prolog

37 3 0
                                        

Haloo guyss, salam kenal kalian bisa panggil aku rara yaa biar akrab😍

Kalian dari mana aja nih Guys?

Tiktok?

Ig?

Twitter?

Okey, lest start. Are you ready guys?

~Prolog~

Namanya Syera Nailaka Haura, gadis cantik yang memakai baju putih abu-abu sembari membawa ranselnya dengan buku di tangan kanannya membawa buku sejarah sedangkan Tangan kirinya menutupi rambutnya untuk menghindari sinar matahari.

Hari ini langit terlihat cerah, awan-awan berwarna putih terang. sepertinya hari ini akan menjadi hari yang indah.

Jam menunjukkan jam dua siang, gadis itu berjalan menuju kantin sekolah. Melewati beberapa siswa dan siswi di SMA Arnandra.

Di SMA Ini luas dan mewah, banyak fasilitas yang bisa dipakai oleh siswa dan siswi di sini.

Ada kolam berenang, lapangan, UKS, studio seni, auditorium, laboratorium komputer, perpustakaan,ruang musik, laboratorium sains dan lain-lainya.

Gadis itu berjalan, hingga langkahnya berhenti. Ia tertunduk dikarenakan bukunya terjatuh. Tiba-tiba ada sesosok cowok asing mengambil buku yang terjatuh itu.

"E-Eh Sorry yaa..." Katanya.

"Gapapa santai aja..." Balasnya, mereka bertatapan seperkian detik.

Merasa panik, gadis cantik itu langsung buru-buru mengambil bukunya dan meninggalkan cowok itu.

Sementara cowok itu tersenyum tipis, lalu melenggang pergi.

ʘ⁠‿⁠ʘ

sesampainya di kantin, Syeila berkumpul dengan teman-temanya yaitu Nayla, Syifa, dan Naya.

Sembari menunggu pesanannya datang, ia mengerjakan tugas sejarah sekalian merangkumnya. Syeila itu, gadis yang pintar dan gila belajar dikarenakan ia anak beasiswa. Bahkan dimana saja ia selalu belajar.

Sementara teman-temanya adalah anak orang kaya, meski begitu mereka tidak sombong.

"Guys, habis ini kita shopping yuk..." Ajak Nayla.

Syifa menyilangkan kakinya sombong. "Boleh tuh, kayaknya gue belum beli sepatu channel yang terbaru deh." Kata Syifa.

Syifa adalah gadis yang suka belanja, bahkan seharian waktunya dihabiskan untuk merias dirinya sendiri.

Naya tampak berpikir sejenak. "Ayok, kamu nggak ikut la?" Ajak Naya.

Syeila tampak kebingungan, ia hanya mengganguk sembari tersenyum.

"Boleh..." Katanya.

(⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)

Sesampainya di mal mereka asik kesana kemari, melihat sekeliling yang ramai. Banyak orang berlalu lalang. Di sekitarnya banyak ada charging station, free wifi zone, mushola, ATM center.

Syera melangkahkan kakinya, menuju rak Gramedia. Matanya kesana kemari, mencari buku yang cocok untuk dia beli..

Matanya melirik pada buku anak kecil, membacanya sembari tersenyum. "Lucunya...* Gemas Syera.

Ada sesosok laki-laki di belakangnya. "Kamu baca apa Ra?" Tanyanya.

Syera bersikap biasa saja, walaupun dia sedikit panik. Ia menjawab. "Baca buku anak kecil emangnya kenapa?" Ucapnya sok jual mahal.

"Gapapa sih, santai aja kali. Gue cuma nanya."jawab lelaki itu.

Mata mereka mereka saling bertatapan berapa detik dengan sangat intens. Syera seakan tersihir oleh tatapan lelaki itu.

Syera bertanya. "By the way, nama lo siapa?"

Lelaki tersenyum tipis seraya berkata. "Kenalin nama gue Karel. Nama lo pasti Syera kan?"

Syera tidak habis pikir. Bagaimana ia bisa mengetahui namanya?

Karel melihat jam arlojinya. "Gue pergi duluan yaa... Gue ada urusan." Sebelum Syera membalas perkataan Karel, ia sudah melenggang pergi.

Karel, baiklah Syera akan mengingat nama itu.

Gadis itu berpikir Karel sepertinya mirip dengan lelaki yang menabraknya kala itu. Apakah itu kamu Karel?

~~~

Syeira Nailaka Haura

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Syeira Nailaka Haura

Karel Arnandra Bramasta

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Karel Arnandra Bramasta

The Cafe MathematicsWhere stories live. Discover now