hai hai kali ini aku public cerita baru lagi ya, tapi gatau karena ini kegabutanku jadi mungkin agak gimana gitu tapi aku usahain bikin se relate mungkin yaa.
aku berharap kalian suka, dan jangan lupa beri bintang sebagai penyemangat ku.
HAPPY READING
:v
.°•.*.
"ciptaan tuhan memang indah, apalagi perempuan pemilik senyum senja itu."
-180°-
Abhipraya Nareswara, laki-laki berbadan besar nan tinggi, parasnya tampan, rahang tegas, mempunyai mata tajam seperti kilat bak Dewa Yunani. Dia salah satu siswa ganteng yang tercatat di akun medsos fans Cogan SMA Nakula. Lihat saja namanya, setiap katanya mempunyai makna tertentu, seperti ditakdirkan akan hidup sempurna. Bukan hanya ganteng dia juga sejenis anak berprestasi di bidang Non Akademik. Dia juga termasuk manusia banyak uang karena Ayahnya seorang Presdir di BUMS. Di sisi lain, banyak hal yang belum orang-orang ketahui tentang Abhi, sisi yang tak bisa dibeli oleh uang maupun status.
180°, °/derajat. Apa yang kalian tahu tentang angka itu? 180 derajat adalah sudut lurus, setengah dari lingkaran penuh. Jika lingkaran utuh itu 360°, maka 180° adalah garis yang membelah lingkaran menjadi dua bagian sama besar. Tapi bukan itu yang dimaksud, mungkin bagi kalian hanya sekedar angka atau sudut lingkaran biasa tetapi bagi Abhi 180° itu tentang Senja dan Waktu. Senja ketika Sore dan Waktu yang selalu menyuruh tubuhnya untuk selalu bergerak.
Bagi Abhipraya Nareswara 180° adalah senja, karena matahari terbit dari timur tenggelam ke barat merupakan setengah dari bumi dan begitu juga 180° yang merupakan setengah dari lingkaran.
"Woi, Bhi kantin," Alfin mengajak dengan suara kerasnya.
Abhi menghela nafas, apa bisa mengajaknya dengan suara lembut tak lantang seperkian tadi, memangnya dia budeg. toh, dia selalu membersihkan kotoran yang menempel di dinding telinganya. Namun Abhi tetap menjawab ajakan Alfin dengan santai. "Ngga dulu."
"Ngga asik lo, ngga mau ketemu Arutala?" tanya Ravel, kata itu langsung membuat ekspresi wajah Abhi berubah 100% yang tadinya datar sekarang menjadi teduh berserta senyuman tipis.
"Keliatan banget pengen nyawang Arutala," kata Alfin dengan wajah mengejek Abhi.
Alfin sangat gemar mengejek teman-temannya, menurutnya, Abhi terlalu Over, apalagi tentang gadis itu Abhi tak pernah mendapatkan cinta gadis itu sedikit pun, sejak zaman Neolitikum Abhi sudah mengagumi nya.
"Suka mah diungkapin bukan dipendem wkwkwk," ejek Ali, ia juga kesenangan saat mengejek Abhi. Pasalnya Abhi memang sedikit lemah soal cinta, tak sepertinya yang ahli dalam percintaan, dia juga bangga karena kerap disebut pujangga cinta.
"Babi lo." umpat Abhi merasa kesal. Ia pun segera berjalan mengikuti dua manusia gembel itu yang sudah berjalan duluan.
Sesampainya di kantin Abhi melirik pada meja pojok yang ditempati dua cewek, matanya langsung menatap salah satu dari mereka yang terduduk dikursi pojok dengan seporsi mie ayam, terlihat sangat cantik. Mereka Arutala dan Gistara, dua cewek yang kemana-mana selalu berdua, Gistara atau Tara, cewek itu lebih sering dipanggil Tara karena gampang untuk disebut. Jika ada Arutala pasti ada Tara, sama ada Tara maka ada Arutala. Tapi bukan bermaksud Arutala dipanggil Tala, ia tetap dipanggil Arutala, Ar, dan Aru.
Back to topic, Bagi Abhi, Bagi Abhi, Arutala adalah maha karya Tuhan yang dilukis dengan penuh kelembutan. Ia cantik bagaikan senja yang mengalir di cakrawala, tenang namun menyimpan pesona yang sukar dilukiskan kata-kata. Wajahnya teduh, seolah menenangkan riuh dunia, dan mata hazelnya, jernih sekaligus hangat adalah pusaran yang membuat Abhi rela hanyut tanpa ingin kembali.
"Woy! Bengong, liatin siapa si?" seru Tama mengagetkan Abhi. Abhi pun langsung mengalihkan pandangannya menatap Tama dongkol.
"Berisik," ketus Abhi menduduki kursinya. Matanya terus membidik ke arah dimana Arutala duduk di kursi kantin dengan wajah yang teduh di sertai senyuman manis.
"Elah kaya mau diambil om om aja diliatin terus," ejek Ravel menoel-noel lengan Abhi.
"Makanya confes, ege!"
"Berisik lo pada."
Sekarang Abhi tau, yang indah bukan hanya alam raya tetapi ketika Arutala tersenyum, senyum 180°. Arutala itu cita-cita Abhi, Cita-cita yang sulit untuk Abhi gapai. Apapun tentang Arutala, Abhi menyukainya, jika ada kesempatan untuk menjadi bagian dari hati Arutala, Abhi janji pada dirinya sendiri bahwa ia akan selalu membuat Arutala tersenyum setiap harinya, ia akan menjadikan hari-hari Arutala semakin berwarna.
Dia gadis Surabaya yang Abhi sangat cintai setelah Bundanya. Arutala Aksata, indah sekali namanya, perkata diambil dari diksi, mungkin Ibunya sang puitis. Nanti jika ada kesempatan bertemu dengan sang calon mertua ia akan tanya kenapa, Arutala diberi nama Arutala Aksata.
Ingin tahu mengapa Abhi bisa mengenal Arutala? Mengenal Arutala hanya dengan pertemuan singkat yaitu lab IPA. Tempat sederhana namun banyak kenangan bagi Abhi, bahkan hari itu, tempat itu menjadi hal bahagia untuk seorang Abhi. aneh memang tapi inilah Abhi.
Bagiamana kelanjutannya apakah sosok Abhipraya Nareswara mendapatkan cinta dari gadis senyum 180° itu?
Makanya baca kelanjutannya kalo mau tau heheh :v
***
SEMOGA KALIAN MENGERTI APA YANG DI MAKSUD 180° ITU YA😭 SOALNYA AUTHOR JUGA BINGUNG MAU JELASIN DETAIL TAPI TAKUT GA NYAMBUNG.
YANG INTINYA 180° ITU SENJA!!
SEE YOU NEXT PART CWINTA ✈️
YOU ARE READING
180°
Romance180° by milostar1 FOLLOW WP AUTHOR DULU SEBELUM BACA WKWK KU INGATANKAN INI HANYA CERITA FIKSI JADI JANGAN BERHARAP TERLALU TINGGI.
