Prolog

42 3 0
                                        

21.15

"Pokoknya aku mau kita pisah mas, aku udah capek sama kamu hiks" lirih bunda

Plakk

Ayah langsung menampar pipi bunda dengan sangat keras

"APA KAMU BILANG, PISAHH?!" bentak ayah

"Iya hiks aku udah ga kuat lagi mas" ucap bunda

Amara kecil yang sedang tertidur pulas terganggu dengan keributan diluar

Ama berjalan ke luar kamar dan betapa terkejutnya ia melihat bundanya sedang di tampar hingga tersungkur ke lantai oleh ayahnya sendiri

Ama pun langsung berlari menghampiri sang bunda

"Bundaaaa hiks bunda kenapa? hiks hiks" ucap mara sambil memeluk bunda erat

"Bunda gapapa, ama kenapa bangun hm?" ucap bunda sambil tersenyum menahan rasa sakit di pipinya

"Arghhhhhhhhhh" ayah frustasi dan membanting semua barang yang ada di dekatnya

Dengan cepat ayah mengambil Amara yang sedang memeluk bunda dan dia benturkan kepala mara di dinding berkali-kali

"hiks kepala Ama hiks cakit hiks yah hiks" lirih mara

"Jangann mas, jangan sakiti Amaa" tangis bunda

Bunda dengan langkah gontai merebut Amara dan menampar ayah

"KETERLALUAN KAMU MASS, AMARA ANAK KAMU!!!" teriak bunda yang tidak habis pikir dengan suaminya

Ayah pergi entah kemana lalu kembali membawa clurit dan berjalan ke arah mereka

Bunda yang mengetahui itu langsung menggendong Ama dan berlari ke rumah ibu mertuanya untuk meminta bantuan

"Pak, buk tolonggg hiks tolongg" tangis bunda

"Kamu kenapa rianti? ceritakan apa yang terjadi" tanya nenek

"Tadi aku sama mas Adi berantem buk, sekarang mas Adi bawa clurit hiks hiks dia lagi ngejar aku sama Amara" ucap bunda sambil sesenggukan

"APAAA!!" nenek dan kakek pun terkejut mendengar penjelasan bunda

Amara kecil yang belum mengerti apa yang terjadi saat ini hanya bisa menangis sesenggukan di dalam dekapan sang bunda

"Rianti kamu tenang dulu oke" ucap nenek menenangkan

Huft huft huft, perlahan bunda mulai tenang

"RIANTI KAMU DIMANA RIANTI!!!" teriak ayah dari luar

nenek terus menenangkan bunda sedangkan kakek keluar rumah untuk menemui ayah

"Adi kamu ini kenapa baru datang marah-marah" ucap kakek

"RIANTI DIMANA AKU INGIN MEMBUNUH DIA DAN JUGA ANAKNYA" bentak ayah

"Istighfar kamu Adi istighfar, tubuhmu sedang di kuasai oleh iblis" kata kakek

Ayah langsung terdiam dan menjatuhkan cluritnya

Tak berselang lama oma pun datang karena bunda sudah menelfonnya sejak kemarin, Oma pun berlari masuk ke dalam rumah dan langsung memeluk bunda

"Sayang kamu gapapa?" tanya oma

"Rianti gapapa mah hiks" jawab bunda

Ayah dan kakek masuk ke dalam rumah, Oma menghampiri ayah dan menamparnya sangat kencang

"ANDA APAKAN ANAK DAN CUCU SAYA" bentak Oma sangat keras

Ayah hanya diam dan menunduk

"JAWAB ADI JAWAB!!" Sentak Oma

Lagi-lagi ayah diam seribu bahasa

"Huftt.... saya minta kamu dan Rianti cepat bercerai" ucap Oma sedikit lebih tenang

"Oke besok saya akan mengurus surat perceraiannya" jawab ayah

"JANGAN BERCANDA ADI" marah nenek

Ayah hanya diam saja enggan menjawab

"Saya akan membawa anak dan cucu saya pulang, Saya pastikan anda akan menyesal karna telah membuang mereka" ucap Oma

Dan setelah kejadian itu Amara dan bundanya tinggal di rumah Oma yang berada di London.

Dan setelah kejadian itu Amara dan bundanya tinggal di rumah Oma yang berada di London

Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.

Xania Amara Vikander

Gimana gaiss prolog nya?
Dilanjutin ga nih🤭
Jangan lupa coment ya😍
Vote jg kan g ada biayanya

Bye gengz, see you in the next part😘😘

AMARAWo Geschichten leben. Entdecke jetzt