CHAPTER 1

3.8K 157 5
                                        

Cerita ini hanya fiktif dan imajinasi semata
Tidak terjadi di kehidupan nyata.

Sebelum membaca alangkah baiknya untuk
memvote cerita ini.
Terimakasih.
🙏🏼

•••••••••••••••



"Kamu tahu kak, kakak sangat menyedihkan" Lia menoleh kearah samping yg tidak lain dan tidak bukan itu adalah kakaknya.

"Bukan urusanmu" Lia mendengus kesal lalu menyesap minuman kalengnya dan meletekkannya di dasbor mobil.

"Sampai kapan kakak akan seperti ini ? Sampai dia menjadi nenek-nenek tua dan tidak menyadari keberadaanmu?"

"Sssttt.. diam" Lisa bahkan tidak menoleh kewajah adiknya yg duduk disebelahnya, tatapannya lurus kedepan kepintu keluar sebuah gerbang kampus.

Dan tak lama sosok yg dicarinya itu keluar, dengan senyum manis yg sudah dihafalnya, sedang bercanda bersama teman-temannya.

"Dia tersenyum bahagia" gumam Lisa lega.

"Tentu saja dia tersenyum bahagia, dia berhasil lulus dengan predikat Cumlaude" tukas Lia dengan gusar,

"Dan itu gara-gara siapa ?"

"Aku tidak ingin membahas..."

"Gara-gara kamu kak ! Semua gara-gara perjuangan kakak !" Lia tidak memperdulikan peringatan kakaknya dan terus melanjutkan,

"Dan sekarang kakak bahkan tidak bisa memberi selamat kepadanya, malah mengintip dari jauh seperti ini, benar-benar menyedihkan!"

Lisa terus menatap sosok itu sampai menjauh, menghilang didalam angkutan umun yg di naikinya.

"Dia bahkan masih maik angkutan umum, aku harus mengusahakan kendaran untuknya, supaya dia tidak terlalu capek-capek dan berpanas-panasan naik angkutan umum lagi."

Perkataan kakaknya itu semakin membuat Lia semakin gusar, karena sang kakak tidak memperhatikan kata-katanya.

"Kakak benar-benar menyedihkan, sampai kapan kakak menghukum diri sendiri seperti ini?"

Hening

Tampaknya Lisa menganggap pertanyaan Lia itu tidak perlu di jawab. Dua kakak beradik itu terdiam didalam mobil mewah yg sengaja di parkir agak jauh dari kampus agar tidak mencolok,

Lisa sibuk dengan pikirannya sendiri, pikirannya melayang ke masa sepuluh tahun lalu, saat usianya masih 18 tahun, kaya, mempunyai segalanya, punya kuasa dan tidak tahu tentang rasa tanggung jawab..

Flashback 10 tahun lalu...

"Ini mobil hadiah ulang tahunku, hanya ada dua dinegara ini !" Guman Lisa bangga pada teman-temannya.

Semua teman-temannya tampak mengagumi mobil sport warna kuning yang terparkir di depan Club malam.

"Gilaaa Lii ! Ini mobil sangat enak dan nyaman sekali kalau di bawa ngebut !" Seru salah satu temannya yg mencoba mobil Lisa.

"Tentu saja, namanya juga mobil mewah!"

"C'mon Lets try.!! " Seru salah satu temannya yg lain.

Lisa tertawa bangga dengan kesombongan mudanya kala itu, malam itu Lisa dan teman-temannya berpesta pora.

Dan malam itu pula Lisa belajar bahwa kesenangan sesaat kadangkala bisa merenggut nyawa seseorang yg tidak bersalah, mobil yg dia kendarai dalam keadaan mabuk menabrak sebuah taxi yg berjalan pelan dari arah berlawanan.

The Unforgiven Hero Where stories live. Discover now