Prolog

13 1 0
                                        

Aku selalu percaya, hubungan paling aneh sering lahir dari hal-hal yang tidak pernah direncanakan.
Bukan dari pertemuan yang disengaja, bukan pula dari janji apa pun.

Kami bertemu sebagai peran.
Nama yang bukan milik kami, karakter yang bisa dilepas kapan saja.
Awalnya hanya kata-kata, balasan singkat, percakapan yang seharusnya berhenti di situ.

Namun perlahan, semuanya terasa terlalu nyata untuk disebut sandiwara.
Empat orang asing, berada di ruang yang sama, meski terpisah jarak dan waktu.
Kami berbagi cerita, kelelahan, tawa kecil yang muncul tanpa diminta.

Tak ada yang berniat sedekat ini, tapi kedekatan itu tumbuh pelan—
tanpa tanda, tanpa permisi.

Kadang aku bertanya-tanya,
jika semua ini terjadi di dunia yang sama,
tanpa layar, tanpa peran yang melindungi,
akankah ceritanya sederhana?

Atau justru lebih rumit untuk dijalani?

DIANTARA KAMIWhere stories live. Discover now