Happy Reading :)
———
"PAK HERMANN, JANGAN TUTUP DULU GERBANG NYAA!!!"
Perempuan dengan rambut kepang dua dan menggunakan bando pita biru itu berlari sekuat tenaga menuju gerbang sekolah yang hendak di tutup.
"Lho, Fayana? Tumben kamu telat?" Heran Pak Herman sambil menatap Fayana.
Fayana Athilla Lotuna. Cewe yang identik dengan kecintaan nya dengan warna biru dan bunga lotus.
"Saya kesiangan pak, suer deh. Tolong banget pak biarin saya masuk yaa?" Ucap nya sambil cengengesan dan muka memohon.
Pak Herman sang penjaga sekolah menggelengkan kepala nya dan menghela nafas.
"Kamu tunggu sini nak, Saya panggilkan guru BK terlebih dahulu." Fayana dengan nafas yang naik turun memasang raut panik serta memukul kening nya sendiri.
Ini mah bisa mampus, mana pelajaran Miss Rea lagi, yang ada gue dimarahin abis abis an. Faya dungu banget si astaga.
Batin nya mengeluh
"Fayana, Tumben kamu telat?" Werni sang guru BK datang menghampiri Fayana, Tentu saja sudah dipastikan sekarang dia hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.
"Itu bu... Angkot nya ga ada yang lewat bu, kesiangan juga tadi hehe.." Bu Werni hanya menggelengkan kepalanya.
"Yasudah kali ini kamu saya kasih masuk, Besok jangan telat lagi. Atau nanti ibu suruh kamu bersihin wc sekolah."
Fayana Mengangguk cepat dengan wajah kegirangan.
Saat dia memasuki sekolah dan berjalan dengan cepat dikoridor, dia memikirkan satu masalah nya lagi.
Dia telat di pelajaran Miss Rea.
Dengan cepat dia berlari, namun saat sudah berada di depan kelas. Dia mengintip dari jendela
Sungguh, hari ini dia sangat sial.
Fayana, demi apapun lo beneran mampus hari ini. PELAJARANNYA UDAH DI MULAAI??
Dia meneguk salvia nya sambil memberanikan diri mengetuk pintu kelas yang tertutup.
Perlahan pintu terbuka, semua mata dikelas menatap kaget ke arah Fayana. Serta Miss Rea menatap tajam ke arah nya.
Mampus lo fay.
"Permisi bu maaf-"
"Pergi dan lari 3 kali mengitari lapangan lalu boleh masuk ke kelas saya." Faya melongo mendengarnya. Dia sudah lelah karna berlari menuju sekolah yang jarak nya cukup jauh, sekarang harus lari mengitari lapangan yang luas?
"Tapi bu-" Belum selesai berbicara, dia sudah di pelototi oleh Miss Rea.
"Iya bu, Maaf. Saya kelapangan dulu" Dengan lesu, dia pergi menuju lapangan sekolah.
Dia menaruh tas nya tak jauh dari lapangan dan segera berlari.
1 Putaran
2 Putaran
Dan diputaran ketiga, dia hampir tumbang. Keringat mengucur dari tubuh nya. Terlihat bagian kepalanya mengeluarkan keringat yang cukup banyak.
"Gue ga kuat sumpah, mana belum sarapan" Dengan badan yang sudah lemas serta mata yang sudah mulai berkunang kunang, dia duduk dibawah pohon teduh.
Dia menutup wajahnya dengan tangan menahan rasa mual yang sedang ia rasakan.
"Ternyata lo bisa telat juga." Dia mendonggakan kepalanya dan melihat seorang lelaki memberikan minuman dan roti kepadanya.
ESTÁS LEYENDO
Can We Talk Again?
Novela Juvenil- "Kita asing ya sekarang?" .. - "Asing kenapa Fayana? Aku masih anggap kamu temen aku Na." ... Hanya cerita yang memiliki lembaran singkat, iya. Cerita singkat milik dua anak SMA ini.
