Laurenna mazaya dhirkasa, seorang gadis desa yang mati matian meraih cita-cita nya untuk membanggakan kedua orang tua nya. Banyak sekali rintangan yang harus ia lewati, ia juga tidak pernah menyerah untuk melakukan nya. Namun, disisi lain ia harus b...
Jangan lupa vote cerita ini supaya aku makin semakin semangat bikinnya!
Jangan lupa follow tiktok : zalovelyrl
SELAMAT MEMBACA
⋆.˚✮🎧✮˚.⋆
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
" Impian ku adalah, menggapai cita-cita ku untuk membanggakan kedua orang tua ku "
Si gadis desa yang berumur 20 tahun, memiliki kulit sawo matang dengan mata indah nya yang berwarna coklat. Yaitu, 'laurenna mazaya dhirkasa'.
Laurenna tinggal diperdesaan yang sangat jauh dari kota. Kegiatan sehari-hari nya hanya membantu kedua orang tua berladang. Laurenna dikenal sebagai gadis yang manis dan baik hati. Ia selalu membantu orang-orang yang sangat kesulitan.
Laurenna memiliki cita-cita, ia berharap kelak ia akan meraih cita-cita nya. Cita-cita nya adalah ingin berkerja di perkantoran, tempatnya dikota jakarta. Namun, hati nya mengatakan bahwa ia mungkin tidak sanggup menggapai cita-cita nya. Karena butuh banyak biaya untuk ia pergi kesana.
Sore pun tiba, kedua orang tua laurenna pun menyuruh dia masuk kedalam untuk makan malam bersama. Hidangan makan malam saat ini hanya lah nasi dan tempe. Namun, laurenna pun tetap mensyukuri nya.
" Maaf ya nak, makan malam ini cuman nasi sama tempe. Soalnya uang bapak cukup untuk beli ini saja " ujar heri, bapak dari laurenna yang saat ini berusia 45 tahun.
" Nak, keadaan ekonomi kita sangat sulit sekarang, Apalagi tadi banyak sekali ladang kita hancur karena hujan deras kemarin " ucap siti, ibu dari laurenna yang saat ini berusia 40 tahun.
Mata laurenna pun berkaca-kaca, ia tak sanggup melihat kedua orang tua nya berkerja keras untuk diri nya sendiri.
" Enggak papa kok pak, bu. Makan ini aja sudah cukup buat renna " jawab laurenna dengan tersenyum.
Laurenna pun mengambil centong nasi, lalu ia menaruh nasi itu di piring kedua orang tua nya.
" Bapak sama ibu gak usah capek-capek berkerja, renna kan udah gede bu. InsyaAllah kalo ada rezeki renna ke kota untuk meraih cita-cita renna "
Siti pun memeluk laurenna dengan lembut, " nak, ibu do'ain semoga cita-cita nak renna tercapai, apa pun perkerjaan yang nanti kamu dapat gak papa nak, asalkan uang itu halal " ucap siti dengan air mata nya yang mulai menurun.
" bapak juga do'ain yang terbaik untuk renna, kejarlah mimpi mu nak, raih lah mimpi mu itu nak. Bapak pengen liat anak bapak sukses dimasa depan. Biar bisa membanggakan kedua orang tua nya " ujar heri yang kini memeluk mereka berdua