamat ya Solar"
"Selamat ya,udah ketebak sih kau dapat nilai tinggi"
"Iya,nggak kayak kembarannya nilai rendah"
"Jadi nggak yakin mereka kembar"
"Palingan si Duri tu anak pungut,beda banget sama saudara nya yang lain"
"Udah pungut,beban lagi"
"Ada anak pungut guys!"
"Hahahahaha"

Duri hanya membiarkan mereka mengatai nya,dia tidak tertarik untuk mencari masalah.Tetapi bukan nya berhenti mereka malah semakin menjadi jadi hingga tak lama setelah itu bel istirahat pun berbunyi

Kriiing~

Para murid pun segera menuju ke kantin bahkan sampai berdesak desakan,sementara Duri mengambil bekal nya dan pergi ke Rooftop.
Dari atas dapat dia lihat saudara saudaranya yang sedang berkumpul makan bersama,melihatnya membuat Duri sedih
"Aku ingin kalian kembali seperti dulu"
"Dimana kalian yang selalu menyayangi dan menjaga ku?,aku rindu saat-saat kita bersama"
Duri pun memakan bekal nya sambil memperhatikan saudara-saudaranya dibawah sana sampai bekal nya sudah ia habiskan,Duri pun memutuskan untuk kembali ke kelas.Saat menuju ke kelas Duri ber pas-pas an dengan saudara nya yang habis mengantar si bungsu Solar ke kelasnya,mereka yang melihat Duri hanya membuang muka juga ada yang tidak peduli, melihat nya Duri pun ikut membuang muka enggan menatap mereka.

Mereka melanjutkan pelajaran sampai jam pulang

Kriing~

"Baiklah anak-anak,kita sudahi pelajaran kita sampai disini.kalian boleh pulang"ucap guru lalu pergi meninggalkan kelas

Murid-murid pun membereskan barang-barang mereka ke dalam tas dan langsung pulang kerumah masing-masing begitu juga dengan Duri.
Saat ini Duri sedang berjalan pulang sendirian,sesampainya dirumah ia melihat saudara-saudaranya menunjukkan nilai Ulangan mereka pada Halilintar yang sudah menunggu di depan pintu,hanya Solar dan abang ke empat nya Blaze yang tersisa
"Tunjuk kan nilai Ulangan kalian"ucap Hali
"Seperti biasa nya,aku dapat nilai sempurna"ucap Solar dengan nada yang sedikit sombong
"Ma-maaf bang aku hanya d-dapat nilai 26"ucap Blaze dengan gugup
"Hmm......tidak apa yang penting kau sudah berusaha,masih ada ulangan lagi kan?...kalau begitu belajar sungguh-sungguh pasti nanti nilai mu meningkat"ucap Hali sambil mengelus kepala Blaze
"Yasudah,kalian masuk lalu ganti baju kalian"
"Baik bang"ucap Blaze dan Solar bersamaan lalu masuk ke dalam rumah

Lalu Hali menoleh ke Duri dengan tatapan malas"tunjuk kan nilai mu"
"Ini bang,maaf kan aku"ucap Duri sambil menyerahkan kertas ulangan nya
Hali melihat kertas ulangan Duri,melihat nilai dikertas itu membuat ia kaget
"Apa 38!?"ucap Hali lalu menarik Duri kedalam
"Apa-apaan nilai mu itu!kau ingin membuat keluarga ini malu hah!?"ucap Hali dengan nada tinggi
"T-tapi bang,nilai ku lebih tinggi d-dari bang Blaze"ucap Duri mencoba membela diri
"Jangan coba bandingkan Blaze dengan sampah sepertimu!"ucap seseorang datang dari arah ruang makan
"Ada apa kau kemari Taufan?"tanya Hali
"Tadi nya aku ingin memanggil mu untuk makan bang,tapi sepertinya ada sedikit masalah disini"jawab nya sambil melihat sinis pada Duri
"Ya,seperti yang kau lihat.Bocah sialan ini lagi-lagi membuat keluarga kita malu"ucap Hali
"Dasar kau!setidaknya cobalah sedikit berguna,kau sudah jadi beban disini jangan juga permalukan keluarga ini!"ucap Taufan sinis
"M-maaf bang,aku nggak akan buat kalian malu lagi"ucap Duri sambil menunduk
"Ucapan doang,buktiin kalo kau nggak cuma bisa buat malu"ucap Hali
Seseorang lagi-lagi datang
"Bang udah kasihan Duri dia juga udah berusaha"
"Gem kok kamu selalu bela bocah ini,dia udah salah loh!?"tanya Taufan
"Bang,Blaze saja dapat 26 abang maafkan,jadi apa salahnya maafkan Duri"bela Gempa pada Duri
"Gem kamu nggak perlu ikut campur,ini urusan ku sebagai sulung disini!"tegas Hali
"Aku juga sulung disini bang,jadi aku juga berhak ikut campur"ucap Gempa
"Gem,kamu nggak perlu sampai segitunya bela bocah sampah ini!gara-gara dia kita nggak punya orang tua!"ucap Taufan marah
"Taufan benar gara-gara pembawa sial ini keluarga kita dapat banyak masalah.Bocah ini benalu di keluarga kita,jika dulu bunda tidak meminta ku berjanji menjaga nya sudah lama ku singkirkan dia dari kehidupan keluarga kita!memang bocah sampah,pembawa sial!"ucap Hali terlanjur emosi
"Kenapa....kenapa kalian hanya menyalahkan ku atas semua yang terjadi!?"teriak Duri

Plak!

Tamparan yang begitu keras mendarat di pipinya,dapat Duri rasakan panas dan perih di bagian pipi
"Beraninya kau berteriak padaku! Kali ini tak ada kata ampun untuk mu"ucap Hali lalu ia menyeret Duri

Gempa hanya bisa melihat tidak bisa membantu,karna dirinya ditahan oleh Taufan,melarangnya ikut campur dengan urusan si sulung.

TBC.

hai guys,maaf kalau misalnya ada banyak kesalahan,soalnya ini book pertama yang aku buat jadi tolong dimaklumi

Juga aku minta tolong bantu Vote book ini biar makin semangat buat lanjutin nya

Sekian,
terima kasih udah mau baca

WHY ONLY ME!?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang