prolog

182 22 1
                                        

Naruto © Masashi Khisimoto

Tidak menerima komentar yang bersifat menjatuhkan

Alur: Campuran (Bisa maju atau pun mundur)

Warning: Typo, OOC, Abal-abal

Terinspirasi dari berbagai sumber.

Happy reading

Membuka pintu kamar dengan tergesa-gesa, seorang gadis remaja berlari menuruni tangga yang menyambung langsung dengan kamarnya, setelah tak sengaja melihat sesuatu yang terjadi di bawah sana melalui jendela kamar.

Saking tergesa-gesanya, gadis itu tidak memperhatikan langkah kakinya selama berlari. Tak memedulikan tubuhnya bisa saja jatuh berguling-guling menggantikan kaki panjangnya.

"Ayah!!!" Gadis remaja yang baru saja menginjakan kaki di depan pintu rumah itu menjerit takut, ketika melihat ayahnya tengah berkelahi dengan seekor binatang predator pemakan daging, tepat di halaman depan rumah.

Ia ingin segera berlari, membantu ayahnya, tapi kakinya secara tiba-tiba kaku, tak bisa digerakkan. Seolah kakinya tengah dipaku di tanah.

"Ayah jangan dilawan! Ayah lari saja! Lari!!!" Serunya panik.

Tentu saja gadis itu panik. Ayahnya melawan makhluk buas itu hanya dengan sebatang sapu kecil, sedangkan hewan itu saja memiliki kuku panjang tajam, dan gigi yang semuanya runcing yang berfungsi untuk mengoyak daging.

"Ayah!!!" Histeris gadis remaja itu saat ayahnya terpelanting jatuh menabrak pohon.

Dan kemudian hewan predator itu mendongakan kepalanya. Melolong. Seolah tengah mengumumkan kemenangannya melawan mangsanya yang kini sudah tergeletak lemah.

Gadis remaja itu kembali berteriak. Semakin histeris saat hewan bertubuh besar berbulu hitam itu membuka lebar mulutnya dan mengoyak kaki sebelah kanan ayahnya.

Hyuga Hinata, nama remaja itu, langsung menangis saat melihat kening ayahnya yang tampak berkeringat dengan wajah pias dengan raut penuh kesakitan, dan gigi yang saling bergemeletuk. "Ayah." Lirihnya.

Saat Hinata bisa kembali menggerakan kakinya, gadis itu dengan segera berlari mendekati mereka.

Si serigala tiba-tiba meloncat maju. Mata emasnya menyoroti seorang gadis remaja yang tengah bergerak mendekatinya. Ia lalu mengangkat bibir hitam penuh liur, memamerkan gigi-gigi tajam yang memerah karena darah, disertai dengan geraman khas hewannya. Memperingati Hinata untuk berhenti berlari dan tak mendekat pada mereka.

Hinata yang tak mengerti akan gestur serigala itu, tak memedulikannya. Ia tetap berlari mendekat.

Namun sayangnya Hinata terlambat.

Serigala berbulu hitam lebat itu lebih dulu menggigit leher belakang ayahnya sebelum melonjaki pagar rumah yang tingginya hanya sebatas pusar orang dewasa. Dengan begitu cepat dan menghilang dengan cepat pula.

Meninggalkan Hinata yang kini berdiri mematung, sendirian, menatapi darah merah ayahnya.

"Ayah...."

TBC

Pemburu SerigalaStories to obsess over. Discover now