Prolog

15 3 1
                                        

"Raga, kamu harus jadi pacar saya"  mata elangnya menatap lelaki yang lebih pendek didepannya, mengintimidasi lawan bicaranya.

"are you crazy, shit?" lelaki yang lebih pendek membolakan matanya terkejut, tidak tidak lebih ke beranggapan orang didepannya gila! tapi lawan bicaranya menatap dia lucu.

"gue ga mau sinting, lo cowo dan gue juga cowo" sebut saja namanya Raga. lelaki dengan kulit putih, tinggi normal seperti lelaki pada umumnya, bulu mata panjang dimata indahnya. bisa memikat kaum hawa maupun adam melalui tatapannya.

"saya ga pernah bilang kamu boleh memilih, itu perintah" dan ini panggil saja namanya Dimas. lelaki jangkung yang melebihi rata-rata, memiliki lesung pipi yang indah dan jangan lupa mata elangnya yang membuat lawan bicaranya terintimidasi saat ditatap olehnya.

"GUE GA MAU!, gue masih suka cewe" mata cantik itu menatap sengit Dimas. Raga masih normal okey?? masih dijalan yang sejalan. apa Dimas gila?

Dimas menyeringai, mengeluarkan smartphone yang berada dalam sakunya, untuk membuka sesuatu. Dimas menunjukan sesuatu di smartphonenya pada Raga yang membuat Raga berkeringat dingin.

"menurut atau saya sebarin" Dimas masih mempertahankan seringai di bibirnya. Dimas tau pasti Raga tidak bisa menolaknya. mau tidak mau harus patuh dengan menjadi pacarnya.

Dimas masih menunggu jawaban yang keluar dari bibir mungil Raga, "Jadi bagaimana? masih tidak mau?"

Raga mendongak menatap Dimas, "lo kenapa bisa tau?"

.
.
.
.
.

Next ke chapter 1 yaaa

menurut kalian gimana dengan prolognya? apa buat kalian tertarik?

Bunny Boy [Jaeyong]Stories to obsess over. Discover now