Malang, 20 Januari 2023
Siang itu, karena Amalia merasa tidak ada kegiatan yang berarti, akhirnya ia memutuskan untuk mencuci baju karena melihat keranjang bajunya sudah menumpuk penuh.
"Gila, numpuk banget cucian, nyuci dulu deh" Keluh Amalia sambil sedikit menggaruk kepalanya merasa pusing.
Di tengah-tengah kegiatan Amalia sedang mencuci baju, ternyata salah satu temannya–Loren, sudah menelfon nomornya berulang kali, karena Amalia sedang melakukan kegiatannya sendiri, ia tidak menghiraukan panggilan temannya secara sengaja hingga kegiatannya selesai.
"Lah, banyak banget ini anak miss call aku" Heran Amalia sambil menekan tombol telfon balik pada temannya.
"Halo, Mal, baru bangun ya? buruan ke kosku, keburu temenku nyampe entar!" Ujar Loren di sebrang telfon langsung mencecar Amalia untuk segera ke kosnya.
"Ih santai dong, baru nyuci baju sama jemur, belum mandi aku, tunggu dulu" Ujar Amalia sedikit bingung karena secara tiba-tiba temannya segera menyuruhnya menuju ke kosnya.
"Yaudah buruan ya, ini Arum dah disini, kita nungguin kamu mau makan rawon deket kos, yuk" Jawab Loren yang ternyata sudah bersama Arum disana.
"Iya, tungguin ya bentar" Jawab Amalia seadanya.
"Oke, kabarin kalo udah jalan kesini" Kata Loren menjawab perkataan Amalia.
"Iya, yaudah bye"
"Bye." Setelah Loren mengucapkan kata tersebut, Amalia langsung mematikan telfonnya dan segera mandi serta bersiap.
Setelah menyelesaikan ritual mandi dan berdandan, Amalia segera mengambil kunci motornya, mengunci kamar kosnya dan menuruni tangga kos untuk segera ke kos temannya itu, saat sedang membuka pintu gerbang, ia bertemu dengan ibu pemilik kosnya.
"Eh, bu" Ujar Amalia menyapa sambil mengangguk sopan pada Ibu kosnya.
"Eh mbak Amalia, mau keluar ya?" Tanya Ibu kosnya basa-basi.
"Hehe iya bu, mau main ke kos temen," Jawab Amalia seadanya.
"Ohh gitu, yaudah hati hati ya mbak," Ujar ibu kosnya ramah sambil masuk ke kediamannya, Amalia hanya mengangguk sopan sebagai balasannya.
Lalu, Amalia mengeluarkan motornya dari kosnya, menutup gerbang, dan menyalakan mesin motornya serta bergegas menuju kos Loren karena ia juga sudah mulai merasa lapar.
Sesampainya di kos Loren, ia segera membuka gerbang kos temannya itu yang—untungnya tidak di gembok, jadi Amalia bisa langsung memasukkan motornya ke dalam parkiran, lalu berjalan masuk ke kamar kos temannya.
"Nah ini dia anaknya, kalo gitu langsung makan aja yuk, laper" Girang Arum sambil mengelus perutnya pertanda ia juga merasa kelaparan.
"Yuk" Balas Loren sambil mengajak temannya keluar kamar kosnya untuk dikunci.
Mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju tempat makan, karena tempatnya sangat terjangkau dari kos Loren. Sampai disana, mereka segera memesan tiga porsi rawon serta tiga gelas es jeruk.
"Kenyang banget," Ujar Amalia sambil menatap dua temannya yang ternyata sudah usai makan terlebih dahulu.
Arum mulai menyalakan rokoknya setelah makan, kegiatan wajib yang dilakukan sehabis makan oleh teman-temannya—termasuk Amalia sendiri.
"Pinjem korek dong," Pinta Loren kepada Arum saat mengetahui bahwa Loren memang sengaja tidak membawa korek agar bisa meminjam dari temannya. Arum lalu menyerahkan koreknya pada Loren dan akhirnya mereka bertiga pun berbincang disana hingga rokoknya habis dan membayar makanan mereka.
ESTÁS LEYENDO
The Red String
RomanceTeori benang merah - teori yang mengatakan bahwa setiap dua insan terhubung dengan benang merah di setiap jarinya menuju ke cinta sejatinya, benang yang bisa kusut dan renggang, namun tidak bisa terputus, meskipun sejauh dua manusia ini melangkah...
