Ya, wanitanya telah kabur.

"Tu-- tuan" Ucapnya sedikit takut dari telfon.

"Wae? Ada apa? Kenapa kau menelfon ku?" Ucap tegas Tuan nya dari sebrang sana.

"Tu-- Tuan, Nyonya kaburr" Suaranya sedikit menciut.

Pria kekar di sebrang sana menggebrak meja yang ada di depan nya. Emosinya terasa di ujung tanduk, sangat meluap luap.

"ARGGHHHH, BAGAIMANA KALIAN BEKERJA? MINTA DI PECAT RUPANYA" Suranya terdengar membentak, emosinya yang sudh meluap luap terasa sampai sebrang telfon.

Bodyguard itu hanya bisa pasrah.
Jungkook mematikan telfon, dan dengan gesit memakai jas dan mengabil kunci mobilnya. Bergegas pulang. Dia berjalan dengan emosi yang meluap luap, para karyawan yang melihatnya merasa ketakutan. Mereka tidak berani memandang wajah bos mereka.

Di dalam mobil, Jungkook membanting stir nya dengan sekuat tenaga, tangan nya bak besi yang tidak mengenal rasa sakit.

"ARGHHH! WANITA KERAS KEPALA, KAU PIKIR KAU AKAN BISA KABUR DARIKU? AKAN KU BUAT KAU MENANGIS DIBAWAH KU MALAM INI JUGA, YOONJUNG!" Ucapnya menggebu gebu.

Begitu sampai nya di mansion, Jungkook mengumpulkan semua bodyguard dan penjaga mansion lain nya.

"Minta di pecat rupa nya. Lalai sekali kalian ini um? Sudah bosan hidup? Gaji yang ku berikan pada kalian tidak sedikit! Ini kah pekerjaan kalian yang sangat lalai?" Pria itu sedang emosi, semua orang yang bekerja di rumah ini hanya bisa menunduk takut.

"Maaf kan kami tu----"

"SEKARANG CEPAT CARI BERSAMAKU! KATA SAMPAH MAAF MU ITU TIDAK AKAN BERGUNA BAGIKU! CAMKAN ITU!"

Semuanya menunduk dan sedikit bergetar. Tuan nya pasti akan melakukan hal yang berbahaya kepada mereka sehabis ini.

"Siapkan tiga mobil lain nya. Pastikan mobil itu tidak diketahui sebelum nya oleh gadis ku!"

"Baik, Tuan". Ucap mereka semua.
Mereka semua bergegas melaksanakan perintah Tuan nya.

"Kau, Seohung. Lacak lah dimana keberadaan gadisku, aku yakin dia belum jauh dari sini" Ucapnya kepada Seohung.

Jungkook tahu, Yoonjung itu tipe gadis yang lemah secara fisik. Dia hafal sekali.

"Nee, Tuan". Ucapnya dan bergegas mengotak Atik ponsel nya.

Tiga mobil hitam milik Jungkook sudah siap, Jungkook menaiki salah satu nya bersama Seohung.

Ada satu bodyguard yang menyetir, Seohung dan Jungkook. Dua mobil lain nya berisi beberapa bodyguard Jungkook. Mereka berpencar. Tak lama mobil itu keluar dari mansion, Seohung yang sedang fokus melacak keberadaan Nyonya nya menemukan nya.

Ya, benar saja Yoonjung belum jauh dari sini. "Tuan, aku berhasil menemukan titik lokasi Nyonya"

Seohung menunjukkan layar ponsel nya kepada Jungkook dan bodyguar yang sedang menyupir. Mobil hitam itu segera menuju ke titik tersebut.

Kau tidak akan pernah bisa lari dari ku, chagi. Sekali pun itu bisa, itu sangat mustahil. Akan ku buat kau benar benar menangis dibawah ku malam ini.

Bibirnya ber seringai tajam. Sudah dekat dengan lokasi tersebut, mobil nya berlaju pelan. Ini tiddk jauh dari mansion Jungkook.

Jungkook tahu Yoonjung sedang beristirahat di gang kecil tersebut, kaki nya sedikit tergelincir ketika lari tadi.

"Seohung, kau yang mengendarai mobil. Dan kau, bisa beralih pada mobil lain nya" Ucap nya pada bodyguard dan Seohung.

Jungkook turun, langkah nya santai menghampiri gadis nya yang sedang duduk memejamkan mata.

Yoonjung tidak sadar, sampai sampai ada suara langkah kaki. Dirinya saat ini sangat ketakutan.

Betapa terkejutnya dia melihat sosok yang ada disamping nya saat ini. Mata nya membulat, bibirnya sedikit terbuka.

Lelaki gagah itu menghampiri Yoonjung, tubuhnya sudah sangat dekat dengan nya.

Bibirnya ber smirk tajam.
"Come on back, darling"

Yoonjung berusaha lari dari Jungkook secepat mungkin, namun hasil nya sia sia. Jungkook dengan gesit sudah menangkap nya, badan Yoonjung terkunci oleh badan Jungkook. Dia sudah tidak bisa bergerak sama sekali.

"Kau sudah liat sekarang, chagi. Ayo pulang, kau harus menerima hukuman ku" Kekehnya dengan seringai tajam.

"Hikss lepaskan aku hiksss" Badan nya sedikit memberontak.

Jungkook dengan gesit menggendong nya, memasuki mobil nya.

Di dalam mobil hanya ada Seohung yang sedang mengendarai mobil. Di kursi belakang ada Jungkook dan Yoonjung. Yoongjung hanya bisa menangis terisak, Jungkook mengekap nya.

"Sudah mulai berani sekarang, hm?. Aku hanya meninggal mu sebentar untuk pergi ke kantor, tetapi aku sudah melarikan diri. Kau harus menerima akibat nya nanti, chagi" Suara nya tegas dan menakutkan.

"Hikss ku mohon hikss, aku takut padamu"
Cicitnya pelan di akhir kata, namun Jungkook masih bisa mendengar nya.

Pria bertubuh kekar itu mengabaikan Yoonjung. Dia sudah menyiapkan banyak rencana di otak nya untuk nanti.



***



Sesampai nya di mansion, Jungkook menggendong Yoonjung yang memberontak untuk ke kamar nya. Dia membanting tubuh kecil wanita itu ke ranjang.

"Akgghhh, hikss" Rintihnya pelan.

Jungkook langsung mengunci pergerakan nya, bibir nya menyambar bibir munggil wanita kecil itu.

Yoonjung memberontak sekut tenanga, nafas nya terasa sesak. Namun tenaga nya tidak sebanding dengan Jungkook.

Bibirnya melepas pautan panas tersebut.
"Kau sudah membuat ku marah, chagi. Bersiaplah untuk menerima hukuman ku" Seringai jahat nya terpampang.

"Ku-- ku mohon lep----"
Bibirnya dibungkam oleh bibir Jungkook, tangan kekar pria itu dengan gesit merobek baju yang Yoonjung kenakan.

Terpampang sudah payudara yang tidak terlalu besar itu, namun terlihat penuh. Biji kecil itu tertutupi oleh bra hitam yang masih melekat membungkus payudara seputih salju itu.

Yoonjung gemetar takut, dia merasa sangat malu. Mulut nya bergetar.
"Hikss, Tuan. Apa yang kau lakukan. Ku mohon jangan seperti ini hikss" Kedua tangan nya menyilang di dadanya, berusaha menutupi kedua payudara nya.

To Be Countinue.

Jangan lupa tekan tanda ★

Wild HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang