prolog

403 162 25
                                        


Klizare berbalik mulai melangkah menjauhi elvern seorang diri dipinggir lapangan basket, namun sebelum itu elvern segera menarik tangan gadis kecil itu hingga klizare kembali menghadap kearahnya sembari menampakkan wajah menggemaskan,
mereka bertatapan hingga gadis kecil itu menampakkan senyuman.

"ada apa,kak?,"tanyanya ramah.elvern tersenyum sejenak.

"Bukankah kita belum mengenal nama satu sama lain?,"tanya elvern.

" Oiya,namaku klizare anshuila"
balasnya sembari menampakkan cengiran.

"wow,namanya bagus juga. "

"makasih,mau nanya itu doangkan?Aku pergi dulu ya, udah ditunggu kakak aku."

Elvern yang sedang berpikir untuk menanyakan hal lain lantas panik lalu menarik kembali gadis itu kala mau nylunung pergi saja.

"kamu nggak nanya gitu, kalau namaku siapa?,"tanya elvern sembari menunjuk dirinya.

"nametag kakak udah beritahu aku."
Ungkap klizare sembari tersenyum.

elvern menunduk menatap nametagnya yang terpasang di seragamnya.elvern bastien.

"ooo..kamu udah tau dari sini,ya udah kamu boleh pergi,"ucap elvern.

Klizare mengangguk sembari tersenyum tipis,namun sebelum pergi ia merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah gelang berwarna hitam dengan liontin bintang kecil, ia tersenyum lalu melemparkan ke arah elvern,dengan sergap remaja itu menangkapnya,mengamati gelang itu terlebih dahulu sebelum menatap klizare kembali untuk meminta maksud dari ini.

"gelang itu buat kakak, sebagai kenangan dan pertanda,bahwa kita pernah saling bertemu, "jelas klizare.
elvern manggut manggut .

"terima kasih,bakal aku jaga gelang ini dengan baik klizare, "balasnya.

"Kak elvern!."

Elvern yang sedang mengamati gelang itu lantas mendongak

"Ya?."

"Aku suka bulan sabit sama bintang yang ber germelapan di atas langit malam, " Adunya sembari menatap gelang ber liontin bulan sabit yang di pegangnya lalu beralih menatap gelang ber liontin bintang kecil yang di pegang elvern.

"dulu.... Aku sering lihat pemandangan indah itu bareng bunda! Bunda selalu nyanyiin lagu indah buat aku, bercerita.... Hari itu aku seneng banget, kak. Tapi... Mungkin udah nggak bisa lagi, " Lanjutnya.
Elvern tampak tersenyum tipis, dengan sorot mata yang menatap iba kearah lawan bicaranya.

"Kamu masih bisa lakuin itu klizare, apa kamu lupa? Sekarang ada aku yang bakal nemenin kamu, aku bakal siap sedia gantiin bunda kamu, klizare, " Ucap elvern.

Sedangkan klizare tersenyum miris.

"Emang kita bakal bareng terus, kak.
Habis ini aja kita mau pisah, apa iya suatu saat nanti kita bakal ketemu lagi?, " Ucap klizare.elvern terdiam cukup lama, netranya menatap mata klizare yang sudah berkaca kaca.

"Kita bakal ketemu lagi klizare, walaupun kali ini kita mau pisah, tapi dengan bantuan gelang ini, kita bisa kenal satu sama lain, mungkin kali ini aku nggak bisa lakuin itu, tapi suatu saat nanti........ Aku percaya! Takdir akan mempertemukan kita lagi! ," Ucap elvern meyakinkan.

"Aku janji! bakal nemenin kamu mandangin bintang dan bulan, apa yang kamu mau saat ini., tapi.... Nunggu kita dewasa, kalau saat ini kita nggak bisa ketemu!, "

"Kalau semisal saat dewasa kita nggak bisa ketemu lagi? ,"

"Aku akan cari kemana pun!." Balas elvern mantap lalu mengangkat jari kelingkingnya, namun klizare langsung menepis pelan tangan itu.

"Nggak usah pake janji janji an kak, aku takut suatu saat nanti, kamu nggak bakal nepatin janji itu. " Setelah mengatakan hal itu, klizare menghela nafas panjang.

"Yaudah, kita berpisah di sini ya kak! Sampai jumpa.... Semoga.... Kita bisa bertemu lagi, kapan pun itu, dimana pun itu.ingat!klizare anshuila itu namaku! "Ucap klizare lalu melambaikan tangan dan tersenyum.

elvern tersenyum lebar sembari melambaikan tangan juga.

"sampai jumpa,klizare"

"Aku harap, kita bertemu lagi klizare...," Batinnya.

Matanya berganti melirik gadis yang sedari tadi menunggu klizare, mereka berdua bersitatap cukup lama, hingga akhirnya elvern memutuskan kontak dengan gadis seumurannya itu.

EUNOIA DALAM SUNYA (on Going) Wo Geschichten leben. Entdecke jetzt