Langsung aja yah..........
***
"Lah jii, ngapain lu liatin taneman?"
Pemuda bertubuh pendek itu menatap heran pada adik bontot nya yang masih asik melihat beberapa tanaman, bahkan terdengar gumaman kecil yang entah apa ia pun tak tahu.
"Woi tiang listrik, lu ngapain si anjir?" Rendra menarik keras bahu sang adik, membuat si remaja yang berjongkok itu mendongak.
"Oh, bang ren, ngapain di sini bang?"
Rendra tersenyum lelah, lalu pergi begitu saja, entahlah ia elah dengan se isi rumah ini, bahkan saat masuk ke dalam rumah, ia sudah di suguhi pemandangan yang membuat ia ingin meledakkan rumah saja.
"Haikal anjing, dosa lu udah banyak ya bambang, jangan nambah deh."
"Heh, cakrangsat gua lebih tua ya, yang sopan."
"Gua mana mau sopan sama upil kudanil kek lo ya BANGSYATTT"
Ruang tamu sudah di sulap menjadi kandang sapi oleh haikal dan cakra, kedua manusia itu masih asik kejar-kejaran, tanpa menyadari jika sudah ada Rendra yang memegang sapu dan menatap tajam ke arah mereka.
"YUHUUUU, GUA SUKA KERIBUTAN." jaka berseru senang saat melihat kedua saudaranya yang masih asik kejar-kejaran, bahkan ia sudah melompat-lompat di sofa guna meramaikan suasana.
Rendra di buat pusing dengan saudara-saudaranya, ini juga mahesa kenapa cuma ketawa bengek sih melihat mereka? Seharusnya melerai bukan malah ngakak di sofa single.
"KALIAAANN, BERHENTIIII........"
Krikkk krikkkk krikkkk
Suasana tampak hening karena atensi mereka mengarah pada pemuda cantik yang bertubuh pendek, tapi jangan di ragukan masalah suaranya, beeehhh, kalo treak tengah malem satu RT keluar rumah, asalkan triak di masjid. Hehe
"Kenapa bang kenapa?" jian tampak berlari dari luar rumah karena mendengar teriakan abang keduanya dari dalam.
"Kalian semua cepet bersihin kekacauan ini, gak ada bantahan." titah Rendra mutlak.
"Lah gua juga bang?" tanya jevan padanya seraya menunjuk dirinya sendiri.
"Semuanya, tak terkecuali." setelah mengatakan itu, Rendra melengos pergi meninggalkan para saudaranya yang cengo.
"Ah gara-gara lu nih." seru haikal pada cakra.
"Lah kok gua? Kan lu yang ambil jajan gua trus lu kabur ya gua kejar lah, berarti kita berdua." bantah cakra tak Terima.
"Tuh si jaka juga heboh, dia juga salah." haikal menunjuk jaka.
"Loh kok nana?" tanyanya dengan wajah yang di imut-imutkan.
"Idih si najis." cibir jevan serta cakra bersamaan.
"Gua juga kena omel anjir, kan gua cuman ketawa." timpal mahesa.
"Lah lo mendingan bang, gua? Gua dari tadi di luar malah kena juga." jian menjawab ucapan mahesa dengan raut kesal.
"WOI KALIAN DENGER KATA GUA GAK? CEPET BERESIN SEBELUM GUA LEDAKIN NI RUMAH."
Teriak Rendra dari lantai dua yang sebenarnya memantau mereka dari tadi, takut-takut mereka malah kabur begitu saja.
"YOI BANG TENANG AJE." jawab cakra di sertai dengan teriakan khasnya.
***
MAHESA HARDIKA KUSUMA
Anak pertama dari 7 bersaudara, ia berumur 22 dan masih duduk di perkuliahan, si paling receh, dan suka semangka, korban kejahilan haikal, tertekan dengan para saudaranya.
NARENDRA ARJUNA KUSUMA
Anak ke 2 dari 7 bersaudara, berumur 20 dan juga duduk di perkuliahan, si paling emosian, penakut, kagetan, tapi kalau bagus moodnya ia akan ikut bercanda dengan haikal, apalagi kalau mereka sedang ber acting, beh udah menyatu kek nya, orangnya kagetan, suka durian, suka warna kuning dan tertekan dengan para saudaranya.
JEVANO JUNANTA KUSUMA
Anak ke 3 dari 7 bersaudara, berumur 19 tahun dan baru lulus SMA, si pemilik eyesmile. Penyabar atas tingkah saudaranya, si apa-apa pakek tenaga dalem, lengket banget sama jaka, penyabar, dan tertekan dengan para saudaranya.
HAIKAL AKBAR KUSUMA
Anak ke 4 dari 7 bersaudara, umur 18 masih sma, si jahil gak ketulungan, gak bisa diem anaknya ekstrovert, humoris, friendly, bandar cewek, suka jahilin abang pertamanya dan abang keduanya, dia akan merasa lelah jika berkumpul dengan 7 saudaranya dan tertekan dengan para saudaranya.
JAKA NARESWARA KUSUMA
Anak ke 5 dari 7 bersaudara, umur 17 juga masih sma, anaknya random banget, pinter masak, penyayang, apalagi pada si bontot, tapi jangan di satuin sama haikal, di jamin deh bakal rusuh, apalagi pas full batre, gak bisa di bayangin, sama lengketnya ke jevan, suka kegaduhan, tapi paling di takuti saudaranya kalau sedang badmood atau diem, dan tertekan dengan para saudaranya.
CAKRA PRADIPTA KUSUMA
Anak ke 6 dari 7 bersaudara, umur 16,si mulut cempreng plus kayak toa, paling obsesi kalau soal uang, si paling banyak uang dari pada yang lain, padahal kan uang jajan mereka sama rata, pengen jadi tuan muda kaya raya, pemakan manggis, julid banget sama para saudaranya, dan tertekan dengan para saudaranya.
JIANDRA PUTRA KUSUMA
Anak anak terakhir dari 7 bersaudara, umur 15,si bontot yang aneh, suka bicara sama pohon atau temenan tapi kayaknya semua di ajak bicara deh sama dia, suka ngelag dulu, pemalu, paling tinggi di antara saudaranya padahal dia paling muda, juga jadi korban kejahilan haikal, masih polos orangnya.
***
Dah kalian tahu siapa aja visualnya kan?
YOU ARE READING
kami bertujuh
Short Storygimana jadinya kalau satu rumah di huni oleh tujuh bujang? mahesa si receh Rendra si emosian Jevan si apa-apa senyum Haikal si jahil+usil jaka si random cakra si mulut toa jian si aneh yuk simak kisah mereka.
