"Tuhan, tolong lebih berbaik hati lagi pada ku, bukan aku tak bersyukur, tapi aku hanya seorang manusia yang tak pernah merasa cukup." Shreya Arunima
"Kalau semuanya sempurna, nanti kita lupa caranya bersyukur, kesulitan bukan hukuman dari Tuhan tap...
"Jadi kita habis ini mau kemana Re.?" Tanya Caca,setelah menghabiskan sepiring nasi goreng yang ia pesan beberapa menit lalu.
Reya yang sedari tadi fokus dengan handphone nya akhirnya menatap sang sahabat "gimana kalau kita ke club?, udah lama kita gak kesana." Balas Reya sembari memasukkan handphone nya kedalam tas.
"Gas deh, mumpung besok gue gak ada kelas" jawab Caca semangat ,ia juga ingin bersenang-senang dan melupakan sejenak tentang tugas kuliah nya yang entah mengapa selalu membuat kepalanya pusing dan berasap. "Btw, nasi goreng nya gratis kan Re?." Tanya Caca seraya menarik turunkan alisnya.
Reya yang mendengar pertanyaan sang sahabat hanya memutar bola matanya malas "lo kapan pernah bayar sih kalau makan di kafe gue anjir. "
Cafe's flower ,nama cafe yang didirikan Reya satu tahun yang lalu kafe yang banyak digemari para anak muda karena tempatnya yang aesthetic di setiap sudut nya di beri hiasan dengan berbagai jenis bunga. Pun harga yang di berikan untuk setiap makanan Dan minuman relatif murah, sangat cocok untuk kantong pelajar.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Reya bisa membangun cafe ini pun berkat bantuan suntikan dana dari sang ayah, dengan sistem bagi hasil.
"Iya nanti gue bayar kalau inget,Ayo ih buruan gue udah gak sabar mau seneng seneng".ujar Caca sembari menarik tangan Reya menuju parkiran.
Jalanan cukup sepi mengingat hari sudah menunjukkan pukul 10 , hadi Reya bisa membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di club mereka di sambut dengan alunan musik kencang yang memekakkan telinga dan lampu warna warni,yang menambah semangat mereka untuk segera bergabung di dance floor.
Caca yang memang sudah tidak sabar pun,pergi meninggalkan Reya tanpa berucap apapun menuju dance club untuk bergabung dengan orang-orang yang sedang menari.
Berbeda dengan Caca,Reya lebih memilih menikmati segelas wine yang tengah ia minum saat ini meresapi rasa panas yang menjalar di tenggorokannya, ia sudah menghabisi beberapa gelas wine yang membuat kepalanya sedikit pusing.
Dengan jalan agak sempoyongan ia memilih untuk bergabung dengan orang-orang menuju dance floor meliuk-liukan badannya menikmati setiap musik yang terdengar.
Dari arah belakang seorang pria dengan tindikan di telinga kanan nya memeluk nya dengan erat,dengan meremas sedikit bokong sintal Reya.
Reya yang diperlakukan seperti itu membalikkan badannya, memeluk pria itu, menciumi leher sang pria yang tidak ia kenal, selang beberapa detik mereka sudah berperang lidah saling melumat satu sama lain.
"Waduh nafsu amat neng, udah bego" Ntah dari arah mana Caca tiba-tiba sudah berada di sebelah Reya sembari menarik tubuh Reya agar terlepas dari pria random itu. "Ayo pulang udah jam 1 ini, mak lo nyariin lo nanti" Lanjut Caca sembari menarik tangan Reya menuju pintu keluar club.