"Kak, bekal makanannya sudah aku siapkan"
"Letakkan di mobil"
-
"Kak, air mandinya sudah siap"
"Ya, pergilah"
-
"Kakak, ayo makan malam bersama? Aku memasak banyak makanan yang kau suka"
"Kau saja, aku tidak berselera makan denganmu"
Fourth menghela nafas lelah mendengar jawaban suaminya. Mereka sudah menikah selama dua tahun tetapi perilaku suaminya masih tetap saja sama.
Sebenarnya dia sangat ingin menyerah dengan sifat dingin gemini, namun bagaimanapun kesalahan yang membuat gemini membencinya adalah kesalah yang dia buat sendiri. Fourth harus menanggung rasa bersalah juga semua hal yang terjadi selama satu tahun ini sendirian karena Gemini sangat membencinya. Bahkan hanya untuk memuaskan hasrat pribadinya Gemini tega menjadikan Fourth seperti jalang pemuas nafsu.
Tidak terasa air matanya kembali mengalir di pipi tirusnya. Entah sudah air mata yang keberapa tapi Fourth tidak masalah sejauh ini dia masih bisa menahannya, karena dia harus mendapatkan maaf dari Gemini.
Malam hari tiba. Fourth masuk ke kamar Gemini untuk memberikannya segelas air.
"Kak, ini airnya minumlah"
Fourth menyodorkan air itu ke sisi Gemini yang tengah sibuk dengan laptop kerjanya. Gemini hanya melihat sekilas kemudian menegak habis air yang diberikan Fourth.
"Besok kakakku dan kak Nara akan berkunjung, pastikan kau membuat kakakku merasa nyaman disini. Dan jangan sampai kau menyakitinya lagi atau kau akan tau akibatnya" Gemini menatap tajam Fourth.
Fourth yang menerima tatapan mengintimidasi dari suaminya merasa sangat sedih dirinya berfikir apakah dia sejahat itu sampai-sampai Gemini terus mengintimidasinya setiap saat.
"Apakah aku semengerikan itu kak?"
"Kau lebih mengerikan dari iblis sialan" Gemini mulai tersulut emosi, entah mengapa setiap melihat wajah Fourth dia selalu terbayang dengan kejadian yang menimpa Phuwin 5 tahun lalu.
"Apakah memaafkanku begitu sulit bagimu kak?" Fourth
"Ya sangat, aku mungkin sudah memaafkan tapi aku tidak akan pernah lupa dengan perbuatanmu itu sampai menyebabkan kakakku hampir mati" Gemini
"Apa yang bisa aku lakukan untuk dimaafkan? Apa aku harus mengalami hal yang dialami kak Phuwin juga baru kakak akan memaafkanku?"
"Jika kau bisa, lakukan. Mungkin aku akan menerimamu saat itu"
Fourth hanya menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang mulai mengalir, dia akan selalu seperti ini saat berhadapan dengan kebencian Gemini.
"Pergi, aku ingin tidur" Gemini mengusir Fourth dari kamarnya.
Fourth yang sudah tidak tahan langsung pergi menuju kamarnya, seperti malam-malam sebelumnya Fourth kembali menangis sendirian di kamarnya bergelut dengan rasa sakit hati dan tubuhnya. Meskipun dia sering diperlakukan seperti ini, entah kenapa dia tetap saja belum terbiasa.
Keesokan harinya.
Fourth bangun lebih awal dari biasanya, ia menyiapkaan semua keperluan memasak untuk kakak iparnya nanti. Phuwin dan Nara berencana akan datang kerumah mereka nanti sore, jadi Fourth sudah bangun pagi-pagi buta untuk menyiapkan semua karena dia tidak dibantu maid satupun.
Jam menunjukkan pukul dua siang. Semua hidangan sudah dia siapkan dan rumahnya juga sudah bersih, karena merasa lengket Fourth berencana mandi namun baru saja ketika ia akan menginjakkan kaki di tangga ketiga, kepalanya terasa sangat pusing pandangannya memburam secara tiba-tiba dan dadanya terasa sakit dan sesak.
YOU ARE READING
ONESHOOT
Short StoryKumpulan cerita pendek Semua dalam cerita fiksi, ga boleh baper sampai real life.
